10 Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan, Mulai Batasi Penggunaannya

Oleh Laudia Tysara pada 14 Jun 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 14:30 WIB
Lautan Sampah yang Selimuti Danau Uru-Uru di Bolivia Mulai Dibersihkan
Perbesar
Petugas polisi mengeluarkan botol plastik bekas dari Sungai Tagaret, yang mengalir ke Danau Uru Uru, dekat Oruro, Bolivia, Rabu (7/4/2021). Operasi pembersihan dimulai untuk mengembalikan danau ke keindahan alamnya yang telah dibanjiri sampah plastik dan limbah buatan manusia lainnya. (AP/Juan Kari)

Liputan6.com, Jakarta Bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan mulai sekarang wajib dijadikan perhatian. Tak hanya dapat membunuh hewan dan merusak lingkungan. Bahaya sampah plastik pun berisiko menyebabkan berbagai macam penyakit mematikan seperti kanker hingga sebabkan kematian.

Ditambah maraknya aktivitas belanja online, karena mayoritas dan hampir seluruh pengemasannya menggunakan plastik. Hal tersebut terungkap berdasarkan riset LIPI pada medio April-Mei 2020. Bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan seolah kabur dari perhatian.

Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Ujang Solihin Sidik dalam Diskusi Daring Jurnalis: Pandemi Covid-19 dan Ekonomi Sirkular menjelaskan, telah terjadi peningkatan transaksi belanja online berbentuk paket 62 persen. Untuk belanja online berbentuk layanan antar makanan siap saji 47 persen.

Data The World Bank 2018 memaparkan ada sebanyak 87 kota di pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut diperkirakan sekitar 1.27 juta ton. Berikut Liputan6.com ulas bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan lebih jauh dari berbagai sumber, Senin (14/6/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan

FOTO: Hamparan Sampah Sumbat Sungai Drina di Bosnia
Perbesar
Foto dari udara memperlihatkan hamparan sampah menyumbat Sungai Drina dekat Kota Visegrad, Bosnia, Selasa (5/1/2021). Hamparan limbah terdiri dari sampah botol plastik, papan kayu, tong berkarat, dan lainnya. (AP Photo/Eldar Emric)

1. Mengacaukan Rantai Makanan

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah dapat mengacaukan rantai makanan. Ukurannya yang besar dan kecil, plastik yang mencemari dapat memengaruhi organisme terkecil di dunia, seperti plankton.

Ketika organisme ini keracunan karena menelan plastik, hal ini akan menyebabkan masalah bagi hewan yang lebih besar yang mengonsumsi organisme-organisme kecil ini.

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan ini dapat menyebabkan banyak masalah, karena bisa mempengaruhi keseluruhan rantai makanan. Akhirnya, bisa berakhir di dalam perut manusia sebagai predator puncak.

2. Limbah yang Beracun

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah kandungan racun yang ada di dalamnya. Manusia membuat plastik secara artifisial dengan menggunakan sejumlah bahan kimia beracun.

Oleh karena itu, penggunaan dan paparan plastik telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang mempengaruhi orang di seluruh dunia. Proses pembuatan, penyimpanan, pembuangan, dan keberadaan plastik bisa sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan

[Fimela] Ilustrasi Sampah Plasti di Laut
Perbesar
Ilustrasi Sampah Plastik di Laut. (Unsplash.com/brian_yuri)

3. Mikroplastik Masuk Tubuh

Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik di 114 spesies laut, dan sekitar sepertiganya berakhir di piring manusia. Kemudian BPA yang ada di banyak benda plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan, metabolisme di organ hati yang akhirnya membentuk Bisphenol A.

Bahaya sampah plastik bagi kesehatan adalah mikroplastik dapat masuk dalam tubuh manusia. WHO menerbitkan penelitian yang mengejutkan pada tahun 2018, di mana mereka mengungkap keberadaan mikroplastik dalam 90% air kemasan, yang tesnya menunjukkan hanya 17 yang bebas dari plastik dari 259 sampel.

Mikroplastik yang terkandung dalam air bisa masuk ke dalam organ tubuh ikan. Inilah penyebab bahaya sampah plastik bagi kesehatan. Sehingga, hewan tersebut tidak akan bertahan hidup lama dan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

4. Mengganggu Sistem Pernapasan

Bahaya sampah plastik bagi kesehatan adalah bisa mengganggu sistem pernapasan makhluk hidup. Mikroplastik yang kena panas matahari atau terbakar berbahaya bagi pernapasan.

Kalau sampah plastik dibakar bisa menghasilkan zat karbon monoksida. Bahaya sampah plastik bagi kesehatan ini berisiko untuk kesehatan dan dapat memicu kanker.

Walau belum ada penelitian tentang ambang batas kandungan mikroplastik yang berbahaya bagi makhluk hidup, masyarakat diimbau tetap mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan

Ilustrasi sampah plastik
Perbesar
Ilustrasi sampah plastik. (dok. Pixabay.com/RitaE)

5. Polusi Tanah

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah bisa menimbulkan polusi tanah. Ketika plastik dibuang di tempat pembuangan sampah, benda ini akan berinteraksi dengan air dan membentuk bahan kimia berbahaya. Ketika bahan kimia ini meresap ke bawah tanah, mereka dapat menurunkan kualitas air. Angin membawa dan mengendapkan plastik dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan sampah tanah.

6. Polusi Udara

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah bisa menimbulkan polusi udara. Pembakaran plastik di udara terbuka menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pelepasan bahan kimia beracun. Udara yang tercemar, jika dihirup oleh manusia dan hewan, akan mempengaruhi kesehatan mereka dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Bahaya sampah plastik bagi lingkungan ini wajib diwaspadai.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan

Ilustrasi Sedotan Plastik
Perbesar
Ilustrasi sedotan plastik. (dok. Pixabay.com/Hans/Putu Elmira)

7. Bikin Perut Kembung

Bahaya sampah plastik bagi kesehatan terutama penggunaan sedotan plastik dapat menyebabkan perut kembung. Menggunakan sedotan berbahan dasar tertentu seperti plastik, membuat seseorang tidak hanya sekadar menghirup atau menyedot minuman.

Seperti yang dikatakan oleh dokter dan ahli kesehatan, Nesochi Okeke-Igbokwe, saat menggunakan sedotan, kamu tidak hanya menghisap air namun juga menelan udara berlebih yang disebut aerophagia, sehingga membuat perut kembung.

Penumpukan udara berlebih di saluran pencernaan dapat meningkatkan kebiasaan sendawa untuk melepaskan udara yang tertelan. Bahaya sampah plastik bagi kesehatan dari penggunaan sedotan ini mirip saat seseorang makan terlalu cepat dan minum cairan berkarbonasi, yang juga bisa berkontribusi untuk membuat kamu menelan banyak udara.

8. Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Bahaya sampah plastik bagi kesehatan terutama untuk penggunaan sedotan adalah dipengaruhi kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya. Hal ini karena sedotan plastik biasanya terbuat dari polypropylene, yaitu sejenis plastik yang terbuat dari minyak bumi.

Meskipun Food and Drug Administration (FDA) menemukan makanan polypropylene aman, namun bahan kimia dari plastik juga bisa bocor ke dalam air.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Science juga menunjukkan bahaya sampah plastik bagi kesehatan seperti sedotan sekali pakai bahwa senyawa tersebut dapat memengaruhi kadar estrogen pada manusia, sehingga memengaruhi kesuburan seseorang, khususnya pada wanita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan

Ilustrasi sampah plastik
Perbesar
Ilustrasi sampah plastik. (Foto: pexels.com)

9. Polusi Air

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah dapat menimbulkan polusi air tanah. Konservasi air sudah menjadi perhatian di berbagai tempat mulai dari California hingga beberapa bagian India, tetapi air dunia berada dalam bahaya besar karena pengaruh plastik dan limbah bocor.

Jika pernah melihat tempat pembuangan sampah, bayangkan apa yang terjadi setiap kali hujan, lalu bayangkan hal itu ada dalam air minum. Air tanah dan waduk adalah salah satu sumber air yang rentan terhadap kebocoran racun lingkungan. Bahaya sampah plastik bagi lingkungan ini jangan dianggap remeh.

Sebagian besar sampah dan polusi yang memengaruhi lautan di dunia juga berasal dari plastik. Hal ini berdampak buruk pada banyak spesies laut, yang dapat menimbulkan konsekuensi bagi mereka yang memakan ikan dan kehidupan laut untuk nutrisi, termasuk manusia.

10. Membunuh Hewan

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah berisiko membunuh hewan. Banyaknya limbah plastik bisa meningkatkan risiko untuk melukai atau membunuh makhluk hidup. Salah satunya polusi plastik yang terjadi di dalam laut bisa membunuh ikan-ikan atau makhluk lainnya yang secara sengaja atau tidak sengaja mengonsumsinya. Kita juga pernah menyaksikan bagaimana limbah plastik ini membuat beberapa hewan terjebak dan kesulitan.

 

Lanjutkan Membaca ↓