Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

LanjutkanStop di Sini

Penyebab Oligospermia, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Oleh Husnul Abdi pada 30 Jul 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 14:30 WIB
Penyebab Oligospermia
Perbesar
Penyebab Oligospermia (pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Penyebab oligospermia dipengaruhi oleh berbagai kondisi tubuh. Masalah sedikitnya jumlah sperma ini tentunya dapat memengaruhi kesuburan seorang pria. Jadi, kamu perlu mewaspadainya agar tetap bisa memiliki keturunan.

Oligospermia adalah suatu kondisi saat sperma dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit. Jumlah sperma di bawah normal akan sangat memengaruhi kemungkinan sperma membuahi sel telur wanita, demi tercapainya kehamilan.

Sebenarnya sperma tak bisa dilihat secara kasatmata, yang terlihat adalah air mani yang merupakan media transpor sperma. Ketika pria ejakulasi, normalnya cairan mani yang keluar adalah sebanyak 2-5 ml. Cairan sperma di dalamnya yang normal sebanyak 15-20 juta/ml. Namun, pada oligospermia, jumlah sperma kurang dari angka tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jumlah sperma pada kasus oligospermia sebagai berikut, Oligospermia ringan (10-15 juta/ml), Oligospermia sedang (5-10 juta/ml), dan Oligospermia berat (0-5 juta/ml). Semakin ringan derajatnya, semakin besar pula kemungkinan pria untuk memiliki anak

Penyebab oligospermia dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor medis, lingkungan, dan gaya hidup. Berikut Liputan6.com rangkum dari KlikDokter dan berbagai sumber lainnya, Kamis (29/7/2021) tentang penyebab oligospermia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyebab Oligospermia

Ilustrasi Sperma (Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi Sperma (Istimewa)

Penyebab oligospermia tentunya harus benar-benar kamu perhatikan. Pasalnya, hal ini bisa sangan berpengaruh terhadap kesuburan seorang pria. Penyebab oligospermia ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.  

Faktor penyebab oligospermia yang pertama adalah kondisi medis. Faktor penyebab oligospermia yang kedua adalah gaya hidup yang tidak sehat, dan faktor penyebab oligospermia berikutnya adalah faktor lingkungan.

Penyebab Oligospermia adalah sebagai berikut:

- Ketidakseimbangan Hormon. Hormon berperan penting dalam pembentukan sperma, sehingga ketidakseimbangan hormon akan memengaruhi jumlahnya.

- Ejakulasi Retrograde. Ejakulasi retrograde adalah ejakulasi yang berbalik ke arah kandung kemih. Sehingga, walaupun jumlah sperma normal, hanya saja tidak dikeluarkan saat ejakulasi.

- Gaya hidup tidak sehat. Merokok dan gemar minum minuman beralkohol berkaitan erat dengan produksi sperma yang kurang baik. Selain itu, faktor gaya hidup lainnya yang dapat memengaruhi jumlah sperma adalah penyalahgunaan NAPZA, stres dan Depresi berkepanjangan, mandi air panas terlalu sering, obesitas, duduk terlalu lama, penggunaan pakaian ketat, dan bekerja sambil memangku laptop.

- Antibodi terhadap sperma. Kondisi ini terjadi saat tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang sperma karena dianggap sebagai benda asing.

- Infeksi pada organ reproduksi. Infeksi pada organ reproduksi pria dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma. Selain itu, terbentuknya jaringan parut akibat proses infeksi terdahulu pada saluran reproduksi juga diketahui dapat menyumbat sperma yang dihasilkan ketika ejakulasi.

- Faktor Lingkungan. Paparan radiasi yang kadarnya tinggi juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Tidak hanya itu, paparan logam berat dan beberapa bahan kimia industri juga bisa menjadi penyebab oligospermia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gejala Oligospermia

Gejala Oligospermia
Perbesar
Gejala Oligospermia

Setelah mengenali penyebab Oligospermia, tentunya kamu perlu mengetahu gejalanya. Untuk mengetahui jumlah sperma secara pasti, butuh konsultasi dan pemeriksaan dokter. Namun, kamu bisa mengenali beberapa gejala Oligospermia, sebagai berikut:

Belum juga dikaruniai anak. Jika kamu sudah beberapa tahun menikah tapi belum dikaruniai anak, hal Ini menjadi sinyal utama bagi pria untuk cek jumlah spermanya. Apalagi setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi kesuburan istri baik-baik saja, oligospermia menjadi salah satu kondisi yang patut dicurigai.

Disfungsi seksual. Pada oligospermia, bisa pula ditemui kesulitan untuk mempertahankan ereksi ataupun penurunan libido. Pria yang mengeluhkan gangguan pada seksualitas juga perlu mencurigai oligospermia.

Adanya benjolan pada buah zakar. Adanya nyeri, bengkak, ataupun benjolan pada buah zakar (testis) dapat menunjukan adanya infeksi atau gangguan pada organ reproduksi pria, yang mana merupakan tempat produksi sperma.

Rambut di tubuh berkurang. Berkurangnya jumlah rambut pada tubuh pria (misalnya di wajah) dapat dikaitkan dengan gangguan hormonal. Pasalnya, salah satu penyebab dari jumlah sperma yang kurang adalah akibat gangguan hormonal.

Obesitas atau terlalu kurus. Obesitas bisa mengakibatkan turunnya kadar testosteron. Sebaliknya, badan yang terlalu kurus juga bisa mengganggu keseimbangan hormon. Dalam jangka panjang, masalah hormon ini bisa memengaruhi jumlah sperma.

Sulit mengembangkan otot. Oligospermia juga patut dicurigai jika seorang pria kesulitan mengembangkan otot tubuhnya. Penjelasannya begini, lemak adalah jaringan adiposa. Bila lemak terlalu banyak, maka bisa berubah jadi estrogen. Ketika kadar estrogen meningkat, ada kemungkinan kondisi tersebut memengaruhi jumlah sperma.

Kelelahan teramat sangat. Merasa kurang energi atau kelelahan yang dirasakan ekstrem, pria juga perlu mencurigai kadar testosteron yang rendah. Keluhan ini juga bisa menandakan jumlah sperma yang kurang.

Bila mengalami salah satu gejala oligospermia tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Mengatasi Oligospermia

Ilusrasi sperma
Perbesar
Ilusrasi sperma (Photo by Josefin on Unsplash)

Oligospermia merupakan kondisi yang bisa disembuhkan, jadi kamu tidak perlu terlalu cemas. Namun, tentunya lebih baik kamu mencegahnya terjadi terlebih dahulu dengan menghindari penyebab oligospermia.

Cara mengatasi oligospermia tergantung pada penyebabnya, yaitu sebagai berikut:

- Menangani masalah seksual. Oligospermia yang disebabkan oleh disfungsi seksual, seperti disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, dapat diperbaiki dengan pengobatan, konseling, atau kombinasi keduanya.

- Menangani infeksi. Jika penyebab oligospermia adalah infeksi, kamu bisa menggunakan antibiotik. Namun, kamu perlu berkonsultasi lagi dengan dokter.

- Menangani masalah hormon. Dokter mungkin akan menganjurkan obat-obatan dan terapi hormon apabila oligospermia disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon.Selain itu, hal penting yang tak boleh dilupakan juga adalah mulailah menjalani pola hidup sehat dengan memenuhi asupan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya