Penyebab Jerawat di Tengkuk Leher, Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 10 Agu 2021, 11:50 WIB
Diperbarui 10 Agu 2021, 11:50 WIB
Sakit Punggung
Perbesar
Ilustrasi tengkuk Credit: pexels.com/Harry

Liputan6.com, Jakarta Penyebab jerawat di tengkuk kerap menimbulkan ketidaknyamanan. Jerawat adalah kondisi kulit yang bisa muncul di mana saja, selain di wajah. Jerawat bisa muncul di punggung, dada, leher, dan tengkuk.

Penyebab jerawat di tengkuk bukanlah hal yang aneh. Tengkuk adalah area yang rawan berkeringat dan lembap. Jerawat mungkin muncul di leher dan tengkuk jika sel-sel kulit tersumbat. Ini membuat penyebab jerawat di tengkuk sering terjadi.

Penyebab jerawat di tengkuk terkait dengan kebersihan di sekitar leher dan rambut. Penyebab jerawat di tengkuk ini sebenarnya bisa dihindari. Sebagian besar penyebab jerawat di tengkuk juga bisa diatasi dengan menjaga kebersihan kulit.

Berikut penyebab jerawat di tengkuk, cara mengatasi, dan pencegahannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(10/08/2021).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penyebab jerawat secara umum

Ilustrasi jerawat
Perbesar
Ilustrasi jerawat. Sumber foto: pixabay.com/Kjerstin Michaela Haraldsen.

Penyebab jerawat secara umum, termasuk pada leher terjadi ketika folikel rambut tersumbat dengan minyak berlebih dan sel kulit mati. Kulit manusia memiliki pori-pori yang terhubung dengan kelenjar minyak di bawah kulit. Folikel menghubungkan kelenjar ke pori-pori.

Jerawat tumbuh ketika folikel ini tersumbat, dan minyak menumpuk di bawah kulit. Sel-sel kulit, sebum, dan rambut dapat menggumpal menjadi sumbat. Sumbat ini terinfeksi bakteri, dan terjadi pembengkakan. Jerawat mulai berkembang ketika sumbat mulai rusak.

Jerawat dapat muncul di banyak bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, punggung, dan bahu. Tidak jarang jerawat berkembang di leher, terutama di sekitar tengkuk. Jerawat bisa ringan, yang dapat menyebabkan komedo putih atau komedo hitam. Jerawat yang lebih teriritasi dapat bermanifestasi sebagai papula, pustula, kista, atau nodul.


Penyebab jerawat di tengkuk

Atasi Tekanan dan Nyeri Otot
Perbesar
Ilustrasi tengkuk Credit: pexels.com/Carolina

Penyebab jerawat di tengkuk biasanya terkait dengan kebersihan. Namun, tak menutup kemungkinan, penyebab jerawat di tengkuk dipicu oleh hormon, penggunaan produk, atau pengobatan tertentu. Berikut penyebab jerawat di tengkuk:

- Tidak mencuci kulit tengkuk secara teratur dengan air hangat dan sabun

- menggosok, menggaruk, atau eksfoliasi kulit terlalu keras

- hormon yang berfluktuasi, terutama selama masa pubertas dan menstruasi

- menerapkan perawatan kulit, losion, krim, atau tabir surya yang menyumbat pori-pori

- menggunakan sampo, kondisioner, sabun mandi, atau sabun yang mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti pewangi buatan, perasa, dan bahan kimia yang mendorong pembentukan busa

- berolahraga atau berkeringat dan tidak membersihkan kulit setelahnya

- memakai kain yang gatal atau mengiritasi

- terlalu jarang keramas

- minum obat tertentu

- menyentuh atau menggosokkan rambut ke leher, terutama rambut yang tidak pernah dikeramas

- pakaian atau peralatan olahraga yang menggesek atau memberi tekanan pada leher, seperti tali bra, kerah, tali dagu, atau helm

- pakaian kotor bersentuhan dengan leher

- pisau cukur yang tumpul atau kekurangan pelumas saat bercukur

- tidak secara teratur atau benar mengeksfoliasi leher setelah bercukur

- kalung dan perhiasan lain yang mungkin mengenai leher, terutama yang terbuat dari plastik, logam palsu, dan beberapa bahan nabati

- pakaian yang tidak berpori, seperti poliester dan rayon


Cara mengatasi jerawat di tengkuk

[Fimela] Atasi Sakit Punggung
Perbesar
Ilustrasi tengkuk| unsplash.com

Jerawat kecil akan hilang setelah beberapa hari. Pengobatan rumahan seringkali dapat membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat. Berikut cara mengatasi jerawat di tengkuk:

- mencuci area tengkuk dan leher dengan lembut dengan sabun dan air hangat dua kali sehari

- mengoleskan kompres panas atau kain ke area tengkuk dan leher selama 10-15 menit beberapa kali sehari untuk menarik kotoran yang terperangkap ke permukaan pori

- menghindari menyentuh, mengorel, atau menggaruk jerawat dan kulit di sekitarnya

- meminimalkan paparan jerawat terhadap sinar matahari, angin, dan kelembapan

- melonggarkan tali pakaian atau peralatan olahraga untuk menghindari tekanan pada jerawat dan kulit di sekitarnya

- hindari mencukur seluruh area sekitar jerawat sampai sembuh

Obat-obatan

Jerawat juga bisa diatasi dengan obat yang dijual bebas. toner, krim, dan gel OTC untuk jerawat biasanya mengandung antara 0,025 dan 10 persen dari asam salisilat, benzoil peroksida, asam alfa hidroksi, retinoid, niacinamide, dan belerang. Selalu oleskan obat jerawat secara tipis dan merata ke jerawat dan kulit di sekitarnya.


Cara mencegah jerawat di tengkuk

Penyebab Kulit Leher Menghitam
Perbesar
Ilustrasi Kulit Leher Credit: pexels.com/Kate

Seseorang dapat dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat di tengkuk dan leher dengan sejumlah langkah pencegahan. Berikut cara mencegah penyebab jerawat di tengkuk:

- mencuci leher secara teratur dengan air hangat dan sabun hypoallergenic bebas pewangi

- mencuci leher secara menyeluruh setelah berolahraga atau banyak berkeringat

- memakai pakaian bersih dan menggantinya begitu kotor

- membersihkan peralatan olahraga yang bersentuhan dengan leher secara teratur atau menekannya

- menggunakan sabun saat bercukur dan bercukur dengan lembut

- menggunakan produk kulit yang bebas minyak dan tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic)

- memilih makeup atau produk kecantikan yang bebas dari bahan pengawet kimia, bahan sabun (paraben), dan aditif seperti wewangian, perasa, glitter, atau tint

- membersihkan kuas makeup secara teratur dengan pembersih antimikroba

- mengenakan pakaian katun yang bebas dari bahan kimia yang berpotensi mengiritasi

- menggunakan deterjen cucian hypoallergenic dan menghindari penggunaan aditif, seperti pelembut kain dan lembaran pengering

- membersihkan seprai setiap minggu dan barang-barang tempat tidur lainnya yang lebih berat, seperti selimut dan bantal, setiap bulan (atau setiap dua minggu jika cuaca hangat)

- mengenakan perhiasan leher yang bebas dari bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti logam palsu, plastik, dan beberapa zat nabati

- menyesuaikan tali ransel atau tas agar tidak menekan atau mengiritasi leher

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya