Ciri-Ciri Teks Deskripsi, Pengertian dan Contohnya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 02 Jul 2022, 12:35 WIB
Diperbarui 02 Jul 2022, 12:35 WIB
Ciri Teks Biografi
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri teks deskripsi termasuk pengetahuan dasar dalam menulis. Teks deskripsi adalah uraian detail tentang seseorang atau sesuatu. Ciri-ciri teks deskripsi bisa dengan mudah dikenali.

Ciri-ciri teks deskripsi membedakan teks ini dengan jenis teks lainnya. Biasanya, Ciri-ciri teks deskripsi ditemukan di banyak tulisan naratif. Ciri-ciri teks deskripsi ditandai dengan tindakan penggambaran terhadap suatu objek.

Umumnya, teks deskriptif memiliki fokus yang sempit. Hal ini memungkinkan untuk eksplorasi mendalam subjek. Mengenal ciri-ciri teks deskripsi menjadi salah satu cara belajar menulis yang baik. Berikut ciri-ciri teks deskripsi dan pengertiannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (2/7/2022).


Mengenal teks deskripsi

Struktur Teks Biografi
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Hanna

Deskripsi berasal dari verba describe (bahasa inggris) dan bahasa latin describere yang artinya memaparkan, menguraikan atau melukiskan. Menurut KBBI, deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.

Deskripsi adalah pola pengembangan naratif yang bertujuan untuk memperjelas suatu tempat, objek, karakter, atau kelompok. Deskripsi adalah salah satu dari empat mode retoris, bersama dengan eksposisi, argumentasi, dan narasi.

Teks deskripsi adalah suatu teks yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mampu merangsang indra pembaca. Jenis teks atau paragraf satu ini bertujuan untuk menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.

Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan). Teks ini bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan. Paragraf ini biasanya menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.

Teks deskripsi biasanya menjelaskan seseorang, benda, sebuah peristiwa, dan lain-lainnya. Dengan gambaran dari teks deskripsi, pembaca bisa mendapatkan bayangan tentang objek yang sedang dijelaskan dalam teks tersebut.

Tujuan dari teks deskripsi adalah untuk memberikan gambaran dan penjelasan kepada pembaca agar mereka memahami objek apa yang sedang dibahas atau dibicarakan dalam sebuah teks. Gambaran objek dalam teks deskripsi adalah biasanya mencakup bentuk fisik, sikap, waktu, dan hal lainnya.


Ciri-ciri teks deskripsi

Pengertian dan Sejarah Ideologi
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Namera

Ciri-Ciri Umum

1. Berisikan mengenai penjelasan atau penggambaran suatu objek.

2. Dalam menggambarkan atau menjelaskan suatu objek, penulis harus memberikan detail dan terperinci sehingga tidak menimbulkan makna ganda bagi pembacanya. Dengan memberikan penjelasan yang terperinci, diharapkan pula pembaca bisa lebih mudah memahami penjelasan tersebut.

3. Dalam teks tersebut, pemaparan harus membuat pembaca seolah-olah ikut melihat, mendengarkan, mengalami langsung, atau merasakan apa yang telah disajikan dalam teks.

4. Penjelasan mengenai ukuran, warna, bentuk, hingga ciri fisik dari obyek tersebut harus dicantumkan. Sehingga pembaca memiliki bayangan terhadap objek yang dideskripsikan tanpa melihatnya terlebih dahulu. Cantumkan data berupa angka agar pembaca memiliki gambaran jelas.

5. Melibatkan panca indera manusia seperti pengecapan, penciuman, penglihatan, pendengaran dan perabaan.

Ciri-Ciri Teks Deskripsi dari Segi Penggunaan Bahasa

1. Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat.

2. Menggunakan kalimat rinci untuk menggambarkan objek.

3. Menggunakan kata-kata khusus untuk menggambarkan objek (warna dirinci merah, kuning, hijau).

4. Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang.

5. Menggunakan majas untuk memberikan gambaran lebih konkret.

6. Menggunakan majas sebagai sarana melukiskan objek secara konkret.


Struktur teks deskripsi

Pengertian Ambigu
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Piho

Berikut struktur teks deskripsi:

1. Menggunakan kata yang merujuk pada nama objek beserta kata ganti persona.

2. Menggunakan kata kerja kopula, seperti adalah, ialah, merupakan, yaitu.

3. Menggunakan verba material (kata kerja menunjukkan tindakan fisik). Contoh: berdiri, melompat.

4. Banyak menggunakan adjektiva (kata sifat untuk menggambarkan objek). Contoh: putih, bening, bersih, panjang.

Fitur bahasa teks deskripsi

Partisipan khusus: memiliki objek tertentu, tidak umum dan unik (hanya satu). misalnya: pantai Parangtritis, rumahku, candi borobudur, paman Anton

Penggunaan kata sifat (adjective) untuk memperjelas kata benda, misalnya: pantai yang indah, pria yang tampan, tempat yang terkenal di New York, dan lainnya

Kata kerja tindakan: kata kerja yang menunjukkan suatu kegiatan misalnya, lari, tidur, berjalan, memotong, dan lainnya.


Contoh teks deskripsi

Penerapan Epilog dalam Cerita
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie

Merak Hijau yang Memesona

Merak hijau adalah salah satu jenis satwa yang dilindungi. Keindahan bulunya sungguh memesona. Apalagi merak hijau jantan yang memiliki ekor panjang dan mampu mengembang bagai kipas raksasa. Merak jantan sengaja mengembangkan ekornya untuk menarik merak betina.

Merak hijau mempunyai bulu yang indah yang berwarna hijau keemasan. Pada setiap helai bulunya terdapat bintik-bintik mata yang menjadi indah bila sang merak mengembangkan bulu-bulunya. Saat mengembang, merak akan berjalan dengan dengan anggun laksana model yang berjalan di panggung pertunjukkan.

Burung merak jantan dewasa berukuran sangat besar dengan ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Mukanya memiliki aksen warna hitam di sekitar mata dan warna kuning cerah di sekitar kupingnya.

Sayang, keberadaan Merak Hijau terus berkurang. Ini diakibatkan oleh rusaknya habitat dan perburuan liar. Burung langka yang indah ini diburu untuk diambil bulunya ataupun diperdagangkan sebagai bintang peliharaan.

 

Tari Saman

Tari Saman tercatat di UNESCO pada Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia. Penetapan itu dilaksanakan pada Sidang ke-6 Komite AntarPemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bali, pada 24 November 2011. Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tari Saman mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari. Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam. Regnum adalah nyanyian berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari. Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Sek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).

Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi tiga bagian. Pada kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Bulang teleng, yaitu kain berdasar hitam berbentuk empat persegi panjang. Sunting kepies atau tajuk bunga digunakan di bagian kanan kepala. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Baju kantong disebut juga baju kerawang yaitu baju bertangan pendek berwarna hitam disulam benang putih, hijau, dan merah. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan. Penggunaan warna pada kostum penari sangat penting menurut tradisi karena warna mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan para pemakainya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya