Kisah Astronaut Mengaku Alergi Usai Berjalan di Bulan, Alami Kejanggalan

Oleh Ibrahim Hasan pada 26 Mei 2022, 16:35 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 16:35 WIB
Alergi Bulan
Perbesar
Kisah Astronaut Mengaku Alergi Usai Berjalan di Bulan, Alami Kejanggalan (Sumber: NASA)

Liputan6.com, Jakarta Kegiatan menjelajah ruang angkasa terbilang langka. Mengingat hanya sedikit para astronaut terpilih yang bisa melancarkan misi ke luar atmosfer bumi. Apalagi para astronaut yang hanya beberapa bisa menjejakkan kaki di bulan. Tentu jadi rekor dan pengalaman yang luar biasa. 

Namun mantan astronaut juga orang terakhir yang berjalan di bulan, Harrison Schmitt mengaku menderita reaksi alergi pada misi pada tahun 1972. Saat itu dia secara tidak sengaja menghirup debu bulan. Alhasil fenomena yang disebut Moondust ini menjadikannya alergi terhadap bulan. 

"Pertama kali saya mencium debu, saya mengalami reaksi alergi, bagian dalam hidung saya menjadi bengkak, hal itu bisa terlihat melalui suara yang berbeda. Tapi itu berangsur-angsur hilang. Hingga pada keempat kalinya aku menghirup debu bulan, aku tidak menyadarinya,” kata Harrison Schmitt di Festival Starmus 2019 kepada The Telegraph. 

Schmitt, yang saat itu berusia 37 tahun, adalah bagian dari misi Apollo 17. Ia dan tim mendarat di permukaan bulan pada 11 Desember 1972. Sebagai bagian dari misi mereka, Schmitt menghabiskan waktu berjam-jam mengumpulkan debu dan sampel dari permukaan bulan.

Hal inilah yang menjadi awal mula Schmitt kedapatan terkena debu bulan. Berikut selengkapnya Liputan6.com merangkum kisahnya melansir dari The Telegraph, Kamis (26/5/2022).


Trauma dan Alergi Terhadap Bulan

Alergi Bulan
Perbesar
Kisah Astronaut Mengaku Alergi Usai Berjalan di Bulan, Alami Kejanggalan (Sumber: Wikimedia Common)

Prestasi Harrison Schmitt menjejakkan kaki di Bulan merupakan sejarah baru di dunia antariksa. Tak heran misi mengambil sampel bulan sukses dilakukannya bersama awak Apollo 17 lainnya. 

Namun alergi yang dialami Schmitt justru berkata sebaliknya. Schmitt menceritakan pengalaman serupa yang dialami ahli bedah. Bahkan ahli bedah tersebut tak lagi mengambil setelan bekas penerbangan Apollo 17.

"Sementara seorang ahli bedah penerbangan mengambil setelan dari modul perintah Apollo 17, setelah kami mendarat, dia bereaksi sedemikian rupa sehingga dia harus berhenti melakukan apa yang dia lakukan," kata Schmitt.


Menyarankan Uji Reaksi Alergi

Alergi Bulan
Perbesar
Kisah Astronaut Mengaku Alergi Usai Berjalan di Bulan, Alami Kejanggalan (Sumber: NASA)

Schmitt telah menyarankan agar beberapa individu perlu diuji untuk reaksi alergi jika mereka akan terkena debu bulan secara kronis. Dia mengatakan setiap kali NASA  mengirim orang ke bulan, sangat penting bagi para ahli yang peduli untuk mengetahui bahwa mereka harus menghindari paparan debu bulan dengan cara apa pun. 

"Sekarang saran saya adalah jangan pernah membiarkan mereka terkena debu bulan dan ada banyak solusi teknik sejak saya terbang untuk mencegah debu keluar dari kabin, untuk menjauhkannya dari pakaian. Ini terutama akan menjadi masalah teknik, " dia menambahkan. 

Schmitt sendiri merupakan satu dari empat yang pernah berjalan di bulan. Di antaranya adalah Buzz Aldrin, David Scott dan Charles Duke. Ia  menukar karir NASA-nya  dengan dunia politik pada 1975, menjadi senator pada 1977. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya