Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya

Oleh Ayu Rifka Sitoresmi pada 30 Nov 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 30 Nov 2021, 17:15 WIB
Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya
Perbesar
Supreme Dimsum Hakkasan (Dok. Hakkasan)

Liputan6.com, Jakarta Dimsum adalah makanan ringan yang jadi bagian penting dari kuliner Tiongkok. Jenisnya sangat beragam, karena semua kue dan makanan pembuka bisa dikategorikan sebagai dimsum. Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau sarsi.

Dimsum yang dalam bahasa Mandarin berarti menyentuh hati adalah hidangan yang terdiri dari beberapa jenis makanan yang berukuran kecil. Ukurannya yang kecil ini, membuat dimsum pada mulanya hanya camilan untuk menemani minum teh saja. Saat ini dimsum sangat populer di kalangan masyarakat di seluruh dunia. 

Hidangan dimsum terdiri dari beberapa jenis makanan, diantaranya bakpao, fung zau atau ceker ayam, siomay, dumpling atau pangsit goreng, hakau yang berisi udang, gyoza atau pangsit kukus, dan xiaolongbao yaitu pangsit yang di dalamnya terdapat kuah. Dimsum biasanya disajikan dalam keranjang pengukus berukuran kecil yang dalam setiap keranjangnya berisi satu jenis dimsum.

Berikut ini ulasan mengenai sejarah dimsum, beserta jenis-jenis, dan cara membuatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (30/11/2021).


Sejarah Dimsum

Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya
Perbesar
Sajian dimsum yang cantik oleh Chef Ho di Shangri-La Jakarta (Dok. Shangri-La Jakarta)

Saat pertama diciptakan, dimsum adalah hidangan yang dimakan sebagai camilan untuk minum teh. Kebiasaan minum teh ini biasanya dilakukan pada pagi hari, yang disebut "yam cha" atau menyeruput teh dalam bahasa Mandarin.

Tradisi minum teh ini berasal dari wisatawan dan pedagang yang melewati jalan sutra, yaitu jalur perdagangan yang menghubungkan negara di timur dan barat. Sebab banyak orang yang melalui jalur ini, maka didirikan kedai teh yang berfungsi sebagai tempat istirahat.

Yam cha kemudian berkembang dan ditambahkan dengan berbagai camilan, salah satunya adalah dimsum. Tapi seiring berjalannya waktu, dimsum justru lebih terkenal dibandingkan dengan tradisi yam cha itu sendiri.

Hal ini dipengaruhi oleh nama dimsum yang lebih mudah diucapkan oleh orang-orang Inggris yang saat itu menduduki wilayah Hong Kong. Sebenarnya nama dimsum adalah pelafalan orang-orang Kanton pada dianxin, yang dibaca tien sin, dan mempunyai arti "sedikit menyentuh hati".

Sedangkan dalam bahasa Mandarin, dianxin dapat juga diartikan sebagai kudapan atau camilan. Sebab saat ini, dimsum justru lebih terkenal dibandingkan tradisi minum teh yam cha, maka sekarang banyak restoran yang menyajikan dimsum tanpa teh. Bahkan dimsum juga bisa kita nikmati sebagai hidangan utama yang membuat perut kenyang, tanpa ada makanan lain yang disajikan.


Jenis-Jenis Dimsum

Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya
Perbesar
Ragam varian dimsum. (dok. Millennium Hotel Sirih Jakarta)

Berikut tujuh jenis dimsum yang cukup populer, diantaranya:

1. Siu Mai (Siomai)

Siu mai (dilafalkan "shoo-my") adalah pangsit bundar berbentuk keranjang yang bagian atasnya terbuka. Siomai umumnya terbuat dari bungkusan tepung gandum tipis yang diisi dengan daging. Di Tiongkok, daging untuk isian siomai umumnya menggunakan daging babi dan udang. Namun di restoran Indonesia, daging babi biasanya diganti dengan daging ayam yang halal. Beberapa siomai juga disajikan dengan diberi taburan wortel dan telur ikan. Tak jarang ada juga siomai yang diberi taburan jamur dan keju. 

2. Xiao Long Bao

Xiao long bao juga dikenal dengan sebutan pangsit sup. Namun walau disebut pangsit sup, xiao long bao sebetulnya tidak berisi sup. Isi xiao long bao ialah potongan daging baik itu daging babi, kepiting, ataupun udang.  Xiao long bao juga dimasak dengan cara dikukus. Proses pengukusan dapat membuat kolagen dalam xiao long bao meleleh saat digigit, mengeluarkan kaldu yang gurih. 

3. Har Gao (Hakau)

Har gao atau hakau adalah pangsit berbentuk bulan sabit yang bungkusnya bening. Kulit hakau terbuat dari gandum dan tepung tapioka. Sementara, isinya biasanya memakai udang, lemak babi, dan rebung. Hakau dimasak dengan cara dikukus. Proses pengkusan yang tepat dapat membuat lemak babi dalam hakau mencair saat digigit.  

4. Bao Zi (bakpao)

Masyarakat Indonesia mengenal bao zi dengan sebutan bakpao. Namun umumnya bao zi ukurannya lebih kecil daripada bakpao. Ada beberapa jenis bakpao yang populer di Tiongkok, seperti char siu bao yang berisi daging babi serta dou sha bao yang berisi pasta kacang merah manis.

5. Mantou atau Mantau 

Jika dilihat dari tampilan, mantau sama seperti bakpao. Namun mantau tidak diisi dengan daging ataupun isian lainnya.  Mantau hanya roti biasa yang terbuat dari tepung terigu. Selain itu, penyajian mantau juga digoreng, tidak dikukus seperti bakpao. Namun beberapa keluarga China, juga menyajikan mantau dengan cara dikukus. 

6. Zheng Feng Zhua (Angsio ceker)

Walau bentuk dan bahannya jauh berbeda dengan dimsum kebanyakan, tetapi angsio ceker juga merupakan salah satu jenis dimsum. Angsio ceker dimasak dengan cara dikukus supaya rasa lebih manis, segar, dan lembut teksturnya.

7. Lo Mai Gai

Lo Mai Gai adalah salah satu jenis dimdum yang penyajiannya dengan dibungkus daun teratai. Isi hidangannya ialah nasi ketan, daging, dan sayuran.

8. Chun Juan (Spring roll atau lumpia)

Salah satu jenis dimsum goreng yang wajib dicoba ialah spring roll atau lumpia. Jenis dimsum goreng juga tak kalah populer dengan dimsum kukus. Spring roll biasanya disantap saat Tahun Baru Imlek. Bungkus tepungnya yang tipis membuat rasanya lebih gurih dan renyah. Dalam penyajiannya, spring roll umumnya disajikan dengan cocolan saus yang terbuat dari kecap Inggris.


Cara Membuat Dimsum

Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya
Perbesar
ilustrasi dimsum ceker ayam/copyright by momo2050

Setelah mengetahui jenis-jenis dimsum di atas, berikut ini ada beberapa cara membuatnya, yaitu:

1. Cara Membuat Siomay

Bahan:

- 24 lembar kulit pangsit/dimsum siap pakai

- 50 gram udang kupas

- 150 gram daging ayam

- 50 gram jamur kuping

- 1 batang daun bawang perai

- 3 sendok makan tepung kanji

- 1 sendok teh minyak wijen

- garam secukupnya

- gula pasir secukupnya

- merica secukupnya

- 1 buah wortel

Cara membuat dimsum siomay ayam udang (siewmai):

a. Cincang halus udang kupas dan daging ayam. Rajang kasar jamur kuping, kemudian rajang halus daun bawang.

b. Campur udang, daging ayam, daun bawang, dan jamur kuping. Kemudian bumbui dengan garam, gula pasir, dan merica.

c. Tambahkan tepung kanji pada adonan siomay, kemudian uleni.

d. Ambil selembar kulit pangsit, isi dengan adonan udang ayam, kemudian satukan ujung-ujungnya. Usahakan agar kulit siomay penuh dengan adonan isi, tetapi tidak sampai meluber. Hias bagian atasnya dengan wortel yang sudah diparut.

e. Panaskan panci kukusan di atas kompor, kemudian alasi sarangan dengan daun pisang. Kukus siomay selama 15 menit.

f. Sajikan somay dengan saus sambal botol, sambal bangkok, atau sambal kacang.

2. Cara Membuat Har Gao

Bahan:

- 250 gram udang kupas

- 1/2 sendok makan tepung maizena

- 1 sendok teh minyak wijen

- 1 sendok teh kecap ikan

- garam secukupnya

- merica bubuk secukupnya

Kulit:

- 100 gram tepung tangmien

- 50 gram tepung sagu

- 200 ml air panas

- 1 sendok teh minyak goreng

Cara membuat dimsum hakau:

a. Cincang udang, kemudian campurkan dengan kecap ikan dan minyak wijen. Tambahkan tepung maizena, kemudian bumbui dengan garam dan merica. Aduk hingga merata.

b. Diamkan isian udang di dalam lemari es selama 30 menit.

c. Campur tepung sagu dengan tepung tangmien. Tambahkan air panas sedikit demi sedikit dan aduk hingga menggumpal. Diamkan kurang lebih 15 menit.

d. Tambahkan minyak goreng pada adonan kulit, kemudian uleni sampai lembut.

e. Gulung adonan kulit hingga memanjang, kemudian potong-potong ukuran kecil.

f.  Ambil satu potong adonan kulit, giling tipis, kemudian cetak dengan diameter 5 cm. Masukkan adonan isi kurang lebih 1 sendok teh. Rapatkan dan kerutkan tepiannya, kemudian lem menggunakan air. Bengkokkan sedikit agar hakau berbentuk seperti perahu.

g. Panaskan panci pengukus, kemudian kukus hakau selama 5 menit di atas sarangan yang sudah dialasi daun pisang.

h. Sajikan hakau dengan saus asam manis atau sambal bangkok.

3. Cara Membuat Zheng Feng Zhua (Angsio ceker)

Bahan:

- 500 gram ceker ayam

- air es dan es batu untuk merendam ceker

- minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ceker

Bumbu presto:

- 3 siung bawang putih

- 2 butir bunga Lawang/pekak

- 1/2 sendok makan saus tiram

- 1/2 sendok makan kecap manis

- 1/2 sendok teh kecap asin

- 15 ml air jeruk nipis

- 1 sendok makan kecap asin

- gula pasir secukupnya

- garam secukupnya

- merica bubuk secukupnya

- 750 ml air

- 1 sdm angkak*

Bumbu tumis:

- 2 siung bawang putih cincang

- 1 buah cabai merah besar, iris menyerong

- 1 sdm tauco

- 1 sdm minyak wijen

- 1 sdm tepung kanji

- garam secukupnya

- gula secukupnya

Cara membuat dimsum ceker angsio:

a. Goreng ceker yang sudah dibersihkan dalam minyak panas hingga garing. Tiriskan minyak dan rendam dalam air es selama 3 jam. Masukkan ke dalam lemari es sampai proses selanjutnya.

b. Panaskan sedikit minyak. Tumis bawang putih hingga harum. Tuang larutan air jeruk dan kecap asin.

c. Rendam angkak di dalam air panas, kemudian haluskan dan ambil airnya saja.

d. Tuangi air dan masukkan semua sisa bumbu presto, termasuk sari angkak. Masak ceker yang sudah digoreng tadi sampai empuk.

e. Tumis bawang putih cincang dari bumbu tumis dengan sedikit minyak goreng. Lalu masukkan tauco dan cabai merah. Bumbui dengan gula dan garam.

f. Masukkan ceker yang sudah direbus sampai lunak, lalu tuang tepung kanji yang sudah dilarutkan. Tuangi minyak wijen, aduk sebentar, kemudian angkat.

*Catatan: Angkak adalah sejenis beras merah dari China. Bisa didapatkan di supermarket bahan makanan khusus.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya