Unsur-Unsur Kebudayaan Universal, Simak Penjelasan Para Ahli

Oleh Laudia Tysara pada 22 Jul 2021, 09:05 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 09:05 WIB
Ilustrasi Tari Tradisional
Perbesar
Ilustrasi Tari Tradisional. (Image by Steffen Zimmermann from Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Kebudayaan adalah cara hidup suatu kelompok yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sementara penjelasan unsur-unsur kebudayaan universal adalah menurut para ahli berbeda-beda, tetapi memiliki pokok pikiran yang sama.

Unsur-unsur kebudayaan universal menurut salah seorang antropolog Indonesia, Prof. Dr. Koentjaraningrat adalah berupa bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, ekonomi, religi, serta kesenian. 

Sementara unsur-unsur kebudayaan universal menurut antropologi Cateora adalah berupa kebudayaan material, nonmaterial, lembaga sosial, kepercayaan, estetika, dan bahasa.

Koentjaraningrat pun mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris yaitu "colere" yang kemudian menjadi "culture" dan didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Berikut Liputan6.com ulas unsur-unsur kebudayaan universal dan penjelasannya menurut para ahli dari berbagai sumber, Kamis (22/7/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengenal Kebudayaan

Kebudayaan adalah sebutan dari cara hidup sekelompok orang, yang berarti cara mereka melakukan sesuatu. Kelompok yang berbeda mungkin memiliki budaya yang berbeda. Suatu budaya diturunkan ke generasi berikutnya dengan belajar.

Kebudayaan adalah karakteristik dan pengetahuan sekelompok orang tertentu, yang meliputi bahasa, agama, masakan, kebiasaan sosial, musik, dan seni. Budaya adalah pola bersama perilaku dan interaksi, konstruksi kognitif dan pemahaman yang dipelajari oleh sosialisasi.

Berikut pengertian budaya menurut para ahli:

1. Koentjaraningrat

Menurut Antopolog Indonesia Koentjaraningrat, pengertian budaya adalah sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang di dalam kehidupannya yang bermasyarakat.

Selain itu Koentjaraningrat juga mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris yaitu "colere" yang kemudian menjadi "culture" dan didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

2. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto merupakan seorang sosiolog. Ia mengartikan budaya sebagai sesuatu yang mencakup semua yang didapat atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

3. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi

Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.

4. Edward B. Taylor

Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks termasuk di dalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat dan segala kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai seorang anggota masyarakat.

5. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Hal itu merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan. 

6. Louise Damen

Louise Damen menulis dalam bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa budaya mempelajari berbagi pola atau model manusia untuk hidup seperti pola hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua aspek interaksi sosial manusia. Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia. 

7. Ralph Linton

Seorang Antropolog Amerika di abad 20an, Ralph Linton mendefinisikan budaya dalam bukunya The Cultural Background of Personality. Menurutnya budaya adalah susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu. 

8. William H. Haviland

Menurut William H. Haviland, budaya adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat. Jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat

Pertunjukan Tari Bali
Perbesar
Pertunjukan tari tradisional Bali di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat-Sabtu (2-3 Maret 2019). (Liputan6.com/IG/blitudik)

1. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Ekonomi

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah ekonomi atau mata pencaharian. Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal dalam suatu masyarakat menjadi fokus penting dalam kajian etnografi.

Dalam penelitian etnografi dalam unsur-unsur kebudayaan universal mengenai sistem mata pencaharian, mengkaji bagaimana suatu kelompok masyarakat mencukupi kebutuhan hidupnya melalui mata pencaharian atau sistem perekonomian mereka. Sistem ekonomi yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal pada masyarakat tradisional, antara lain:

- Berburu dan meramu

- Beternak

- Bercocok tanam di ladang

- Menangkap ikan

- Bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi

Lima sistem mata pencaharian yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal tersebut merupakan jenis mata pencaharian manusia yang paling tua dan banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lampau.

2. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Religi

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah unsur religi. Kajian antropologi dalam memahami unsur unsur-unsur kebudayaan universal berupa religi sebagai tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan.

Emosi keagamaan yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal merupakan perasaan dalam diri manusia yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi ini memunculkan konsepsi benda-benda yang dianggap sakral dalam kehidupan manusia.

Dalam unsur-unsur kebudayaan universal berupa sistem religi masih ada tiga unsur lain yang perlu dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

3. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Kesenian

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah kesenian. Para ahli antropologi mulai memperhatikan unsur-unsur kebudayaan universal berupa kesenian setelah melakukan penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional.

Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian unsur-unsur kebudayaan universal tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, relief, ukiran, dan lukisan.

Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental. Seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Kemudian terdapat seni gerak dan seni tari, yaitu seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan.

Dalam kajian antropologi kontemporer terdapat kajian visual culture yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal, yakni analisis kebudayaan yang khusus mengkaji seni film dan foto. Dua media seni tersebut berusaha menampilkan kehidupan manusia beserta kebudayaannya dari sisi visual berupa film dokumenter atau karya-karya foto.

4. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Bahasa

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah bahasa. Bahasa merupakan unsur-unsur kebudayaan universal berupa alat bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik.

Hal ini membuat unsur-unsur kebudayaan universal seperti bahasa kemudian akan diwariskan kepada generasi penerusnya dengan menggunakan bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki kedudukan yang penting dalam analisis kebudayaan manusia.

5. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Pengetahuan

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah pengetahuan. Sistem pengetahuan yang menjadi bagian dari unsur-unsur kebudayaan universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi, karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia.

Sistem pengetahuan yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi sesuai unsur-unsur kebudayaan universal adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya.

Setiap unsur-unsur kebudayaan universal, selalu memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan yang menjadi unsur-unsur kebudayaan universal tersebut antara lain:

- Alam sekitarnya

- Tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya

- Binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya

- Zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya

- Tubuh manusia

- Sifat-sifat dan tingkah laku manusia

- Ruang dan waktu

6. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Organisasi Sosial

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah organisasi sosial. Kehidupan dalam setiap kelompok masyarakat diatur oleh adat istiadat dan aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup.

Kesatuan sosial yang paling dasar dan menjadi unsur-unsur kebudayaan universal adalah kerabat, keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Kemudian, unsur-unsur kebudayaan universal ini membuat manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial.

Kekerabatan yang menjadi bagian unsur-unsur kebudayaan universal juga berkaitan dengan perkawinan. Perkawinan merupakan inti atau dasar dalam pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.

7. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Unsur-unsur kebudayaan universal adalah peralatan hidup dan teknologi. Manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya, sehingga mereka akan selalu terdorong untuk membuat peralatan atau benda-benda untuk mendukung tujuan tersebut.

Inilah mengapa peralatan hidup dan teknologi termasuk unsur-unsur kebudayaan universal. Pada masyarakat tradisional, terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur-unsur kebudayaan universal fisik yang digunakan oleh kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah atau masyarakat pertanian, yaitu:

- Alat-alat produktif

- Senjata

- Wadah

- Alat untuk menyalakan api

- Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan

- Pakaian dan perhiasan

- Tempat berlindung dan perumahan

- Alat-alat transportasi

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Menurut Cateora

1. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Kebudayaan Material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

2. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Kebudayaan Nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

3. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Lembaga Sosial

Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran banyak dalam konteks berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat.

4. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Kepercayaan

Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun sistem kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu akan memengaruhi sistem penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem kepercayaan ini akan memengaruhi kebiasaan, pandangan hidup, cara makan, sampai dengan cara berkomunikasi.

5. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Estetika

Berhubungan dengan seni dan kesenian, musik, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari–tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran agar pesan yang akan disampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif.

6. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Berupa Sistem Bahasa

Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap wilayah, bagian, dan negara memiliki perbedaan yang sangat kompleks. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sifat unik dan kompleks yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Unsur-Unsur Kebudayaan Universal Lainnya

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur-unsur kebudayaan universal, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan empat unsur-unsur kebudayaan universal pokok, yaitu:

- Alat-alat teknologi

- Sistem ekonomi

- Keluarga

- Kekuasaan politik

2. Bronislaw Malinowski mengatakan empat unsur-unsur kebudayaan universal pokok meliputi:

- Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya

- Organisasi ekonomi

- Alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)

- Organisasi kekuatan (politik)

3.  Kluckhohn mengemukakan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan universal (universal categories of culture) yaitu:

- Bahasa

- Sistem pengetahuan

- Sistem teknologi, dan peralatan

- Sistem kesenian

- Sistem mata pencarian hidup

- Sistem religi

- Sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wujud Kebudayaan Indonesia

Penutupan PON Jabar 2016 dan Harapan yang Lebih Baik di PON Papua 2020
Perbesar
Aksi penari saat membawakan tari Saman yang merupakan tarian tradisional asal Aceh pada penutupan PON XIX Jabar 2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (29/9/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

- Wujud Budaya Menurut J.J. Hoenigman

1. Gagasan (Wujud Ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau disentuh.

Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

2. Aktivitas (Tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.

Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.

3. Artefak (Karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

- Wujud Kebudayaan Menurut Koentjataningrat

1. Nilai-Nilai Budaya

Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.

2. Sistem Budaya

Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. Kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.

3. Sistem Sosial

Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.

4. Kebudayaan Fisik

Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fungsi Kebudayaan

- Sebagai Identitas.

Budaya memberikan rasa identitas kepada anggota organisasi.

- Sebagai Batas.

Budaya berperan sebagai penentu batas-batas, yang artinya budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.

- Sebagai Komitmen.

Budaya memberikan fasilitas lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.

- Sebagai Stabilitas.

Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial.

- Sebagai pembentuk sikap dan perilaku.

Budaya bertindak sebagai mekanisme pembuat makna serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap serta perilaku individu.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya