PPKM Level 4 Diperpanjang atau Tidak, Ini Hasil Evaluasi dan Saran Pengamat

Oleh Laudia Tysara pada 06 Sep 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 06 Sep 2021, 13:15 WIB
Suasana Penyekatan PPKM Darurat di Jalan Basuki Rahmat
Perbesar
Mobil ambulans diizinkan melintas saat penyekatan mobilitas di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta pengendara yang memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). (merdeka.com/Iqbal S Nu

Liputan6.com, Jakarta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 akan berakhir 6 September 2021. Pengamat menyarankan pemerintah tidak buru-buru melakukan pelonggaran atau PPKM level 4 sebaiknya diperpanjang sepekan.

Koordinator Nasional Forum Solidaritas Kemanusiaan Sudirman Said sesuai pernyataan yang diterima Liputan6.com, Sabtu 5 September 2021, bila dari hasil evaluasi PPKM level 4 masih terjadi penyebaran kasus baru, risiko untuk terjadinya gelombang kasus covid-19 masih ada. Sebaiknya tak usah terburu-buru.

Bagaimana hasil evaluasi PPKM level 4 yang berakhir 6 September 2021?

Data Kementerian Kesehatan pada Minggu (5/9/2021) sekaligus menunjukkan hasil evaluasi PPKM level 4, kasus konfirmasi positif COVID-19 per hari ini bertambah sebanyak 5.403 dan angka kesembuhan bertambah 10.191.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi melalui pernyataan tertulis yang diterima Liputan6.com pada Sabtu, 4 September 2021 menjelaskan kepatuhan protokol kesehatan (prokes) naik selama PPKM diperpanjang.

"Capaian positif tersebut harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Meskipun kasus COVID-19 mulai melandai, masyarakat tidak boleh abai," terang Sonny.

Berikut Liputan6.com ulas tentang hasil evaluasi PPKM level 4 yang berakhir 6 September 2021 dan saran pengamat dari berbagai sumber, Senin (6/9/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hasil Evaluasi PPKM Level 4 yang Berakhir 6 September 2021

Imbas Penyekatan, Kemacetan Panjang Terjadi di Ruas Jalan Pemuda
Perbesar
Aparat kepolisian melakukan penyekatan kendaraan saat PPKM Darurat di Pemuda, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). Polda Metro Jaya menambahkan penyekatan 100 titik yang ada di Jakarta dan sekitarnya pada hari ini hingga mengakibatkan kemacetan parah di ruas tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)

1. Angka Kasus Positif COVID-19 Bertambah 5.401

Data Kementerian Kesehatan pada Minggu (5/9/2021) sekaligus menunjukkan hasil evaluasi PPKM level 4, kasus konfirmasi positif COVID-19 per hari ini bertambah sebanyak 5.403, dengan total akumulatif sebanyak 4.129.020 orang.

2. Angka Kesembuhan COVID-19 Bertambah 10.191

Dari data tersebut angka kesembuhan COVID-19 bertambah sebanyak 10.191 kasus. Sehingga, jumlah akumulatifnya mencapai 3.837.640 kasus.

Berdasarkan data tersebut, Jawa Tengah menduduki posisi pertama atau terbanyak dengan total kesembuhan mencapai 1.042 kasus. 9 provinsi lainnya dengan laporan penambahan kasus sembuh terbanyak dari hasil evaluasi PPKM level 4 yang berakhir 6 September 2021.

DI Yogyakarta (981), Jawa Timur (879), Jawa Barat (804), Kalimantan Timur (649), Kalimantan Selatan (576). Kemudian di Sumatera Utara (532), Riau (518), Kalimantan Utara (507), Bali (457), dan Sulawesi Selatan (379).

3. Angka Kematian Menurun Menjadi 392

Angka kematian yang menjadi hasil evaluasi PPKM level 4 yang berakhir 6 September 2021 menurun dibandingkan hari sebelumnya menjadi 392, dengan total akumulatif 135.861 orang meninggal dunia.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini mencapai 171.885 spesimen dan suspek sebanyak 264.081.

Meski demikian, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menjadi hasil evaluasi PPKM level 4, provinsi Jawa Tengah tercatat melaporkan kasus kematian paling tinggi yakni 89 orang. Saat ini jumlah kumulatifnya mencapai 27.710 kasus.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hasil Evaluasi PPKM Level 4 yang Berakhir 6 September 2021

FOTO: Hari Pertama Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta
Perbesar
Polisi dan petugas Dinas Perhubungan mengatur arus lalu lintas saat pemberlakuan sistem ganjil genap di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Kebijakan ini menggantikan penyekatan PPKM di delapan ruas jalan Ibu Kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)

4. Pencapaian Vaksinasi Dosis Kedua 38,2 Juta Jiwa

Sebanyak 38.223.153 (38,22 juta) warga Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua hingga 5 September 2021 yang sekaligus menjadi hasil evaluasi PPKM level 4. Data tersebut diperoleh dari hasil laporan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

"Sedangkan warga yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama menjadi 66.782.673 (66,78 juta) orang, setelah mengalami kenaikan sebanyak 429.004 orang," demikian dilaporkan Satgas Penanganan Covid-19, melansir Antara.

Dari angka tersebut, jumlah warga yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bertambah 192.501 orang. Selain itu, jumlah vaksinasi Covid-19 dosis ketiga yang diberikan kepada garda terdepan yaitu tenaga kesehatan, bertambah 6.482 orang.

5. Kepatuhan Memakai Masker Naik

Data Bersatu Lawan COVID-19 per 4 September 2021 yang sekaligus menjadi hasil evaluasi PPKM level 4, skor (angka 1-10) kepatuhan memakai masker meningkat, dari 7,72 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,88 di 20 Agustus-3 September 2021.

6. Kepatuhan Jaga Jarak Meningkat

Skor kepatuhan jaga jarak yang menjadi hasil evaluasi PPKM level 4 yang berakhir 6 September 2021 meningkat, dari 7,53 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,75 pada periode 20 Agustus-3 September 2021. Skor kepatuhan mencuci tangan meningkat, dari 7,64 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,86 pada periode 20 Agustus-3 September 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saran Pengamat, PPKM Level 4 yang Berakhir 6 September 2021 Diperpanjang

Ganjil Genap Gantikan Penyekatan di Jakarta
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (11/8/2021). Mulai 12 Agustus 2021, Polda Metro Jaya bakal kembali menerapkan aturan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota dan meniadakan kebijakan penyekatan yang diterapkan selama PPKM Level 4. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Koordinator Nasional Forum Solidaritas Kemanusiaan Sudirman Said, bila dari hasil evaluasi PPKM level 4 masih terjadi penyebaran kasus baru, risiko untuk terjadinya gelombang kasus covid-19 masih ada. Sebaiknya tak udah terburu-buru mencabut status pandemi.

"Karena itu memang tidak sebaiknya buru-buru melonggarkan aturan. Untuk kembali ke masa normal dimana masyarakat bebasa beraktivitas, kelihatannya masih harus bersabar," jelasnya, Minggu (5/9/2021).

Menurut Sudirman, pancabutan status pandemi harus dibarengi dengan situasi yang benar-benar membaik. Selama mobilitas masyarakat masih tinggi dan protokol kesehatan kendor, tentu bisa membahayakan.

Di samping itu, pentingnya percepatan vaksinasi juga menjadi kunci untuk meminimalisir penularan Covid-19. Bila vaksinasi cakupannya sudah cukup luas, dan sebagian warga sudah mendapatkan vaksin, pasti risiko penularan akan berkurang.

"Kebiasaan baru untuk tetap menjaga prokes (normal baru) juga akan turut menjaga risiko itu. Masyarakat pasti sudah banyak belajar bagaimana menjaga diri agar tidak tertular. Semoga ada penyesuaian pola hidup menjadi perilaku baru untuk hidup bersama covid-19,” tambahnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saran Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO)

Pembatasan Perjalanan Kereta Api selama PPKM Darurat
Perbesar
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA) selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) serta banyak negara di dunia termasuk Indonesia, bersepakat bahwa pandemi tidak akan segera berakhir. Warga dunia harus siap untuk hidup bersama COVID-19 dalam jangka panjang.

Terlebih, para ilmuwan juga sudah memprediksi potensi pandemi menjadi endemi atau penyakit yang selalu ada di populasi atau wilayah tertentu. Oleh karena itu, memakai masker dan melakukan vaksinasi merupakan bagian dari persiapan menuju tatanan kehidupan baru yang berdampingan dengan COVID-19.

“Langkah transisi dan adaptasi mesti mulai kita persiapkan untuk era gaya hidup baru tersebut, yaitu gaya hidup sehat meski berdampingan dengan COVID-19,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Kondisi penanganan COVID-19 di Indonesia yang sudah membaik membuat sebagian kegiatan sosial dan ekonomi dibuka secara bertahap. Namun, agar tidak memicu kenaikan kasus maka penegakkan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

“Terutama adalah melakukan vaksin dan menggunakan masker. Keduanya menjadi satu paket ikhtiar setiap individu untuk bisa hidup sehat berdampingan dengan COVID-19," kata Plate.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya