Cara Daftar UKM Online untuk Mulai Usaha, Ketahui Langkahnya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 19 Mei 2022, 14:50 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 14:50 WIB
Realisasi KUR UMKM Capai 92 Persen
Perbesar
Pengrajin merapikan miniatur ondel-ondel yang siap dijual di industri rumahan kesenian Betawi Raja Ondel-Ondel, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (13/12/2021). Data Kemenkop UKM mencatat realisasi penyaluran KUR kepada UMKM hingga November 2021 sebesar Rp 262,95 triliun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Cara daftar UKM online bisa membantu para pemilik usaha. UKM atau Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu sektor usaha yang banyak ditemui di Indonesia. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 65,47 juta pada 2019.

Cara daftar UKM online kini makin mempermudah masyarakat memulai usahanya. Meski begitu, belum semua mencoba cara daftar UKM online ini. Padahal, cara daftar UKM online ini nantinya membuat UKM atau UMKM terhubung dalam ekosistem digital.

Ini sebabnya, cara daftar UKM online penting diketahui. Cara daftar UKM online berisi langkah-langkah untuk mendaftarkan usaha yang nantinya tercatat secara resmi. Berikut cara daftar UKM online, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (19/5/2022).


Pengertian UKM

Dukung UMKM di Indonesia, BCA Perluas Penggunaan QRIS
Perbesar
Pengunjung melakukan transaksi menggunakan QR Code BCA mobile pada pameran Adi Wastra Nusantara di Jakarta (11/2/2022). Pada Desember 2021, BCA mencatatkan kredit komersial dan UKM naik 4,8% YoY menjadi Rp195,8 triliun dan terus memperluas penggunaan QRIS. (Liputan6.com/HO/Eko)

UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menegah. Biasanya, sebutan UKM digabungkan menjadi UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah. Perbedaannya adalah pada tiap unit usaha yang ditekankan. Berikut masing-masing pengertiannya menurut UU No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah:

Usaha Mikro

Usaha mikro adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Kriteria usaha mikro adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta termasuk tanah dan bangunan. Atau, sebuah usaha dikatakan mikro ketika paling banyak memiliki hasil penjualan tahunan Rp 300 juta.

Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.

Kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Atau, memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta dan paling banyak Rp 2,5 milyar.

Usaha Menengah

Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.

Kriteria usaha menengah adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampa Rp 10 milyar atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 milyar sampai Rp 50 milyar.


Cara daftar ukm online

Pemberdayaan UMKM dengan KUR Berbunga Rendah
Perbesar
Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendongkrak UMKM dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga cukup rendah, yakni 6 persen. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Berikut cara daftar UKM online:

1. Buat akun dan login di https://oss.go.id.

2. Klik “Perizinan Berusaha,” lalu klik “Perseorangan.”

3. Klik “Pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) Perseorangan Mikro” untuk usaha mikro perseorangan atau tombol “Pendaftaran NIB Perseorangan Kecil” untuk usaha kecil perseorangan.

4. Lanjutkan dengan proses NIB dan Izin Usaha.

5. Lengkapi kolom yang kosong pada formulir Data Profil.

6. Jika sudah, klik “Simpan” dan klik “Lanjutkan.”

7. Di formulir Data Usaha, klik tombol “Tambah Usaha.”

8. Lengkapi data yang diperlukan dalam formulir Data Usaha, klik “Simpan,” lalu klik “Selanjutnya.”

9. Bagi pemilik UMKM lebih dari satu, klik “Tambah Usaha,” lalu klik “Selanjutnya.”

10. Anda bisa mengirimkan permohonan Izin Lokasi dan Izin Lingkungan melalui formulir Komitmen Prasarana Usaha, setelahnya klik “Selanjutnya.”

11. Setelah mengisi data NIB dan Izin Usaha, lihat rangkuman datanya dan preview draft NIB, Izin Lingkungan, Izin Lokasi, dan Izin Usaha di Draft NIB dan Izin Usaha. Jika sudah, centang kotak disclaimer, lalu klik “Proses NIB.”

 


Cara mengajukan izin usaha

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki, meyakini varian kopi Robusta asal Lombok dapat menjadi produk unggulan. (Dok KemenkopUKM)
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki, meyakini varian kopi Robusta asal Lombok dapat menjadi produk unggulan. (Dok KemenkopUKM)

Berikut cara mengajukan NIB dan izin usaha:

1. Pada formulir data profil, pemilik UMKM harus melengkapi informasi yang masih kosong lalu klik Simpan dan Lanjutkan.

2. Ini yang harus dilakukan pemilik UMKM di formulir data usaha:

a. Klik tombol Tambah Usaha.

b. Lengkapi data yang diperlukan dalam formulir data usaha.

c. setelah data yang dimasukkan lengkap dan benar, selanjutnya klik Simpan lalu Selanjutnya.

d. Bagi pemilik UMKM lebih dari satu bisa klik Tambah Usaha hingga semuanya terupload, lalu klik Selanjutnya.

3. Pada formulir Komitmen Prasarana Usaha, pemilik UMKM kecil dapat mengajukan permohonan Izin Lokasi dan Izin Lingkungan (bila dipersyaratkan), lalu klik Selanjutnya

4. Pemilik UMKM dapat melihat rangkuman data NIB dan izin usaha yang telah diisi dan dapat melakukan preview draft NIB, izin lokasi, izin lingkungan dan izin usaha di draft NIB dan izin usaha. Selanjutnya, pemilik usaha dapat memberi centang pada kotak disclaimer, lalu klik Proses NIB.

5. Sebagai informasi tambahan, untuk pelaku usaha mikro yang alamatnya berbeda dengan domisili lokasi usaha bisa melampirkan dokumen tambahan, yakni Surat Keterangan Usaha (SKU).

6. Pemilik UMKM dapat melihat dokumen NIB, izin lokasi, izin lingkungan, dan izin usaha pada output NIB dan izin usaha. Pemilik usaha dapat mencetak izin usaha dalam bentuk QR code melalui preview izin usaha QR.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya