11 Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil, Perencanaan Harus Matang

Oleh Husnul Abdi pada 23 Jun 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 15:30 WIB
Cara Mengatur Keuangan Pribadi
Perbesar
Cara Mengatur Keuangan Pribadi (Image by Olya Adamovich from Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatur keuangan untuk seseorang dengan gaji kecil tentu perlu direncanakan dengan baik. Apalagi, kebutuhan hidup setiap harinya semakin tinggi. Kamu tentunya harus membuat perencanaan yang matang untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Mengatur keuangan identik dengan menabung dan berhemat untuk orang-orang dengan gaji yang kecil. Tidak hanya itu, sekarang ini kamu juga perlu berinvestasi untuk tabungan jangka panjang. Perencanaan yang baik saat menerima gaji diperlukan agar kamu tetap hidup dengan tenang.

Cara mengatur keuangan pribadi tidak boleh dianggap sepele. Hal ini akan memiliki dampak untuk masa depan kamu. Ketika kamu sudah mempersiapkan perencanaan keuangan sejak muda, tentunya kamu memiliki jalan yang jelas.

Hal ini juga membantu kamu siap untuk menyambut berbagai rintangan terkait kondisi keuangan di masa ini dan pada masa yang akan datang. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (23/6/2021) tentang cara mengatur keuangan.

Cara Mengatur Keuangan dengan Perencanaan

Mencatat Setiap Pengeluaran
Perbesar
Ilustrasi Mencatat Keuangan Credit: unsplash.com/Cathryn

Mencatat pendapatan dan pengeluaran

Cara mengatur kauangan pertama yang sangat penting adalah mencatat pendapatan dan pengeluaran. Kamu bisa mencatatnya dengan pembukuan sederhana, sehingga gaji setiap bulannya bisa dipantau dan tidak menghilang begitu saja.  Caranya yaitu dengan mencatat dan mengelompokkan pengeluaran rutin kamu setiap bulannya.

Mulai dari kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan biaya tempat tinggal. Jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk pembayaran rutin, seperti angsuran kredit. Jika sudah dikelompokkan, kamu bisa melihat pengeluaran per kategori setiap minggu hingga setiap bulannya. Dengan begitu, kamu bisa mengevaluasi kondisi keuangan setiap saat.

Membuat rencana belanja bulanan secara tertulis sangat penting dilakukan. Jika sudah merencanakan belanja bulanan ini, setidaknya sudah bisa meminimalisir dari risiko menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu. Kamu perlu membuat anggaran bulanan secara tertulis dengan membagi daftar pengeluaran menjadi dua, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan tersier.

Dimana kebutuhan primer itu seperti makan, biaya transportasi, tagihan listrik, air, cicilan rumah, dan lain sebagainya. Sedangkan kebutuhan tersier seperti anggaran untuk belanja baju, liburan, hingga anggaran untuk jalan-jalan dengan teman.

Sisihkan tabungan di awal bulan

Hindari kebiasaan menabung di akhir bulan dari sisa gaji setelah dipotong untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengatur keuangan yang baik adalah dengan memprioritaskan tabungan di awal bulan.

Hal ini dilakukan agar uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekunder tidak memangkas tabungan. Jika tabungan tidak diprioritaskan, maka risiko tabungan mengempis akan terjadi.

Agar tidak tergoda mengambil tabungan maupun dana darurat, simpanlah di rekening yang terpisah dari rekening utamamu. Kalau bisa, manfaatkan rekening bank yang tidak memiliki ATM dan bebas biaya administrasi bulanan.

Kenali perbedaan kebutuhan dan keinginan

Cara mengatur keuangan pribadi yang tak kalah penting adalah mengenali mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Kebutuhan primer yang terdiri dari sandang, pangan, dan papan tentunya harus dipenuhi terlebih dahulu karena merupakan kebutuhan yang bersifat darurat atau kebutuhan dasar. Kemudian, kebutuhan sekunder tetap dibutuhkan untuk menghilangkan rintangan dan kesukaran. Contohnya seperti televisi, handphone, dan lain-lain. Sementara itu, kebutuhan tersier lebih mengarah kepada kemewahan atau kebutuhan yang dapat melengkapi hidup dan menghiasi hidup.

Sementara keinginan tidak bersifat mengikat dan tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuhi. Keinginan lebih bersifat tambahan, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi. Melihat papan diskon besar, kamu langsung ingin membeli seluruh barang-barang tersebut.

Cara Mengatur Keuangan dengan Persiapan

Ilustrasi keuangan
Perbesar
Ilustrasi keuangan. (Foto: Unsplash)

Siapkan dana darurat

Dana darurat sangat penting untuk dipersiapkan agar tabungan tidak dijadikan kambing hitam. Dana darurat sangat membantu jika tiba-tiba sakit, kecelakaan, bencana, dan ketika di-PHK tiba-tiba.

Cara mengatur keuangan dengan menyiapkan dana darurat memang sulit, tetapi bisa diusahakan. Idealnya, mesti menyiapkan dana yang mampu menalangi kebutuhan hidupmu selama 2-3 bulan ke depan. Jadi, jika setiap bulan menghabiskan Rp 2,5 juta untuk hidup sehari-hari, berarti wajib mengendapkan dana antara Rp 5-7,5 juta di tabungan.

Mencari penghasilan tambahan

Kalau kamu memiliki waktu luang, coba untuk mencari penghasilan tambahan dengan tidak mengganggu pekerjaan utama. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti jualan online, menjadi penulis lepas, dan lain sebagainya.

Hal ini sangat membantu sebagai cara mengatur keuangan sehingga kondisi keuangan kamu teap sehat, dengan menyimpan beberapa penghasilan tambahan tadi. Mencari penghasilan tambahan ini perlu kamu lakukan jika merasa pendapatan utama masih belum mencukupi untuk target keuanganmu, dan tentunya jika kamu memiliki waktu untuk itu.

Cara Mengatur Keuangan dengan Berhemat

Memasak
Perbesar
Ilustrasi Memasak (sumber:pixabay)

Kurangi makan di luar

Tak masalah jika kamu dan keluarga sesekali menikmati sajian makanan di luar. Namun kalau makan di luar menjadi sebuah kebiasaan rutin, maka tindakan itu bisa menghabiskan gaji kamu dengan sangat cepat. Untuk menghemat pengeluaran, kamu bisa memasak makanan di rumah. Jadi, tidak dianjurkan untuk terlalu sering makan di warung makan atau restoran.

Manfaatkan diskon dan promo

Hal ini sangat membantu saat kamu memiliki gaji kecil. Dengan menggunakan kupon promo, kamu dapat memanfaatkannya untuk membeli kebutuhan makanan dan barang kebutuhan lainnya. Hal ini tentunya dapat menghemat uang.

Untuk mendapatkan kupon promo, kamu harus pandai-pandai dalam mencari supermarket yang sedang menawarkan promo. Kamu bisa mencarinya di internet untuk menemukan kupon produk favorit.

Gunakan sepeda atau berjalan kaki

Untuk menghemat pengeluaran akan kebutuhan akomodasi, kamu bisa coba mulai mengurangi menggunakan kendaraan pribadi saat pergi ke kantor atau tempat yang bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Kamu bisa naik sepeda atau berjalan kaki dibandingkan menggunakan mobil atau motor untuk pergi ke toko atau tempat bekerja.

Hal ini dapat menghemat uang untuk pembelian bahan bakar. Selain itu, kamu juga bisa mendapat manfaat tambahan, yaitu menjadi lebih sehat berkat jalan kaki dan bersepeda.

Cara Mengatur Keuangan dengan Investasi

Ilustrasi Keuangan
Perbesar
Investasi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk capai financial freedom. (Foto: Unsplash)

Berinvestasi

Cara mengatur keuangan selanjutnya adalah dengan berivenstasi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan kamu di masa yang akan datang. Berinvestasi berarti kamu sedang menyiapkan masa depanmu. Selain menabung uang, upayakan untuk berinvestasi di saham, emas, obligasi, atau  reksa dana. Dengan berinvestasi di saham, kamu bisa dapat return hingga 20 persen setahun. Jauh lebih besar daripada investasi di deposito.

Siapkan dana pensiun dari sekarang

Menyiapkan dana pensiun juga penting sebagai salah satu cara mengatur keuangan jangka panjang. Dana pensiun sering kali dianggap sepele orang-orang yang masih di usia produktif. Padahal, mempersiapkan dana atau tabungan pensiun akan membuatmu aman saat menjadi tua dan sudah tidak produktif lagi bekerja. Untuk mempersiapkannya, kamu dapat menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk setoran dana pensiun.

Bekali diri dengan asuransi

Membekali diri dengan asuransi juga merupakan salah satu cara mengatur keuangan yang penting, namun kerap disepelakan. Padahal hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan memproteksinya. Selain asuransi kesehatan, merawat diri dengan perlindungan jiwa alias asuransi jiwa juga harus dilakukan.

Beberapa polis asuransi jiwa saat ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengganti aliran pendapatan bagi pasangan yang masih hidup, memberi jaminan untuk ahli waris, mengganti nilai aset, memaksimalkan pensiun, dana kuliah untuk anak dan cucu, dan manfaat lain.

 

Lanjutkan Membaca ↓