Arti Overthinking adalah Banyak Berpikir dengan Cara Salah, Begini Mengatasinya

Oleh Laudia Tysara pada 27 Apr 2022, 11:25 WIB
Diperbarui 27 Apr 2022, 11:25 WIB
Mengalami Stres
Perbesar
Ilustrasi Mengalami Stres Credit: pexels.com/Mart

Liputan6.com, Jakarta Apa arti overthinking? Merriam Webster menjelaskan arti overthinking adalah berpikir terlalu banyak tentang sesuatu.

Melansir dari laman website resmi UGM, pada Rabu (27/4/2022) Psikolog Universitas Gajah Mada (UGM), Wirdatul Anisa menjelaskan arti overthinking adalah terlalu banyak memikirkan sesuatu dengan cara yang salah.

Overthinking adalah lebih banyak memikirkan hal-hal tidak penting seperti halnya lebih banyak memikirkan masalah daripada solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

Lalu bagaimana cara mengatasi overthinking tersebut? Kenali ciri-ciri overthinking dan mulai kuasai cara berpikir yang baik.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam arti overthinking adalah banyak berpikir dengan cara yang salah, ciri-ciri, dan cara mengatasinya, Rabu (27/4/2022).


Arti Overthinking adalah Banyak Berpikir dengan Cara Salah

Efektif Meringankan Stres dan Depresi
Perbesar
Ilustrasi overthinking. (Sumber: Pexels.com)

Memahami arti overthinking adalah berasal dari istilah bahasa Inggris. Merriam Webster menjelaskan arti overthinking adalah berpikir terlalu banyak tentang sesuatu.

Hal yang sama dijelaskan oleh seorang Psikolog Universitas Gajah Mada (UGM), Wirdatul Anisa. Melansir dari laman website resmi UGM, dijelaskan oleh Wirda arti overthinking adalah terlalu banyak memikirkan sesuatu dengan cara yang salah.

“Overthinking adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan serta overthinking dapat berupa ruminasi dan khawatir,” ujarnya.

Sementara dalam buku berjudul Di Usia 20 oleh Amelia Lia, arti overthinking adalah istilah yang disematkan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir hal-hal sepele. Arti overthinking adalah berbeda dengan seorang pemikir yang cenderung memikirkan hal penting seperti solusi.

Overthinking adalah lebih banyak memikirkan hal-hal tidak penting seperti halnya lebih banyak memikirkan masalah daripada solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

Apa ciri-ciri yang bisa menggambarkan arti overthinking adalah orang yang terlalu banyak berpikir dengan cara yang salah? Ini penjelasan ciri-ciri overthinking melansir Forbes:

1. Ciri-ciri overthinking adalah tidak bisa berhenti khawatir.

2. Ciri-ciri overthinking adalah sering khawatir terhadap hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.

3. Ciri-ciri overthinking adalah selalu mengingat kesalahan yang sudah lewat.

4. Ciri-ciri overthinking adalah sering mengingat kembali momen memalukan berulang kali.

5. Ciri-ciri overthinking adalah terlalu banyak berandai-andai pada kejadian tidak pernah terjadi.

6. Ciri-ciri overthinking adalah mengalami kesulitan tidur.

7. Ciri-ciri overthinking adalah tidak mampu berhenti memikirkan perkataan orang lain.

8. Ciri-ciri overthinking adalah menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan makna tersembunyi di balik perkataan orang atau peristiwa yang terjadi.

9. Ciri-ciri overthinking adalah tidak menyukai orang lain yang mengatakan sesuatu atau bertindak dengan cara yang tidak biasa.

10. Ciri-ciri overthinking adalah menghabiskan waktu memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.


Cara Mengatasi Overthinking

Stres
Perbesar
Ilustrasi overthinking. (Sumber: Pexels.com)

Mengatasi masalah overthinking adalah bukan hal mudah. Masih dalam kesempatan sama, seorang Psikolog dan peneliti Central Public Mental Health UGM, Nurul Kusuma Hidayati menegaskan hal yangs sama.

“Memang bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan overthinking,” ujarnya.

Cara mengatasi overthinking adalah harus disertai dengan tekad dan kemauan kuat. Kedua hal pokok inilah yang nantinya bisa menyadarkan diri tentang kebiasaan berpikir yang salah dan perlahan mau memperbaikinya.

Menurut Nurul, pikiran negatif belum tentu salah, tetapi yang terpenting adalah menyadari bahwa setiap orang memiliki kendali atas pikiran tersebut.

Pikiran, perasaan, dan perilaku merupakan hal yang berkaitan sehingga ketika seseorang mampu untuk berpikiran positif maka akan muncul perilaku yang positif. Bisa berpikiran positif harus dimulai dengan menilai suatu kejadian atau hal dengan respons yang positif.

Begini cara mengatasi overthinking melansir Bright Side:

1. Singkirkan Perangkat Elektronik

Menggunakan ponsel, laptop, dan tablet sebelum tidur bisa meningkatkan tingkat kecemasan dan stres, terutama jika membaca atau menonton berita atau hal lain yang membuat khawatir atau membuat otak sibuk. Selain itu, cahaya dari perangkat elektronik sangat mempengaruhi produksi melatonin dalam tubuh, membuat seseorang semakin sulit untuk tertidur.

2. Alihkan Perhatian

Setelah menyingkirkan gadget, coba memikirkan beberapa alternatif yang lebih sehat. Misalnya mencoba hobi yang menenangkan atau aktivitas santai yang paling cocok untukmu, seperti membaca, menggambar, mendengarkan musik atau memasak. 

3. Jadwalkan Waktu untuk Khawatir

Sama seperti menjadwalkan waktu untuk berbelanja, bertemu dengan teman atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Cobalah merencakan 15-30 menit dalam sehari untuk kekhawatiranmu. Luangkan waktu ini untuk pikiran yang mengganggu, dan kemungkinan besar pikiran negatif tidak akan kembali saat waktunya beristirahat.

4. Hirup Aroma Minyak Esensial Lavender

Minyak esensial lavender sering digunakan dalam aromaterapi untuk menghilangkan stres, relaksasi dan tidur yang lebih baik. Taruh beberapa tetes pada handuk atau kain, atau menambahkan sedikit minyak ke bak mandi. Pastikan berhati-hati saat menggunakannya, karena minyak atsiri bisa menyebabkan reaksi alergi.

5. Lakukan Teknik Relaksasi Otot

Gunakan teknik relaksasi ini tepat di tempat tidurmu. Satu per satu, regangkan dan kendurkan otot-ototmu, mulai dari ujung kaki hingga kepala. Latihan ini akan membantumu mengendurkan otot-otot yang tegang dan memaksamu untuk fokus pada bagian-bagian tubuh ini, yang akan mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlomba.

6. Latihan Pernapasan

Pikiran yang berpacu sering dikaitkan dengan stres dan stres membuat jantung kita berdetak lebih cepat dan meningkatkan laju pernapasan kita. Pernapasan yang lambat dan dalam bisa membantumu menenangkan diri dan menenangkan pikiranmu. Cobalah latihan dan teknik pernapasan lain yang bisa dipraktikkan kapan saja untuk mencegah stres dan kecemasan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya