14 Fungsi Kemasan Produk, Produsen Perlu Pahami Jenis dan Syaratnya

Oleh Ayu Rifka Sitoresmi pada 05 Agu 2021, 08:40 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 08:40 WIB
14 Fungsi Kemasan pada Produk, Pahami Jenis dan Syaratnya yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Produsen
Perbesar
Ilustrasi Kemasan Unik. Liputan6

Liputan6.com, Jakarta Fungsi kemasan pada produk perlu untuk diketahui oleh calon pembisnis yang baru memulai bisnisnya. Kemasan harus selalu berkualitas baik dan memastikan identitas merek. Tak hanya itu, fungsi kemasan produk sekaligus bisa membangun citra dan brand.   [bacajuga:Baca Juga](4582856 4214513)

Kemasan adalah elemen yang mencakup semua hal dari setiap merek. Fungsi kemasan produk sering kali dimulai sebelum produk itu sendiri dibuat, dan berlanjut sampai produk itu dikonsumsi. Ada beberapa dasar fungsi kemasan produk yang perlu dipenuhi untuk membuat kemasan yang efektif. 

Fungsi kemasan yang telah memenuhi syarat dan kualifikasi yang tepat, tentu akan memberi kenyamanan bagi produsen dan konsumen. Di mana pembeli lebih tertarik dengan kemasan menarik, serta keamanan yang tentunya terjaga selama proses pengiriman.

Untuk lebih rinci, berikut ini ada beberapa fungsi kemasan beserta jenis-jenis dan syarat yang perlu diketahui oleh calon produsen yang telah diketahui oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fungsi Kemasan pada Produk

14 Fungsi Kemasan pada Produk, Pahami Jenis dan Syaratnya yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Produsen
Perbesar
Ilustrasi kemasan. (dok. Unsplash.com/Anna Hill @annalouisehill)

Kemasan perlu dirancang untuk memenuhi semua fungsi kemasan produk. Berikut fungsi kemasan produk secara dasar, yaitu:

1. Perlindungan

Fungsi pertama dan terpenting dari kemasan adalah perlindungan. Fungsi kemasan produk yang terpenting adalah menjaga produk tetap aman dan terlindungi dari lingkungan luar. Kemasan membantu dalam melindungi isi produk. Dengan pengemasan, produk tak hanya terhindar dari kerusakan seperti terjatuh, tetapi juga terhindar dari cuaca, seperti hujan, matahari, kontaminasi kotoran dan debu.

2. Penyimpanan

Fungsi kemasan produk selanjutnya adalah untuk menjaga keamanan isi kemasan selama penyimpanan. Dalam fungsi ini, pengemasan perlu memastikan bahwa produk tersebut aman dari debu, kotoran, dan bahaya lingkungan lainnya selama waktu penyimpanannya.

3. Pendistribusian

Pengemasan berdampak besar pada efisiensi dan kecepatan distribusi sebuah produk. Dalam fungsi kemasan produk ini ini, pengemasan harus mudah dan efisien untuk diangkat, dipegang, dipindahkan, dan disimpan dengan mudah.

4. Penjualan

Penjualan sebagai fungsi kemasan produk memungkinkan produk dipromosikan. Pada titik inilah identifikasi visual dari produk diperlukan. Di sinilah desain kemasan visual mulai berperan dalam fungsi pengemasan.

5. Promosi

Mempromosikan produk dari kemasannya merupakan fungsi integral dari kemasan. Kemasan harus memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembeli. Perusahaan bisa menggunakan warna, logo, simbol, dan keterangan yang menarik untuk mempromosikan produk yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan.

6. Pembuangan

Fungsi kemasan produk yang lainnya adalah untuk memberi tahu pengguna bagaimana cara membuangnya. Kemasan yang baik harus memberi informasi bagaimana kemasan bisa terurai di lingkungan atau bagaimana kemasan dibuang. Fungsi pembuangan juga dapat berarti memberi tahu pengguna bahwa kemasan dapat digunakan kembali untuk tujuan lain yang dimaksudkan.

7. Memberi nilai

Kemasan yang menarik bisa memberi nilai tersendiri bagi sebuah produk. Produk yang dikemas dengan baik akan memiliki nilai lebih tinggi dibanding produk telanjang. Ini karena kemasan bisa memberi daya tarik tersendiri bagi sebuah produk.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fungsi Kemasan pada Produk

14 Fungsi Kemasan pada Produk, Pahami Jenis dan Syaratnya yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Produsen
Perbesar
Produk (sumber: Unsplash)

Kemasan perlu dirancang untuk memenuhi semua fungsi kemasan produk. Berikut fungsi kemasan produk secara dasar, yaitu:

8. Informasi

Fungsi kemasan ini melibatkan penempatan berbagai informasi dan detail spesifik tentang produk pada kemasan. Kemasan yang baik harus menyampaikan informasi yang diperlukan kepada konsumen. Informasi umum yang diberikan kemasan meliputi fitur umum produk, bahan, berat bersih isi, nama dan alamat produsen, hingga harga eceran tertinggi. Pengemasan obat dan beberapa produk pangan diperlukan untuk memberikan informasi tentang metode sediaan, resep dan ide penyajian, manfaat gizi, dan tanggal pembuatan, tanggal kadaluwarsa, pesan peringatan dan informasi peringatan.

9. Identifikasi produk

Kemasan berfungsi sebagai identifikasi produk. Suatu produk dikemas dalam wadah berukuran khusus, berwarna dan berbentuk untuk menjaga perbedaannya dari produk pesaing. Kemasan adalah kepribadian produk. Identifikasi produk bisa mudah dilakukan dengan kemasan yang berbeda karena menambah kepribadian atau citranya.

10. Kenyamanan

Pengemasan membantu memberikan kenyamanan pengguna. Pengemasan memberikan kemudahan dalam pengangkutan produk dari satu tempat ke tempat lain, dalam penyimpanan dan dalam konsumsi. Hasilnya, pemasaran fungsi pengangkutan, penyimpanan, dan penanganan dilakukan dengan mudah dan tanpa pemborosan. Konsumen bisa sangat terbantu selama produk sedang digunakan.

11. Jaminan

Fungsi kemasan produk selanjutnya adalah untuk memastikan konsumen bahwa produk memilik kualitas yang diinginkan. Kemasan produk memberi jaminan bahwa produk di dalamnya, sebagian besar, tidak rusak dan siap digunakan atau dikonsumsi sebagaimana mestinya.

12. Penciptaan permintaan

Kemasan berperan penting dalam menciptakan permintaan dengan cara menarik konsumen. Konsumen bisa mengenali sebuah produk melalui iklan. Ini membantu meningkatkan permintaan pelanggan.

13. Efektivitas biaya

Pengemasan membantu mengurangi biaya pemasaran barang dengan mengurangi kerugian akibat kerusakan. Fungsi kemasan produk bisa membantu mencapai efektivitas ekonomi dalam struktur biaya produsen dan pemasaran.

14. Kemudahan Transportasi

Fungsi kemasan juga sangat penting dalam memberi kenyamanan dan kemudahan selama pengangkutan produk. Seperti halnya produk teknologi, selain menjaga bendanya tidak rusak, tentu memberi kemudahan saat dibawa dari pabrik ke rumah. Produk makanan juga dipertimbangkan mengenai fungsi kemasan di transportasi. Sebab kemasan menjaga pengangkutan dan penyimpanan lebih mudah, sekaligus mudah dalam dikonsumsi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jenis-jenis Kemasan pada Produk

14 Fungsi Kemasan pada Produk, Pahami Jenis dan Syaratnya yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Produsen
Perbesar
Produk (sumber: Unsplash)

1. Jenis Kemasan Berdasarkan Isi

a.  Kemasan Primer

Kemasan primer adalah kemasan yang langsung membungkus produk siap pakai. Biasanya ini berbentuk botol dari kertas, plastik atau kaleng.

b.  Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder adalah kemasan yang membungkus kemasan lebih kecil. Biasanya, kemasan ini dibentuk dengan ukuran besar. seperti karton, kotak kayu dan wadah lainnya.

2. Jenis Kemasan Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

a. Kemasan sekali pakai

Kemasan sekali pakai adalah kemasan yang bisa langsung dibuang setelah sekali pakai. Contohnya bungkus plastik atau bungkus kertas.

b. Kemasan yang bisa dipakai berulang kali

Kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman.

c. Kemasan yang tidak dibuang

Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit atau botol kaca.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Syarat Kemasan

14 Fungsi Kemasan pada Produk, Pahami Jenis dan Syaratnya yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Produsen
Perbesar
Kemasan Produk (sumber: Unsplash)

Supaya memiliki fungsi kemasan yang maksimal, seperti kenyamanan, kemudahan, hingga keamanan sampai di tangan konsumen. Tentunya diperlukan syarat dengan kualifikasi yang tepat. Berikut syarat kemasan yang perlu diketahui oleh calon produsen, yaitu:

1. Memiliki daya kemas yang baik. Supaya memudahkan proses penanganan, alokasi, distribusi, penyusunan produk, dan penyimpanan.

2. Desainnya memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen berkeinginan untuk membelinya.

3. Memiliki persyaratan ekonomi. Berarti kapasitas bisa mencukupi keinginan pasar, sasaran masyarakat, dan tujuan pembeli.

4. Kemasan harus bisa mengamankan isi produknya dari berbagai risiko dari luar, seperti perlindungan dari sinar matahari, kelembapan udara, bau asing, gesekan, benturan, dan kontaminasi mikroorganisme.

5. Kemasan memprioritaskan pengenalan produk, informasi, tampilan, warna, dan keindahan bahan.

6. Kemasan memiliki ukuran, bentuk, dan bobot yang sesuai dengan pola standar yang ada. Serta mudah dibuat atau dicetak dan didaur ulang kembali.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya