Wamenkes Ungkap 90-94 Persen Pasien COVID-19 yang Meninggal Belum Vaksin

Oleh Septika Shidqiyyah pada 25 Jul 2021, 15:47 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 15:59 WIB
Korban COVID-19 Meninggal saat Isolasi Mandiri di Rumah
Perbesar
Tenaga medis merawat pasien Covid-19 di tenda yang didirikan di luar rumah sakit di Bogor pada 29 Juni 2021, saat infeksi melonjak di Indonesia. Provinsi yang cukup banyak mengalami kematian di luar RS adalah Jawa Barat sejumlah 97 kematian dari 11 kota/kabupaten. (AFP/ Aditya Aji)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr Dante Saksono Harbuwono, Sp. PD-KEMD, PhD menegaskan keampuhan vaksin Covid-19. Baik bagi mereka yang terserang Covid-19 maupun bagi yang belum.

Khusus bagi orang yang terkena Covid-19, vaksinasi ampuh menurunkan risiko berat. Salah satunya mengurangi risiko kematian.

"Laporan yang masuk pada kami setelah divaksin apabila terkena maka angka kematiannya akan menurun," kata Dante di Jakarta, Minggu (25/7/21).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sebagian besar pasien meninggal akibat Covid adalah orang yang belum divaksin

Menurutnya, berdasarkan data yang dipegang Kemenkes tercatat sebagian besar pasien meninggal akibat Covid-19 merupakan mereka yang belum divaksin.

"Laporan terakhir angka kematian akibat infeksi Covid pada beberapa saat ini, 90 persen sampai 94 persen adalah mereka yang belum divaksinasi," ungkapnya.

Sebab vaksin membantu memperkuat imun tubuh. Baik pada saat terinfeksi maupun ketika sudah terjangkit Covid-19.

"Dengan adanya vaksinasi akan memberikan respon imun tubuh yang lebih baik. Baik itu apabila belum terinfeksi maupun setelah terinfeksi," pungkasnya.

Saat ini, baru sekitar 17,1 juta masyarakat Indonesia yang divaksinasi Covid-19.

"Jadi, ini masih jauh dari target vaksinasi 180 juta masyarakat Indonesia dan Presiden memberikan target vaksinasi tiga juta orang per hari hingga Oktober mendatang," terang Sandiaga Uno pada Sabtu (24/7/21).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya