Perbedaan antara Jalan dengan Lari Terletak pada Kecepatan, Berikut Penjelasannya

Oleh Husnul Abdi pada 24 Mei 2022, 16:20 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 16:20 WIB
Rutin Berjalan Kaki
Perbesar
Ilustrasi Berjalan Kaki Credit: pexels.com/Dunn

Liputan6.com, Jakarta Perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada kecepatan. Selain kecepatan, masih ada beberapa perbedaan lagi yang perlu kamu pahami dari jalan dengan lari.  Jalan dan lari merupakan olahraga sedehana yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Jalan dan lari memiliki makna yang sama, yaitu gerak perpindahan tubuh pada satu posisi terhadap posisi lainnya dengan melangkahkan kaki secara bergantian. Namun, perbedaan paling mencolok yang bisa kamu kenali tentunya ada pada kecepatannya.

Perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada kecepatannya. Selain itu, teknik, manfaat, dan risiko cedera dari kedua jenis olahraga tersebut juga berbeda. Kamu bisa memilih berjalan ataupun berlari menjadi olahraga yang diterapkan secara rutin, sesuai dengan kondisi badan dan kesehatan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (24/5/2022) tentang perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada.


Perbedaan antara Jalan dengan Lari Terletak pada Kecepatan

Lari Pagi
Perbesar
Ilustrasi Lari Pagi Credit: pexels.com/Shava

Dari melihatnya saja, kamu tentunya sudah mendapatkan satu perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada kecepatannya. Perbedaan ini tentunya terlihat sangat mencolok dan mudah dikenali. Jalan tentunya lebih lambat dari lari. Jalan menggunakan kecepatan yang konstan dan cenderung lambat sehingga membuat perpindahan memakan waktu yang cukup lama. Berbeda dengan lari yang menggunakan kecepatan tidak konstan sehingga perpindahan menjadi lebih cepat.

Berdasarkan kecepatan, olahraga jalan dan lari memang sangatlah berbeda. Untuk rata-rata kecepat dalam berjalan hanya akan secepat 5 km/jam. Walaupun dilakukan jalan cepat biasanya hanya akan mencapai 8 km/jam. Hal ini berbeda dengan lari. Kecepatan lari lebih cepat 2 kali lipat daripada berjalan. Lari tercepat bisa sampai 44 km/jam yang telah dilakukan oleh Usain Bolt. Jadi, perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada kecepatannya.


Perbedaan antara Jalan dengan Lari Terletak pada Segi Manfaatnya

Ilustrasi Jalan Kaki
Perbesar
Ilustrasi jalan kaki. (dok. Unsplash.com/@areksan)

Perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada segi manfaatnya. Sebenarnya manfaat jalan dan lari tidak begitu berbeda. Kedua jenis olahraga ini baik untuk kesehatan, hal ini tergantung pada kondisi orang yang melakukannya nantinya cocok melakukan jalan atau lari.  Namun, berlari memberikan manfaat kesehatan lebih efisien daripada hanya jalan kaki. Penelitian menemukan, lima menit berlari per hari sama bermanfaat ketika 15 menit berjalan kaki.

Seperti Liputan6.com kutip dari KlikDokter, manfaat jalan kaki antara lain: membantu penurunan berat badan, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, kesehatan sendi terjaga, stres berkurang, mood jadi lebih baik, energi meningkat, hingga melindungi kesehatan mata.

Sementara itu, manfaat lari antara lain: mengecilkan betis dengan lari jarak jauh, menurunkan berat badan, meningkatkan kualitas otak, terhindar dari penyakit kardiovaskular, meningkatkan fungsi organ tubuh, mengurangi Depresi, memperbaiki kualitas tidur, mengurangi kecemasan, dan lain sebagainya. Jadi, perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada segi manfaatnya.


Perbedaan antara Jalan dengan Lari Terletak pada Segi Risiko Cedera

Ilustrasi Lari
Perbesar
Ilustrasi lari (Photo by Jonathan Chng on Unsplash)

Perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada segi risiko cedera sebenarnya juga cukup jelas. Risiko berlari memang menyebabkan kamu lebih rentan cedera dibandingkan ketika berjalan. Studi menemukan, pelari memiliki tingkat cedera lebih tinggi daripada pejalan kaki. Cedera yang berhubungan dengan berlari berupa sindrom tibial stres (peradangan otot tendon). Lebih dari setengah dari orang-orang yang lari mengalami beberapa cedera tersebut, sedangkan pejalan kaki yang cedera hanya berkisar 1 persen.

Namun yang menarik, kamu dapat jalan kaki cukup banyak tanpa henti tanpa meningkatkan risiko cedera. Waktu lima sampai 10 menit per hari untuk jogging sekitar 9,6 km per jam dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular (penyakit jantung) dan penyebab lainnya. Jadi, perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada segi risiko cederanya.


Perbedaan antara Jalan dengan Lari Terletak pada Segi Teknik

Ilustrasi jalan cepat
Perbesar
Ilustrasi jalan cepat. (Photo on Freepik)

Perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada segi teknik. Misalnya saat berjalan, tentunya kaki akan selalu menginjak tanah. Sementara itu, pada saat berlari, terkadang kamu akan melangkah yang kemudian tubuh dapat melayang sepersekian detik dan kemudian jatuh lagi untuk menginjak lantai atau tanah.

Selain itu, hal ini juga dapat dilihat dari gerakan anggota badan lain. Saat berjalan, kamu hanya akan menggunakan kaki, sedangkan tubuh tidak akan bergerak. Namun saat lari, seluruh anggota tubuh akan bergerak. Perbedaan tumpuan antara jalan dan lari juga cukup mencolok. Saat berjalan, kaki secara keseluruhan dijadikan sebagai tumpuan. Sedangkan dalam olahraga lari, tumpuan terletak pada ujung jari kaki depan.

Salah satu perbedaan antara jalan dengan lari terletak pada saat berjalan, lutut tidak akan menekuk banyak. Sementara itu saat berlari, lutut akan menekuk lebih banyak dan beban pada lutut akan lebih besar daripada pada saat berjalan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya