9 Penyakit Umur 40 Tahun yang Patut Diwaspadai, Kenali Pola Hidup Sehat

Oleh Husnul Abdi pada 18 Jun 2021, 21:15 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 21:15 WIB
Penyakit Umur 40 Tahun
Perbesar
Penyakit Umur 40 Tahun | Via: istimewa

Liputan6.com, Jakarta Penyakit umur 40 tahun bisa menghantui banyak orang, terutama yang tidak menjaga kesehatannya di masa muda. Suka tidak suka, berbagai perubahan kondisi tubuh terjadi saat memasuki usia kepala empat.

Usia 40 tahun adalah masa ketika banyak risiko penyakit mulai meningkat. Bagian dari berusia 40 adalah masalah kesehatan, tubuh yang menua, dan sistem tubuh yang mulai rusak. Untuk itu, mengenali gejala-gejala kesehatan penting diketahui supaya kamu bisa mengatasinya. 

Beberapa orang yang sudah melewati umur 40  mulai mengeluhkan adanya penurunan kondisi fisik, misalnya mudah lelah dan kemampuan penglihatan mulai berkurang. Pada usia ini juga, laju metabolik atau pembakaran tubuh mulai menurun sehingga berat badan akan mulai sulit dijaga atau diturunkan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari KlikDokter, Jumat (18/6/2021) tentang penyakit umur 40 tahun.

Penyakit Umur 40 Tahun yang Patut Diwaspadai

dokter
Perbesar
ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels

Masalah Penglihatan

Masalah penglihatan merupakan salah satu penyakit 40 tahun yang harus kamu waspadai. Hal ini tidak boleh dianggap sepele, karena menurut Cancer Treatment Centers of America, satu tanda awal melanoma adalah penglihatan kabur atau hilangnya sebagian penglihatan. Jadi, jika kamu melihat perubahan pada penglihatan, terutama jika kamu juga melihat perubahan pada kulit, segera periksa ke dokter.

Kenaikan Berat Badan yang Tidak Menentu

Kenaikan berat badan yang tidak menentu bisa jadi salah satu tanda penyakit umur 40 tahun yang kamu alami, yaitu gagal jantung. Hal ini terjadi ketika jantung berhenti memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh, cairan mulai menumpuk. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Jika kamu bertambah berat badan, tapi bukan karena diet atau kurang olahraga, kamu harus berkonsultasi dengan dokter. Dilansir dari Harvard Medical School, 10 persen dari semua serangan jantung terjadi sebelum usia 45 tahun.

Kelelahan

Kelelahan memang bisa dialami siapapun, mungkin karena pekerjaan atau kegiatan lain. Namun, jika kelelahan tidak kunjung bisa diatasi, kamu harus segera mengunjungi dokter karena hal ini bisa jadi salah satu tanda penyakit umur 40 tahun. dr. Andika Widyatama dari KlikDokter mengatakan bahwa bisa jadi kamu mengalami masalah anemia, hipertoroid, diabetes gangguan autoimun, dan penyakit jantung dengan gejala kelelahan ini.

Perut Kembung

Gejala perut kembung bisa jadi pertanda penyakit umur 40 tahun bagi wanita, yaitu kanker ovarium. Kanker ovarium adalah masalah serius bagi wanita berusia di atas 40 tahun. Menurut American Cancer Society, sekitar setengah dari semua kasus terjadi pada wanita 63 tahun atau lebih. Selain itu, dr. Jessica Florencia dari KlikDokter juga mengatakan bahwa perasaan kembung yang sering muncul, menetap, dan tidak menghilang dalam waktu lama adalah salah satu gejala kanker ovarium.

Masalah Indra Penciuman

Jika indra penciuman lama-lama berkurang kemampuannya, itu bisa jadi kamu mengalami penyakit umur 40 tahun, yaitu masalah ingatan. Satu studi yang diterbitkan dalam JAMA Neurology menemukan hubungan antara hilangnya kemampuan mengidentifikasi bau secara bertahap dan peningkatan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.

Penyakit Umur 40 Tahun yang Patut Diwaspadai

ilustrasi dokter
Perbesar
ilustrasi dokter (Foto: Unsplash.com/Arvin Chingcuangco)

Gusi Meradang

Penyakit umur 40 tahun yang perlu kamu waspadai selanjutnya adalah masalag pada gusi. Jangan sepelekan gusi yang meradang atau periodontitis. Itu mungkin juga berarti bahwa kamu terkena diabetes tipe 2. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Diabetes Research & Care menemukan bahwa 23 persen subjek dengan periodontitis parah mengalami diabetes, sementara hanya 10 persen dari mereka yang tidak menderita penyakit gusi.

Sakit Lutut

Jika merasakan sakit pada bagian dalam lutut tepat oleh persendian, ini bisa menjadi tanda artritis dini atau degenerasi. Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BmedSc, MSc dari KlikDokter, penyakit yang juga disebut rematik ini memang suatu kondisi kesehatan yang melibatkan peradangan pada persendian tubuh. Penyakit usia 40 tahun ini tentunya sudah dikenal oleh banyak orang.

Disfungsi Ereksi

Karena gairah dikendalikan oleh sistem saraf pusat, disfungsi ereksi bisa berarti ada sesuatu yang terjadi pada tubuh, terlepas dari adanya masalah seksual. Ini bisa juga terkait masalah multiple sclerosis. Biasanya gangguan ini terjadi pada usia 20-50 tahun.

Menurut dr. Nitish, multiple sclerosis adalah suatu suatu penyakit pada otak dan saraf tulang belakang atau spinal cord, yang dapat menyebabkan terjadinya kecacatan. Menurut Multiple Sclerosis Society, data menunjukkan bahwa 50-90 persen pria dengan MS mengalami disfungsi seksual.

Kecemasan

Dalam beberapa kasus, kecemasan sebenarnya adalah salah satu gejala dari penyakit umur 40 tahun, yaitu Parkinson. Orang biasanya mengaitkan penyakit degeneratif dengan masalah motorik.

Namun, studi yang diterbitkan dalam Neurology menemukan bahwa Parkinson juga dapat menyebabkan gejala non-motorik, seperti masalah tidur dan kecemasan. Dalam studi itu, 43 persen dari mereka yang menderita Parkinson menderita kecemasan dibandingkan dengan hanya 10 persen dari mereka yang tidak menderita penyakit tersebut.

Cara Hidup Sehat di Umur 40 Tahun

Ilustrasi Olahraga
Perbesar
Ilustrasi berolahraga. (dok. Unsplash.com/Tomasz Woźniak @huckster)

Berikut beberapa tips hidup sehat usia 40 tahun yang bisa dijalankan:

Olahraga

Cara hidup sehat di umur 40 tahun yang pertama adalah dengan berolahraga. Olahraga tetap diperlukan oleh siapa pun, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Misalnya, untuk orang dengan badan berlebih, hindari olahraga yang membebani lutut, seperti berlari. Cobalah untuk berolah raga berenang yang akan membuat seluruh tubuh aktif bergerak dan tidak membebani salah satu bagian tubuh.

Bila tidak bisa berenang, cobalah untuk bersepeda statis. Hindari olahraga berkompetisi seperti bulu tangkis, futsal, atau bola basket karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Perhatikan Asupan Makanan

Perhatikan asupan makanan harian kamu. Jangan makan karbohidrat secara berlebihan, lebih baik konsumsi protein, serat, dan lemak yang sehat agar merasa lebih lama kenyang. Hindari makan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula pasir, roti tawar putih, dan kue-kue manis. Makanan tersebut meningkatkan gula darah secara cepat dan akan langsung turun kembali dengan cepat juga. Kamu pun menjadi cepat lapar kembali.

Minum Air Putih

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari akan membuat berbagai fungsi organ berjalan dengan semestinya. Dampak baik lainnya juga akan dirasakan kulit yang pada usia 40-an mulai menua. Menjaga kecukupan cairan akan membantu menunda tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, kulit yang kendur, serta menjaga kulit tetap cerah dan terlihat segar.

Tidur yang Cukup

Lakukan kebiasaan jelang tidur yang baik, seperti tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur, hindari konsumsi kafein dan nikotin, meredupkan lampu kamar, dan jauhkan gawai agar tidur lebih nyenyak. Pastikan kamu tidur sekitar 8 jam per hari. Bila dilakukan dengan konsisten, rasakan berbagai perubahan menyehatkan pada tubuh karena waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

Cara Hidup Sehat di Umur 40 Tahun

Ilustrasi Cek kesehatan
Perbesar
Ilustrasi Cek kesehatan

Perhatikan Kondisi Mata

Pada usia 40, penglihatan bisa mulai memburuk, jadi perhatikan dan periksa mata kamu. Misalnya, pandangan mulai kabur akibat perubahan anatomi bola mata (harus menggunakan kacamata plus akibat presbiopia untuk membaca, misalnya), hingga munculnya penyakit degeneratif seperti katarak. 

Menurunnya fungsi kelenjar air mata juga kerap menimbulkan gejala, seperti mata kering dan rasa tidak nyaman. Untuk memperlambat penurunan penglihatan tersebut, diet tinggi buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan, vitamin, serta mineral sangat disarankan.

Jaga Postur Tubuh yang Baik

Tak hanya akan terlihat elok secara estetika, postur tubuh yang baik juga akan mencegah terjadinya nyeri punggung, sakit pinggang, serta mengurangi tekanan pada otot, sendi, dan struktur pendukungnya. Mulailah dari hal yang sederhana. Misalnya, duduk dan berdiri dengan tegak (bahu tidak membungkuk). Jika dilakukan terus-menerus, ini akan terbentuk menjadi kebiasaan.

Cek Kesehatan

Usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk melihat “angka-angka” kesehatan kamu, yakni tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan berat badan. Ingat, risiko kenaikan angka-angka tersebut semakin tinggi memasuki usia kepala empat.

Mengetahui angka-angka ini akan membantu kamu dan dokter mengidentifikasi faktor risiko penyakit yang berpotensi tersembunyi. Misalnya, orang dengan tekanan darah tinggi berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal.

 

Lanjutkan Membaca ↓