Apa yang Dimaksud dengan Toleransi? Kenali Jenis-Jenis dan Manfaatnya

Oleh Husnul Abdi pada 18 Mei 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 14:30 WIB
Toleransi
Perbesar
Ilustrasi Toleransi Credit: pexels.com/Cres

Liputan6.com, Jakarta Apa yang dimaksud dengan toleransi perlu dipahami semua orang. Pasalnya, dunia ini penuh dengan keberagaman, sehingga sikap toleransi merupakan sebuah kewajiban, sehinga setiap orang bisa hidup berdampingan dengan damai.

Apa yang dimaksud dengan toleransi harus dipahami setiap orang untuk membangun masyarakat yang terhindar dari kebencian dan perpecahan. Orang yang toleran menunjukkan kekuatan karena mereka dapat menghadapi opini dan perspektif yang berbeda.

Toleransi sangat penting dimiliki dalam menjalani kehidupan bersama. Tanpa adanya toleransi, konflik dan perpecahan bisa terjadi. Toleransi merupakan dasar untuk menciptakan lingkungan yang damai. Toleransi adalah konsep penting yang harus dipelajari, dipahami, dan dikuasai setiap orang.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/5/2022) tentang apa yang dimaksud dengan toleransi.


Apa yang Dimaksud dengan Toleransi?

ilustrasi toleransi
Perbesar
ilustrasi toleransi (sumber: Unsplash)

Secara etimologi, apa yang dimaksud dengan toleransi berasal dari bahasa latin yakni, ‘tolerance’ yang artinya menahan diri. Secara terminologi, apa yang dimaksud dengan toleransi adalah sebuah sikap untuk saling menghargai, menghormati, membiarkan pendapat, pandangan, kepercayaan kepada antar sesama manusia yang bertentangan dengan diri sendiri.

Apa yang dimaksud dengan toleransi juga bisa dimaknai dengan kemampuan setiap orang untuk bersabar dan menahan diri dari hal-hal yang tidak sejalan dengannya. Salah satu bentuk toleransi adalah menunjukkan rasa hormat kepada orang lain atau kelompok yang berbeda pendapat, agama, budaya, dan ras. Dengan sikap toleran, diskriminasi antar golongan dapat dihindari.

Pengertian toleransi menurut para ahli:

Menurut Friedrich Heiler. Menurut Heiler, apa yang dimaksud dengan toleransi adalah sikap seseorang yang mengakui adanya pluralitas agama dan menghargai setiap pemeluk agama tersebut. Ia menyatakan, setiap pemeluk agama mempunyai hak untuk menerima perlakuan yang sama dari semua orang.

Menurut Tillman. Apa yang dimaksud dengan toleransi menurut Tillman adalah sebuah sikap untuk saling menghargai, melalui pengertian dengan tujuan untuk kedamaian. Toleransi disebut-sebut sebagai faktor esensi dalam terciptanya sebuah perdamaian.

Menurut Max Isaac Dimont. Menurut Dimont, apa yang dimaksud dengan toleransi adalah sikap untuk mengakui perdamaian dan tidak menyimpan dari norma-norma yang diakui dan berlaku. Lalu toleransi juga diartikan sebagai sikap menghormati dan menghargai setiap tindakan orang lain.


Jenis-Jenis Toleransi

Ilustrasi Toleransi
Perbesar
Ilustrasi Toleransi. (Bola.com/Pixabay)

Apa yang dimaksud dengan toleransi terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya yaitu:

Toleransi beragama

Toleransi beragama adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama yang ada dalam kehidupan. Dalam beragama, contoh toleransi adalah dengan menghormati hak setiap orang untuk memilih agamanya serta memberikan ruang bagi mereka untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

Toleransi budaya

Di Indonesia yang memiliki ragam budaya, toleransi adalah kunci untuk hidup rukun satu sama lain. Dengan toleransi, tidak ada sikap merendahkan atau superioritas antar budaya. Karena itu, setiap orang harus mampu untuk memandang sama rata terhadap budaya yang lain.

Toleransi berpolitik

Toleransi ini lebih mengarah pada bagaimana setiap orang dapat menghargai dan menghormati pendapat politik yang dimiliki oleh orang lain. Dengan toleransi, setiap orang dapat sama-sama menjaga hak politik orang lain.


Manfaat Toleransi

Ilustrasi Toleransi
Perbesar
Ilustrasi Toleransi. (Bola.com/Pixabay)

Apa yang dimaksud dengan toleransi juga memiliki manfaat yang sangat besar untuk masyarakat. Berikut manfaat toleransi yang perlu kamu pahami:

Membuka pandangan

Toleransi tidak hanya menciptakan kedamaian. Dengan toleransi, seseorang akan terbuka terhadap cara berpikir lain dapat membantu perkembangan pribadi. Rasa ingin tahu dan kesiapan untuk mempelajari dunia baru, ide, dan cara berpikir dapat membantu orang menjadi lebih toleran. Ketika kamu mengetahui lebih banyak tentang pemikiran dan ide yang berbeda dari seluruh dunia, ini akan membantumu untuk memahami dunia dengan lebih baik.

Menerima nilai-nilai orang lain

Tiap orang pasti memiliki pendapat dan nilai mereka sendiri dan ini perlu dihormati dan diterima. Satu-satunya cara untuk hidup dalam masyarakat yang damai adalah toleransi. Tidak masalah untuk tetap berpegang pada nilai-nilai diri sendiri. Namun, menerima dan menghormati nilai-nilai orang lain juga penting dilakukan.

Menguatkan tali persaudaraan

Melalui sikap toleransi, setiap orang menghargai yang lainnya dan memberikan rasa kasih sayang yang sama terhadap setiap perbedaan. Dengan begitu, rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air pun akan semakin terpupuk. Setiap kelompok juga dapat terhindar dari berbagai jenis perpecahan.


Manfaat Toleransi

Menciptakan keharmonisan dan kedamaian

Setiap orang yang memiliki rasa toleran dapat menahan dirinya untuk tidak memaksakan pendapat pribadi kepada orang lain. Ini membuat keharmonisan akan tetap terjaga, karena tiap orang bisa saling memahami satu sama lain.

Menguatkan iman

Dengan bersikap toleran, seseorang sudah menghargai dan menghormati agama lain yang berbeda keimanannya. Ketika seseorang mampu memiliki sikap toleransi, ia akan mengenal banyak orang dengan berbagai latar belakang agama. Pada posisi inilah ia bisa menguji seberapa kuat iman ketika berhubungan dengan orang lain.

Menguatkan rasa nasionalisme

Toleransi bisa menunjukkan seberapa besar rasa nasionalisme seseorang. Orang yang memiliki toleransi tinggi, biasanya akan memiliki rasa cinta yang tinggi pula terhadap tanah airnya. Sebab ia menyadari bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang memiliki banyak perbedaan.

Mendukung pembangunan

Dengan adanya toleransi, maka pembangunan negara akan lebih cepat berjalan. Sebab setiap orang akan memiliki perspektif yang serupa mengenai perbedaan. Maka dari itu, kehidupan bernegara pun akan menjadi lebih mudah untuk dijalani.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya