WHO adalah Lembaga Kesehatan di Bawah PBB, Berikut Tugas-tugasnya

Oleh Husnul Abdi pada 17 Sep 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 18:30 WIB
World Health Organization (WHO).
Perbesar
World Health Organization (WHO). Dok: WHO

Liputan6.com, Jakarta WHO adalah singkatan dari World Health Organization, sebuah organisasi internasional yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di Indonesia, WHO dikenal juga dengan sebutan Organisasi Kesehatan Dunia.

WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia ini memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan dan kebijakan dalam penanganan kesehatan masyarakat dunia. Namun, organisasi internasional di bawah PBB ini hanyalah lembaga penasihat. 

WHO adalah lembaga yang bisa membuat rekomendasi bagi negara-negara anggota untuk meningkatkan kesehatan warga dan mencegah penyebaran wabah penyakit. Namun, organisasi ini tidak punya kekuatan memaksa rekomendasi tersebut.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (17/9/2021) tentang WHO adalah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

WHO adalah

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Perbesar
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Liputan6/AFP)

WHO adalah salah satu badan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional. WHO adalah organisasi internasional yang didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Hari lahirnya WHO ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Dunia. WHO adalah singkatan dari World Health Organization, sebuah lembaga yang bermarkan di Jenewa, Swiss. WHO atau Organisasi Kesehatan dunia memiliki seorang direktur jenderal, yang sekarang ini dijabat oleh Tedros Adhanom dari Etiopia (menjabat mulai 1 Juli 2017).

Konstitusi WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO adalah agar semua orang mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan. Sementara itu, tugas utama WHO adalah membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah menyebar luas. Hal ini tentunya terlihat semenjak adanya pandemi COVID-19 pada tahun 2019 lalu.

Selain mengatur usaha-usaha internasional untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular, seperti SARS, malaria, tuberkulosis, flu babi, dan AIDS, WHO juga mensponsori program-program yang bertujuan mencegah dan mengobati penyakit-penyakit tersebut.

WHO juga mendukung perkembangan dan distribusi vaksin yang aman dan efektif, diagnosa penyakit dan kelainan, dan obat-obatan. Ditambah lagi dalam tugasnya memusnahkan penyakit, WHO juga melaksanakan berbagai kampanye yang berhubungan dengan kesehatan. Contohnya, untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran di seluruh dunia dan berusaha mengurangi penggunaan tembakau.

WHO adalah lembaga internasional yang tentunya sudah melakukan berbagai peran dalam kesehatan internasional. Setelah sekitar dua dekade (dua puluhan tahun) melawan variola, pada 1980 WHO menyatakan musnahnya penyakit cacar (variola), penyakit pertama dalam sejarah yang dimusnahkan dengan usaha manusia. Selain itu, WHO menargetkan untuk memusnahkan polio dalam kurun waktu beberapa tahun lagi. Organisasi ini sudah meluncurkan HIV/AIDS Toolkit untuk Zimbabwe (dari 3 Oktober 2006), dengan standar internasional.

Para ahli bertemu di kantor pusat WHO di Jenewa pada bulan Februari 2007 dan melaporkan bahwa usaha mereka pada perkembangan vaksin influenza yang pandemik telah mencapai kemajuan yang bagus. Lebih dari 40 percobaan klinik telah selesai atau sedang berlangsung. Kebanyakan difokuskan pada orang dewasa yang sehat. Beberapa perusahaan, setelah menyelesaikan analisis keamanan pada orang dewasa, telah memulai percobaan klinik pada orang lanjut usia dan anak-anak. Sejauh ini semua vaksin aman dan dapat ditoleransi tubuh (diterima tubuh) pada semua tingkat usia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tugas WHO

Lembaga yang berada di bawah naungan PBB ini bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai lembagan untuk mewujudkan kesehatan yang berkelanjutan bagi semua orang.

bertugas menanggulangi kesehatan dengan cara

- Membantu melakukan pembatasan terhadap penyakit-penyakit menular.

- Memberikan bantuan kesehatan kepada negara-negara yang membutuhkan.

- Memutuskan kapan harus membunyikan "alarm global" semasa wabah.

- Mengurangi kematian di lapangan.

- Menghapuskan penyakit yang bisa diatasi oleh vaksin, seperti polio.

- Menangani epidemi global obesitas dan diabetes.

- Membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan anak, dan mengurangi jumlah kematian ibu dan anak dalam persalinan.

- Menetapkan rencana riset dan pengembangan skala global untuk mencari cara perawatan dan vaksin.

- Mendorong dan membantu pelaksanaan penelitian-penelitian dalam bidang kesehatan. Hal ini dilakukan juga dengan mengirim ahli ke pusat penyakit untuk mendapatkan data agar bisa memahami penyakit lebih jauh.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fungsi WHO

WHO Umumkan Virus Corona Pandemi Global
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 11 Maret 2020. WHO menyatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "pandemi" karena virus tersebut telah menyebar semakin luas ke seluruh dunia. (Xinhua/Chen Junxia)

Setiap negara bisa menjadi anggota WHO tanpa terkecuali. Saat ini WHO memiliki 193 negara anggota. WHO bekerja di seluruh dunia untuk mempromosikan kesehatan, menjaga keselamatan dunia, dan melayani mereka yang rentan. Untuk menjalankan kegiatannya, WHO mendapatkan sokongan dana dari para negara anggota dan kontribusi dari para donatur sukarela.

Menurut deklarasi WHO 1948, Organisasi Kesehatan Dunia ini memiliki beberapa fungsi yang di antaranya adalah sebagai berikut:

- Bertindak, mengarahkan dan mengoordinir kewenangan otoritas dalam upaya kesehatan internasional.

- Membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Fokus pada perawatan kesehatan primer untuk meningkatkan akses ke layanan esensial berkualitas.

- Bekerjasama dengan badan-badan khusus lain jika perlu, untuk mencegah terjadinya kerugian nyata terkait dengan kesehatan masyarakat dunia.

- Membantu perkembangan kesehatan mental, terutama yang memengaruhi keselarasan hubungan antarmanusia.

- Mempromosikan dan melakukan riset dalam bidang kesehatan.

- Bekerja menuju pembiyaan yang berkelanjutan dan perlindungan keuangan.

- Meningkatkan akses ke obat-obatan esensial dan produk kesehatan.

- Melatih tenaga kesehatan dan memberi nasihat tentang kebijakan tenaga kerja.

- Mendukung partisipasi masyarakat dalam kebijakan kesehatan nasional.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya