Penyebab Stroke Ringan, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Perlu Dipahami

Oleh Husnul Abdi pada 24 Jun 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 15:00 WIB
Stroke
Perbesar
Ilustrasi Diagnosa Penyakit Stroke Credit: unsplash.com/Mark

Liputan6.com, Jakarta Penyebab stroke ringan perlu diketahui semua orang. Hal ini karena stroke ringan dapat berakibat fatal bila tidak dideteksi secara dini. Apalagi, jumlah penderita stroke di Indonesia semakin tinggi. Stroke sendiri merupakan penyebab kematian terbesar di dunia.

Stroke adalah kondisi di mana suplai darah ke otak terganggu atau berkurang. Penyakit ini berkaitan dengan kelumpuhan otak yang terjadi sangat cepat. Stroke ringan dapat menyebabkan kondisi darurat medis yang memerlukan perawatan cepat.

Penyebab stroke ringan perlu kamu pahami dari jenisnya. Stroke ringan disebut juga dengan serangan iskemik transien (TIA). Stroke ringan perlu penanganan tepat agar tidak berakibat fatal nantinya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (24/6/2022) tentang penyebab stroke ringan.


Jenis-Jenis Stroke

Sebelum mengenali penyebab stroke ringan, kamu perlu mengenali jenis-jenis stroke terlebih dahulu. Ada dua jenis stroke yang bisa terjadi, iskemik dan hemoragik.

Stroke Iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang palin sering terjadi. Menurut WebMD, 8 dari 10 kasus stroke, disebabkan oleh stroke iskemik. Penyebab stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah otak menyempit atau tersumbat. Ini menyebabkan aliran darah sangat berkurang atau iskemia. Pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah, gumpalan darah atau kotoran lain yang mengalir melalui aliran darah dan masuk ke dalam pembuluh darah di otak.

Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik lebih jarang terjadi, tetapi bisa lebih serius. Penyebab stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pecah. Kpndisi ini biasanya terjadi akibat aneurisma atau malformasi arteriovenosa (AVM). Pembuluh darah di otak bisa menggelembung dan pecah, atau pembuluh melemah dan bocor. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan terlalu banyak mengonsumsi obat pengencer darah juga dapat menjadi penyebab stroke ini.


Penyebab Stroke Ringan

Ilustrasi pasien stroke.
Perbesar
Ilustrasi pasien stroke. Foto oleh Kampus Production dari Pexels

Selain iskemik dan hemoragik, jenis stroke yang bisa terjadi adalah serangan iskemik transien (TIA). Kondisi ini juga biasa disebut serangan stroke ringan. Penyebab stroke ringan terjadi ketika aliran darah ke bagian otak tidak mencukupi untuk jangka waktu yang singkat.

Aliran darah normal kembali normal setelah beberapa saat, dan gejalanya hilang tanpa pengobatan. Penyebab stroke ringan tidak menimbulkan kerusakan otak permanen, tetapi meningkatkan kemungkinan mengalami stroke skala penuh. Berdasarkan letak pembuluh darah otak yang terkena, gejala khas yang umum ditemukan adalah keluhan lemahnya sisi tubuh dan bicara pelo yang berlangsung selama lebih dari 24 jam.

Kebanyakan kasus stroke ringan gagal mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan total terjadi sangat cepat. Hal ini disebabkan individu yang tak sadar penyebab stroke ringan dan mengabaikan tanda serta gejala dari stroke. Bahkan dalam sebuah penelitian terhadap 1.000 pasien stroke di Inggris, mereka tidak menyadari kalau sebelumnya sudah pernah mengalami serangan stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA).

TIA atau stroke ringan berlangsung hanya dalam beberapa menit. Meski penyebab stroke ringan tidak berupa gangguan yang parah, tetapi sekitar 70 persen pasien mengaku tidak mengalami gejala dan tanda. Inilah yang membuat mereka tidak segera mendapat penanganan dalam waktu tiga jam.

Alhasil, menurut stroke specialist Larry B. Goldstein, MD, penanganan yang terlambat menjadi penyebab stroke ringan berlanjut pada stroke berat dalam waktu sepuluh hari.


Cara Mendeteksi Gejala Stroke

Gejala stroke dapat berkembang perlahan selama beberapa jam atau hari. Ada satu metode untuk mengenali gejala stroke dengan cepat. Metode ini disebut dengan FAST yang digunakan untuk mengenali gejala stroke yang umum. FAST merupakan singkatan dari Face, Arm, Speech, dan Time. Berikut cara mendeteksi gejala stroke melalui metode FAST:

- Face (wajah). Jika kamu melihat senyum terkulai atau tidak rata di wajah seseorang, ini adalah tanda peringatan. Minta orang tersebut untuk tersenyum. Perhatikan tanda-tanda terkulai di satu sisi wajah.

- Arm (lengan). Lengan yang mati rasa atau kelemahan lengan bisa menjadi tanda peringatan. Minta orang tersebut untuk mengangkat tangannya. Jika lengan terkulai atau turun, ini bisa menjadi peringatan gejala stroke.

- Speech (bicara). Gejala stroke yang mudah dikenali adalah kesulitan berbicara. Minta orang tersebut untuk mengulangi sebuah kalimat. Ucapan cadel yang tidak seperti biasanya dapat menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami stroke.

- Time (waktu). Jika kamu mengenali gejala stroke di atas, jangan buang waktu. Segera hubungi layanan gawat darurat setempat jika menunjukkan gejala stroke.


Cara Mengatasi Stroke Ringan

Cara Mendeteksi Gejala Stroke
Perbesar
Ilustrasi Mendeteksi Gejala Stroke Credit: pexels.com/Andrea

Setelah mengetahui penyebab stroke ringan, kamu perlu mengenali cara mengatasinya. Gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke ringan masih dapat dipulihkan dengan proses rehabilitasi seperti terapi. Terapi ini terdiri dari:

Terapi fisik

Belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain.

Terapi okupasi

Belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air.

Terapi wicara

Belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat menggunakan komunikasi verbal (berbicara).

Terapi psikologis/psikiatrik

Untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti Depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya