Apa itu Estetika? Asal Usul, Filosofi, dan Pendekatannya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 17 Okt 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 17 Okt 2021, 13:45 WIB
Pecinta Seni
Perbesar
Ilustrasi Melukis Credit: pexels.com/Sincerely

Liputan6.com, Jakarta Apa itu estetika sangat erat hubungannya dengan seni. Estetika merupakan kata sifat yang berguna ketika subjek yang dibahas adalah keindahan atau seni. Apa itu estetika adalah prinsip kuno yang berkisar pada sifat keindahan.

Apa itu estetika tak hanya sekadar digunakan pada bidang seni, melainkan merupakan bagian dari studi filosofis. Estetika dapat didefinisikan secara sempit sebagai teori keindahan, atau lebih luas lagi jika digabungkan dengan filsafat seni.

Apa itu estetika didasarkan pada fakta bahwa orang lebih menyukai hal-hal yang indah. Apa itu estetika sering digunakan sebagai dasar dalam berabagai bidang seperti desain, arsitektur, dan seni.

Apa itu estetika sebenarnya merupakan studi filosofis tentang keindahan dan rasa. Berikut pengertian tentang apa itu estetika, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu(17/10/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Asal usul kata estetika

Jenis Terapi Seni
Perbesar
Ilustrasi Terapi Seni Credit: pexels.com/Jadson

Apa itu estetika berasal dari bahasa Yunani aisthetikos yang artinya keindahan, sensitivitas, kehidupan, dan berakitan dengan persepsi akal. Ia merupakan turunan dari istilah aisthanomai yang artinya "saya melihat, meraba, merasakan". Istilah ini pertama digunakan oleh ilsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk mendeskripsikan ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.

Baumgarten memilih "estetika" karena dia ingin menekankan pengalaman seni sebagai sarana untuk mengetahui. Definisi estetika Baumgarten dalam fragmen Aesthetica (1750) kadang-kadang dianggap sebagai definisi pertama estetika modern.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Apa itu estetika?

Manfaat Terapi Seni
Perbesar
Ilustrasi Terapi Seni Credit: pexels.com/Cup

Melansir Britannica, apa itu estetika merupakan sebuah studi filosofis tentang keindahan dan rasa. Estetika terkait erat dengan filsafat seni. Ia berkaitan dengan sifat seni dan konsep-konsep di mana karya seni individu ditafsirkan dan dievaluasi.

Estetika lebih luas cakupannya daripada filsafat seni yang merupakan salah satu cabangnya. Apa itu estetika tidak hanya berurusan dengan sifat dan nilai seni tetapi juga dengan tanggapan terhadap objek alam yang menemukan ekspresi dalam bahasa seni.

Estetika mengkaji respon domain afektif terhadap suatu objek atau fenomena. Penilaian nilai estetika bergantung pada kemampuan untuk membedakan pada tingkat sensorik. Dalam istilah visual, estetika mencakup faktor-faktor seperti keseimbangan, warna, gerakan, pola, skala, bentuk, dan bobot visual.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pendekatan estetika

Cara Kerja Terapi Seni
Perbesar
Ilustrasi Cara Kerja Terapi Seni Credit: pexels.com/Craig

Studi tentang estetika konsep

Pendekatan apa itu estetika bisa dilihat dari studi tentang estetika konsep atau lebih khusus, analisis "bahasa kritik", di mana penilaian tertentu dipilih dan logika serta pembenarannya ditampilkan.

Sebuah studi filosofis

Pendekatan selanjutnya adalah melalui studi filosofis tentang keadaan tertentu dari pikiran. Ini meliputi tanggapan, sikap, emosi, yang dianggap terlibat dalam pengalaman estetika.

Kajian filosofis tentang objek estetika

endekatan ini mencerminkan pandangan bahwa masalah estetika ada terutama karena dunia berisi kelas khusus objek yang kita reaksikan secara selektif dan yang kita gambarkan dalam istilah estetika. Kelas yang biasa dipilih sebagai objek estetika utama adalah yang terdiri dari karya seni.

Semua objek estetika lainnya (lanskap, wajah, objek trouvés , dan sejenisnya) cenderung dimasukkan dalam kelas ini hanya karena, dan sejauh itu, dapat dilihat sebagai seni.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Unsur estetika

[Fimela] Pameran Seni
Perbesar
Ilustrasi Pameran Seni di Singapura | unsplash.com/@ninaz

Mengutip Fimela, unsur-unsur apa itu estetika, di antaranya adalah:

Bentuk

Unsur ini juga bisa disebut dengan shape, yang berpengaruh terhadap objek. Seseorang akan beranggapan bentuk tersebut estetika, jika memiliki bentuk yang unik dan beda dari yang lainnya. Unsur bentuk terdiri dari dua jenis, yaitu dua dimensi dan tiga dimensi.

Warna

Warna bisa memberikan suatu keindahan terhadap suatu karya seni. Ia bisa meningkatkan keindahan pada suatu benda dan objek lainnya. Unsur warna yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan orang yang menggunakan karya seni tersebut.

Tema

Unsur tema adalah suatu ide dasar, gagasan awal atau pokok pikiran, yang dipikirkan dan dibuat pencipta objek atau karya seni, untuk ditujukan kepada orang lain.

Motif Hias

Selain warna, adanya unsur motif hias juga bisa menambah nilai estetika suatu objek. Motif hias ditunjukkan melalui pola atau gambar yang menjadi hiasannya pada suatu objek atau produk.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Manfaat mempelajari estetika

Estetika.
Perbesar
Ilustrasi Lukisan. (Sumber: Pixabay)

Estetika seringkali disamakan dengan keindahan. Namun, sebenarnya, estetika mencakup bauran yang lebih luas dalam filsafat. Keberadaan estetika memberi manfaat dalam berbagai aspek kehidupan. dapun beberapa manfaat dari estetika adalah sebagai berikut:

- Apa itu estetika menambah pengetahuan manusia mengenai unsur-unsur keindahan dalam seni, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

- Nenambah kemampuan manusia dalam menilai dan mengapresiasi suatu karya seni.

- Meningkatkan rasa kecintaan lengkap dengan apresiasi manusia terhadap keindahan alam, seni, dan keunikan budaya bangsanya.

- Menambah pengetahuan manusia mengenai nilai-nilai kesenian serta keindahan.

- Memupuk rasa cinta seseorang terhadap kesenian dan kebudayaan bangsa sendiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Universal estetika

Salinan Lukisan Mona Lisa Siap Dilelang, Harganya Bisa Melebihi Rp5 Miliar
Perbesar
Ilustrasi Lukisan Mona Lisa. (Mika Baumeister/Unsplash)

Filsuf Denis Dutton mengidentifikasi enam tanda universal dalam apa itu estetika manusia. Ini meliputi:

- Keahlian atau keahlian. Manusia mengolah, mengenali, dan mengagumi keterampilan artistik teknis.

- Kesenangan non-utilitarian. Orang-orang menikmati seni demi seni, dan tidak menuntut agar mereka tetap hangat atau meletakkan makanan di atas meja.

- Gaya. Objek dan pertunjukan artistik memenuhi aturan komposisi yang menempatkannya dalam gaya yang dapat dikenali.

- Kritik. Orang menilai, mengapresiasi, dan menafsirkan karya seni.

- Imitasi. Dengan beberapa pengecualian penting seperti lukisan abstrak, karya seni mensimulasikan pengalaman dunia.

- Fokus khusus. Seni dikesampingkan dari kehidupan biasa dan dijadikan fokus pengalaman yang dramatis.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya