Penyebab Kanker Rahim, Faktor Risiko, Gejala, dan Pencegahannya

Oleh Husnul Abdi pada 27 Sep 2021, 08:45 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 08:45 WIB
Kanker Rahim
Perbesar
Kanker Rahim

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kanker rahim yang dialami wanita berawal dari mutasi gen yang terjadi di lapisan sel rahim. Kanker rahim sendiri memang merupakan salah satu penyakit yang berkembang di dalam lapisan rahim.

Rahim merupakan tempat di mana janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamilan. Rahim adalah suatu organ yang terletak di antara kandung kemih dan rektum pada tubuh wanita. Dinding dari rahim disebut dengan endometrium. Di bagian bawah rahim, terdapat organ yang menghubungkan dengan vagina, yaitu serviks atau leher rahim.

Penyebab kanker rahim ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti keturunan hingga kondisi kesehatan tubuh. Kanker rahim terdiri dari dua jenis, yaitu sarkoma uterus dan salah satunya yang paling sering terjadi adalah kanker endometrium.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/9/2021) tentang penyebab kanker rahim.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyebab Kanker Rahim

Kanker Rahim
Perbesar
Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim pada wanita adalah mutasi gen yang terjadi di lapisan sel rahim. Terjadinya mutasi ini menyebabkan sel-sel tubuh yang sehat menjadi rusak. Sel-sel tubuh sehat yang rusak ini akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor. Tidak hanya itu, sel-sel rusak ini dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan organ tubuh lainnya. 

Penyebab kanker rahim pada wanita bisa dialami oleh setiap wanita terlepas dari usianya. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko sesorang terkena penyakit tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Faktor Risiko Penyebab Kanker Rahim

Berikut beberapa faktor risiko penyebab kanker rahim pada wanita:

Keturunan

Faktor risiko penyebab kanker rahim pada wanita yang pertama adalah faktor keturunan. Jika kamu memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker rahim, atau kanker pada organ pencernaan dan reproduksi, maka peluang kamu terkena kanker rahim akan semakin besar.

Usia

Selain itu, faktor usia juga dapat menjadi salah satu penyebab kanker rahim pada wanita. Risiko untuk terkena kanker rahim semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Kebanyakan kasus kanker rahim diderita oleh wanita berusia 40 tahun ke atas. Sangat sedikit yang mengalami kasus kanker rahim pada usia di bawah 40 tahun.

Pernah Menderita Kanker Payudara atau Ovarium

Selain itu, kamu juga berisiko mengalami kanker rahim bila kamu sebelumnya pernah mengalami kanker jenis lainnya, seperti kanker payudara atau ovarium. Jadi berhati-hatilah dengan kesehatan kamu dengan secara teratur memeriksakan diri ke dokter.

Belum Pernah Hamil dan Melahirkan

Orang yang belum pernah hamil atau melahirkan memiliki kemungkinan terserang kanker rahim lebih tinggi. Hal ini karena kehamilan dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Faktor Risiko Penyebab Kanker Rahim

Faktor-faktor Risiko Kanker Rahim
Perbesar
Faktor-faktor Risiko Kanker Rahim (Sumber: Pexels)

Obesitas atau Berat Badan Berlebih

Faktor risiko penyebab kanker rahim pada wanita selanjutnya adalah, obesitas. Obesitas adalah faktor risiko yang paling utama dan berkaitan erat dengan perubahan hormon tubuh. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak juga dapat memproduksi estrogen.

Semakin tinggi jumlah lemak di dalam tubuh juga akan semakin besar pula jumlah estrogen yang dihasilkan, yang tentunya dapat memicu berkembangnya sel-sel kanker di dalam organ reproduksi, terutama rahim.

Menjalani Terapi Hormon

Menjalani terapi hormone atau menggunakan Tamoxiven merupakan salah astu penyebab kanker rahim pada wanita. Tamoxifen adalah obat yang berperan sebagai anti-estrogen di jaringan payudara, dan digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker payudara.

Walaupun dapat mengobati kanker payudara, ternyata konsumsi obat ini dapat menimbulkan efek dinding rahim menebal. Hal inilah yang menjadi penyebab kanker rahim pada wanita.

Perubahan Hormon Estrogen Karena Menopause

Faktor risiko penyebab kanker rahim pada wanita selanjutnya adalah perubahan hormone estrogen karena menopause. Ovarium dalam tubuh wanita akan berhenti memproduksi hormon estrogen, setelah memasuki fase menopause. Namun, hormon ini tetap diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit, terutama oleh sel-sel jaringan lemak.

Estrogen dari jaringan lemak dapat memicu terjadinya mutasi sel di dalam rahim, sehingga risiko terjadinya kanker setelah masa menopause pun lebih tinggi.

Hiperplasia Endometrium

Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium. Jika kamu pernah mengalami kondisi ini, baik dalam tingkatan ringan maupun sedang, kamu berisiko terkena kanker rahim.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gejala Kanker Rahim

Untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker rahim, tentunya kamu harus mengetahui gejalanya. Tanda-tanda dan gejala kanker rahim terkadang tidak dirasakan oleh beberapa pasien. Namun, gejala yang paling sering terjadi adalah pendarahan tidak wajar dari vagina, apalagi jika penderita telah melewati masa menopause.

Berikut adalah gejala awal dari penyakit kanker rahim:

- Pendarahan setelah menopause

- Pendarahan yang terlalu banyak

- Sakit panggul

- Nyeri perut yang sering muncul

- Pendarahan terjadi di antara siklus menstruasi

- Keluar cairan berwarna dan berbau tidak sedap dari vagina

- Rahim terasa membesar, hingga teraba di area panggul

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pencegahan Kanker Rahim

Olahraga
Perbesar
Olahraga

Cara mencegah kanker rahim adalah dengan menghindari berbagai faktor risikonya. Hal ini menjadi salah satu cara terbaik dalam pencegahan kanker rahim, walaupun kanker ini tidak dapat dicegah sepenuhnya.

Kmau juga bisa melakukan tindakan pencegahan berikut:

- Mempertahankan berat badan ideal dengan rajin berolahraga.

- Menjaga kadar gula darah tetap normal dan rutin memeriksa kadar gula darah bila menderita diabetes.

- Mengonsumsi makanan dan minuman pencegah kanker.

- Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin, seperti pap smear.

- Konsultasikan dulu dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya sebelum memilih alat kontrasepsi yang tepat.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya