Impor adalah Kegiatan Memasukkan Barang dari Luar Negeri, Ini Faktor Pendorongnya

Oleh Laudia Tysara pada 26 Sep 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 15:30 WIB
Ratusan Ribu Ton Beras Tak Terpakai di Gudang Bulog
Perbesar
Pekerja menata susunan karung beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Kamis (18/3/2021). Seperti diketahui, saat ini Perum Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan tahun 2018 lalu. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa untuk perdagangan internasional. Aktivitas impor adalah biasanya dilakukan dalam skala besar dan didampingi oleh bea cukai. Pemerintah umumnya menetapkan tarif pajak untuk setiap produk impor adalah pada para importir.  

Aktivitas impor adalah menurut laman website resmi Bea Cukai Meulabon, kegiatan memasukkan barang ke dalam daeran pabean. Bisa diartikan pula, impor adalah kegiatan memasukkan barang dari suatu negara ke dalam wilayah pebean negara lain.

Masih dalam keterangan yang sama, impor adalah bagian dari upaya negara memperkuat neraca pembayaran dan mengurangi pengeluaran devisa ke luar negeri. Meski begitu, kegiatan impor adalah menjadikan produk atau barang yang masuk mempunyai harga yang lebih mahal ketimbang produk lokal atau dalam negeri.

Berikut Liputan6.com ulas tentang kegiatan impor lebih jauh dari berbagai sumber, Minggu (26/9/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dasar Hukum Impor di Indonesia

FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan ekspor barang dan jasa kuartal II/2020 kontraksi 11,66 persen secara yoy dibandingkan kuartal II/2019 sebesar -1,73. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kegiatan impor adalah memungkinkan suatu negara bisa mendapatkan bahan baku, barang, hingga jasa dengan jumlah terbatas di dalam negeri dan tidak bisa dihasilkan di dalam negeri. Tak hanya itu, impor adalah memungkinkan negara memperoleh keuntungan.

Impor adalah membuat negara bisa mendapatkan harga lebih murah daripada barang atau jasa yang sama diproduksi di dalam negeri. Jenis barang impor adalah barang konsumsi, barang jadi, barang modal, bahan baku, dan bahan penolong.

Misalnya saja kegiatan impor adalah berupa bahan pokok gula, beras, garam, dan baja yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Impor adalah didasarkan pada hukum Tatalaksana Impor diatur dalam Keputusan Direktur Jendral Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003, Tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di bidang impor dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di bidang impor.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keuntungan Kegiatan Impor

Stop Impor Gula, Petani Tabur Gula Rafinasi
Perbesar
Perwakilan petani tebu menuliskan kata kata saat berunjuk rasa di sekitar depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10). Puluhan perwakilan petani tebu berunjuk rasa menuntut pemerintah menyetop impor gula. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

1. Peluang kerja yang terbuka luas

Manfaat yang pertama dari kegiatan impor adalah terbukanya peluang kerja yang sangat luas. Hal ini dikarenakan perdagangan internasional membantu menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan melalui pembangunan industri-industri baru guna memenuhi permintaan produk di berbagai negara.

Tentunya hal ini akan membantu negara-negara untuk menurunkan tingkat pengangguran. Dengan begitu, buat seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

2. Memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan

Salah satu impor adalah menambah pasar bagi perusahaan. Hal ini dilakukan dengan memproduksi secara optimal, tanpa takut kelebihan produksi dan harga jual yang turun.

Dengan adanya perdangan internasional pengusaha bisa menjalankan mesin-mesin produksinya secara maksimal dan menjual kelebihan produk yang dihasilkan ke luar negeri. Dengan begitu, tingginya produktivitas akan meningkatkan pendapatan.

3. Membuat hubungan baik antarnegara

Manfaat lain impor adalah yang bisa dirasakan dari perdagangan internasional, terjalinnya hubungan baik antar negara. Hubungan baik tentu akan dibuat oleh negara-negara yang berpartisipasi. Setelah itu, kerjasama-kerjasama lainnya juga bisa dijalankan oleh negara tersebut.

4. Meningkatkan kemakmuran suatu negara

Perdagangan internasional atau kegiatan impor adalah memiliki peranan untuk menaikkan pendapatan dari masing-masing negara yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan negara yang kelebihan dan kekurangan akan suatu barang dapat menjual dan memperoleh barang yang dibutuhkan.

Adanya kegiatan ini maka akan membuat kebutuhan terpenuhi dan membuat pendapatan menjadi meningkat. Sehingga dengan adanya peningkatan pendapatan negara akan meningkatkan kemakmuran suatu negara yang bersangkutan.

5. Kebutuhan hidup semakin mudah terpenuhi

Adanya kegiatan impor adalah akan memudahkan setiap negara untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak diproduksi oleh negara tersebut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan di setiap negara pasti memiliki kekayaan sumber dayanya masing-masing.

Misalnya saja kondisi geografis, iklim, tingkat penguasaan iptek, dan lain sebagainya. Ini semua nantinya bisa dikembangkan dengan memproduksi produk-produk di setiap negaranya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Faktor Pendorong Kegiatan Impor

20161018-Ekspor Impor RI Melemah di Bulan September-Jakarta
Perbesar
Sejumlah truk peti kemas di area JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). BPS mencatat, nilai ekspor September 2016 sebesar US$ 12,51 miliar, turun 1,84% dibanding bulan sebelumnya dan turun 0,59% (yoy). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Perbedaan Kondisi Geografis

Perbedaan kondisi geografis merupakan faktor pendorong perdagangan internasional selanjutnya. Setiap negara memiliki keadaan geografis yang berbeda dengan negara lain yang menyebabkan perbedaan pada sumber daya yang dihasilkan.

Misalnya saja dahulu rempah-rempah hanya didapatkan di wilayah tropis seperti Indonesia, sehingga Indonesia menjadi satu-satunya pemasok rempah-rempah terbesar di beberapa negara barat.

Perbedaan antar negara inilah yang membuat perdagangan internasional tersebut terjadi tentunya agar masing-masing yang bekerjasama dapat merasakan manfaatnya.

2. Transportasi Antar Negara

Perkembangan teknologi, kini semakin mempermudah transportasi antar negara. Untungnya lagi, transportasi ini pun dapat menjadi faktor pendorong perdagangan Internasional.

Transportasi yang sudah canggih, memungkinkan transaksi lebih cepat dilakukan antar negara. Membeli barang impor rasanya sudah lumrah karena tidak sulit.

3. Saling Membutuhkan

Memiliki perasaan saling membutuhkan merupakan faktor pendorong perdagangan Internasional yang umum sekali. Saling membutuhkan, membuat setiap negara mempermudah ekspor-impor. Entah itu berupa barang maupun jasa.

Salah satu contohnya adalah ekspor kopi Indonesia ke Turkey yang terkenal dengan coffee shop-nya. Sementara Indonesia melakukan impor anggur terbaik Turkey karena kualitas anggur di sana lebih baik kualitasnya.

4. Adanya Pasar Bebas

Kebebasan ekonomi atau liberalism sudah mulai ditanamkan dalam perdagangan internasional. Hal ini membuat siapa saja berhak meningkatkan dan memperluas pasarnya untuk menjual belikan produk lintas negara.

Pasar bebas dibutuhkan untuk meningkatkan kerja sama antar negara yang berpeluang menambah pendapatan negara. Kebebasan ekonomi menjadi pemicu individu maupun kelompok untuk berlomba-lomba menambah pasar dan meningkatkan produksi.

5. Kebijakan Pemerintah

Adanya kebijakan pemerintah merupakan faktor yang memengaruhi perdagangan internasional selanjutnya. Pemerintahan di suatu negara dapat memiliki pengaruh besar terhadap neraca perdaganannya.

Hal ini disebabkan karena kebijakannya mengenai subsidi eksportir, pembatasan impor, atau kurangnya penegakan hukum terhadap pembajakan. Hal ini jelas akan berpengaruh terhadap perdagangan internasional.

6. Perbedaan Teknologi

Perbedaan teknologi menyebabkan suatu negara yang hanya bisa menghasilkan barang mentah harus mengekspor ke negara lain untuk diolah dan diimpor kembali ke negaranya dengan harga lebih mahal.

Begitu juga sebaliknya, apabila suatu negara hanya maju dalam teknologi saja tanpa adanya pasokan sumber daya alam maka ia membutuhkan bantuan dari negara lain. Inilah peran suatu bentuk perdagangan internasional yang saling menguntungkan.

7. Perbedaan Sumber Daya Alam

Perbedaan sumber daya alam dapat menjadi faktor pendorong perdagangan Internasional. Sumber daya ini erat kaitannya dengan letak geografis setiap negara.

Pada dasarnya, Sumber Daya Alam atau SDA merupakan sumber utama yang dimiliki negara. Memiliki tenaga kerja yang baik tetapi tidak memiliki sumber daya alam, mungkin akan terhambat.

Begitu juga sebaliknya, memiliki sumber daya alam yang mumpuni tetapi tenaga kerja tidak mencukupi maka akan sia-sia saja. Indonesia kaya rempah dan aneka macam tanaman, tetapi Australia kaya hewan ternak, seperti itulah perbedaan berdasarkan geografis.

8. Perbedaan Iklim

Perbedaan iklim setiap negara cukup mencolok dan ternyata dapat menjadi faktor pendorong perdagangan Internasional. Iklim membuat suatu wilayah memiliki tingkat kesuburan tanah dan produksi suatu barang tidak dapat dilakukan maksimal.

Sebagai contoh, kondisi iklim Indonesia sebagai produsen tempe terbesar di dunia tidak bisa maksimal dan untung berlimpah karena kualitas kedelai hasil bumi Indonesia jelek. Untuk meningkatkan kualitas, produksi tempe harus impor dari negara dengan kualitas kedelai baik.

9. Perluasan Target Pasar

Memproduksi barang dengan skala yang besar secara sengaja dengan alasan perluasan target pasar adalah hal yang baik. Pasalnya, hal ini dapat menjadi faktor pendorong perdagangan Internasional.

Perluasan target pasar yang dilakukan dalam negeri pada dasarnya tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Justru jika tidak diperluas, efek penumpukan barang akan terjadi dan menyebabkan kerugian.

10. Inflasi

Inflasi merupakan faktor yang memengaruhi perdagangan internasional. Pada suatu negara dengan tingkat inflasi meningkat terhadap negara-negara tujuan perdagangannya, maka transaksi diperkirakan akan menurun.

Namun hal ini dianggap wajar. Konsumen dan perusahaan di negara tersebut kemungkinan besar akan membeli lebih banyak barang di luar negeri (karena inflasi lokal yang tinggi), sementara ekspor negara tersebut ke negara lainnya akan menurun.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya