Purging adalah Proses Adaptasi Kulit Terhadap Skincare, Kenali Perbedaannya dengan Breakout

Oleh Husnul Abdi pada 15 Jul 2021, 11:20 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 11:20 WIB
Purging adalah
Perbesar
Ilustrasi Wajah Bersih. Credit: pexels.com/Anne

Liputan6.com, Jakarta Purging adalah istilah yang biasa digunakan saat munculnya reaksi tidak menyenangkan pada wajah ketika kamu menggunakan skincare. Saat kamu mencoba menggunakan skincare yang baru, biasanya reaksi ini muncul.

Jika kamu baru saja melakukan perawatan kulit yang melibatkan penggunaan produk baru, kemudian kulit wajah  menunjukkan tanda-tanda iritasi atau krisis kulit yang tak berkesudahan, ini dinamakan skin purging. 

Purging tidak dianggap sebagai reaksi yang buruk pada wajah. Ini berarti sebuah produk bekerja dengan baik untuk mendorong semua kotoran di bawah kulit wajah ke luar. Skin purging dapat dianggap sebagai periode di mana kulit wajah menyesuaikan diri ketika kamu menggunakan produk baru.

Berikut Liputan6.com rangkum dari KlikDokter dan berbagai sumber lainnya, Kamis (15/7/2021) tentang purging.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Purging adalah

Ilustrasi wajah berjerawat. (via: divany.hu)
Perbesar
Ilustrasi wajah berjerawat. (via: divany.hu)

Seperti Liputan6.com kutip dari KlikDokter, Purging adalah kondisi ketika kulit sedang menyesuaikan diri dengan produk skincare yang baru kamu gunakan. Purging adalah istilah yang juga dimaknai sebagai reaksi kulit terhadap bahan aktif dari produk tersebut. Nantinya, reaksi tersebut akan meningkatkan laju pergantian sel kulit.

Purging adalah reaksi yang sebenarnya tidak buruk untuk kulit, walaupun dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit. Ketika sel kulit mati terkelupas akibat purging, sel kulit baru yang lebih sehat akan muncul. Setelah proses purging selesai, kulit akan tampak lebih sehat, bersih, dan bercahaya.

Namun, sebelum mendapatkan kulit baru yang lebih sehat, purging juga bisa menimbulkan jerawat, komedo, dan kulit wajah kering atau berminyak. Hal ini disebabkan oleh berbagai bahan aktif dalam skincare yang memicu terjadinya purging.

Bahan aktif penyebab purging adalah retinoid dan exfoliating acid. Bahan lain, seperti benzoil peroksida, lactic acid, dan vitamin C juga bisa meningkatkan risiko purging. Selain itu, purging adalah reaksi yang juga bisa ditimbulkan oleh prosedur kecantikan seperti peeling dan laser.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbedaan Purging dengan Jerawat Breakout

Munculnya Jerawat, Komedo, dan Flek Hitam
Perbesar
Ilustrasi Jerawat Pada Wajah Credit: freepik.com

Skin purging adalah produk skincare yang kamu pakai sedang membersihkan pori-pori kulit yang tersumbat, tapi hal ini berbeda dengan detoksfikasi. Purging juga berbeda dengan jerawat atau breakout.

Jerawat breakout disebabkan oleh reaksi kulit yang tidak cocok dengan zat aktif di dalam produk skincare.  Reaksi breakout bisa berupa iritasi, jerawat, muncul gejala alergi, dan tersumbatnya pori-pori di wajah.

Jerawat biasanya akan muncul di tempat yang berbeda-beda, walaupun kamu tidak sedang menggunakan produk baru. Selain itu, jerawat breakout juga bisa bisa meninggalkan bekas yang mungkin sulit untuk dihilangkan. Sementara itu, purging biasanya terjadi di area kulit yang sering bermasalah. Purging bisa muncul di lokasi wajah yang kerap mengalami jerawat.

Bila mengalami jerawat breakout, segera hentikan penggunaan produk skincare tersebut. Sebab, melanjutkan penggunaan produk skincare tersebut bisa memperparah kondisi breakout. Sementara itu, purging terjadi karena wajah membiasakan diri dengan produk skincare, jadi kamu tak perlu menghentikan penggunana produk. Sebaiknya konsultasikan ke dokter tindakan selanjutnya.

Selain itu, skin purging biasanya berlangsung sekitar satu sampai dua bulan, sedangkan jerawat memiliki potensi untuk bertahan lebih lama jika tidak segera diatasi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Mengatasi Purging

Mencegah Jerawat Tumbuh
Perbesar
Ilustrasi Masalah Kulit Wajah Credit: pexels.com/Youra

Purging adalah hal yang wajar terjadi saat kamu menggunakan produk yang yang memicu pergantian sel kulit baru. Kamu tidak perlu khawatir, karena jerawat akibat purging bisa hilang dengan sendirinya setelah proses pergantian sel kulit selesai.

Purging biasanya hanya muncul sementara pada kulit wajah. Namun, kamu tetap harus waspada. Meskipun purging bersifat sementara, jerawat atau reaksi kulit tersebut dapat bertahan dan berlangsung lama jika tidak ditangani dengan benar.

Oleh karena itu, kamu perlu berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit dan kecantikan untuk mengatasi hal ini. Adapun  cara yang mungkin bisa kamu lakukan untuk mengurangi jerawat akibat purging, yaitu:

- Tetap menggunakan skincare tersebut. Saat mengalami skin purging, lebih baik lanjutkan penggunaan skincare tersebut, karena seiring berjalannya waktu, kondisi kulit akan terlihat semakin membaik dan sembuh dari jerawat.

- Menghindari pemakaian kosmetik secara berlebihan. Hal ini karena makeup bisa membuat kondisi jerawat menjadi semakin parah, bahkan menyebabkan jerawat menjadi meradang dan susah disembuhkan.

- Pakai skincare dengan bertahap. Misalnya gunakan 2 kali di malam hari saat minggu pertama, kemudian di minggu ke 2 gunakan 4 kali di malam hari, dan seterusnya hingga kulit beradaptasi terhadap produk tersebut.

- Gunakan pelembap dan sunscreen. Agar lapisan kulit tetap terlindungi pada saat mengalami purging, maka gunakan pelembap wajah yang mengandung hyaluronic acid, centella asiatica atau emollent. Jangan lupa gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 PA++.

- Membatasi asupan makanan tidak sehat alias berlemak dan berminyak.

- Menggunakan obat jerawat.

- Mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh.

- Rutin membersihkan wajah.

Cara mengatasi purging ini tentunya berbeda dengan breakout. Untuk mengatasi jerawat breakout, Hentikan penggunaan produk kecantikan bila muncul reaksi alergi pada wajah. Jadi, pilihlah produk kecantikan yang sesuai dengan jenis kulit kamu agar tidak terjadi masala pada wajah.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya