Inovatif Adalah Cara Berpikir yang Baru, Kenali Lebih Jauh

Oleh Laudia Tysara pada 10 Jun 2021, 17:10 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 17:10 WIB
Ilustrasi berpikir, merenung
Perbesar
Ilustrasi berpikir, merenung. (Photo by Jason Strull on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Inovasi dan inovatif adalah dua hal yang berbeda. Keduanya sama-sama bersifat pembaruan, tetapi maknanya berlainan. Inovatif adalah cara berpikir yang baru, sementara inovasi merupakan hasil dari buah pikiran yang inovatif.

Bagaimana, sudah bisa membedakan? Sekali lagi, inovasi dan inovatif adalah berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan dan saling melengkapi satu dengan lainnya. 

Untuk bisa menciptakan sebuah inovasi, maka pemikiran yang inovatif adalah harus disertai beberapa ketentuan. Selain elastis, komprehensif, dan luas, inovatif adalah perlu disertai dengan produktivitas, sensitivitas, originalitas, dan kreativitas yang tinggi.

Sesuatu yang diciptakan secara inovatif adalah pasti punya kebaruan, khas, cukup terencana, dan selalu memiliki kejelasan. Berikut Liputan6.com ulas tentang istilah inovatif adalah cara berpikir yang baru lebih jauh dari berbagai sumber, Kamis (10/6/2021).

Mengenal Inovatif

Ilustrasi berpikir | Andrea Piacquadio dari Pexels
Perbesar
Ilustrasi berpikir | Andrea Piacquadio dari Pexels

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan inovatif adalah sesuatu yang bersifat pembaruan. Inovatif adalah suatu usaha yang diupayakan dari cara berpikir yang baru agar menstimulus kemampuan dan keahlian baru untuk menghasilkan karya baru.

Hal-hal yang mendasari terciptanya inovatif adalah harus diperhatikan betul. Inovatif adalah tercipta cara berpikir elastis dan komprehensif. Lalu inovatif adalah perlu disertai dengan produktivitas, sensitivitas, originalitas, dan kreativitas yang tinggi. Inovatif adalah cara berpikir yang baru dengan syarat dan ketentuan.

Bila jalan yang inovatif sudah diupayakan, maka sebuah inovasi akan tercipta. Dapat dikatakan, cara berpikir yang inovatif adalah akan menghasilkan inovasi. Inovasi secara jelas dipaparkan dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002, yang bunyinya:

Inovasi adalah berbagai kegiatan atau aktivitas penelitian, pengembangan, serta atau perekayasaan yang dilakukan untuk dapat pengembangan penerapan praktis nilai serta juga konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau juga cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau juga proses produksinya.

Manfaat Sebuah Inovasi

1. Memecahkan Masalah

Inovasi adalah ide dan gagasan baru yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah. Masalah baru tentu harus diselesaikan dengan ide baru. Jika masalah baru bisa diselesaikan dengan solusi lama, pasti masalah baru tidak akan terjadi karenanya.

2. Tingkatkan Produktivitas

Dituntut untuk selalu berinovasi akan berdampak baik bagi produktivitas. Siapa saja yang melakoni, pasti akan mendapat dampak baik ini. Mulai dari karyawan biasa, bos, buruh, mahasiswa, siswa, dan masih banyak lagi.

Inovasi membuat semua pelakunya berpikir lebih kritis. Artinya berbagai ilmu pengetahuan baru akan dicari. Tentu saja untuk bisa mencari, tidak bisa hanya berdiam diri melainkan selalu produktif.

3. Menciptakan Kualitas Unik

Banyak orang tak menyadari, berinovasi membuat dirinya menjadi memiliki kualitas unik. Jika inovasi berhasil dibuat dan dilakoni, perbedaan akan terlihat. Itu artinya, inovasi akan menonjolkan diri dan terlihat memiliki kualitas yang unik.

4. Tangguh

Seseorang yang pintar berinovasi pasti tangguh. Hal ini berarti penyesuaian diri dengan masalah baru dan penyelesaiannya bisa dilakukan dengan baik. Orang yang seperti ini lebih banyak dicari karena dalam berbagai bidang usaha, masalah pasti ada dan inovasi sebagai penyelesaian sangat dibutuhkan.

Ciri-Ciri Inovatif

Ilustrasi berpikir | Ivan Samkov dari Pexels
Perbesar
Ilustrasi berpikir | Ivan Samkov dari Pexels

1. Baru

Segala yang inovatif adalah bersifat baru. Bisa diartikan sebagai gagasan yang benar-benar murni belum pernah digunakan oleh siapa pun. Bisa juga berarti sesuatu yang sudah pernah digunakan orang lain, tetapi ingin diadopsi karena dirasa cocok dijadikan solusi.

2. Terencana

Cara beripikir yang inovatif pasti terencana karena termasuk sesuatu yang sengaja dibuat. Memiliki pola pikir tertentu yang bisa digunakan mempraktikkan pengembangan yang sudah direncanakan.

3. Khas

Segala yang inovatif akan selalu bersifat khas meskipun berangkat dari pengadopsian. Hal ini dapat diartikan pula dengan segala pengadopsian yang dipraktikkan di tempat baru akan memunculkan ciri khas tersendiri. Adopsi belum tentu membuatnya nampak sama persis dalam hal praktis.

4. Tujuan Jelas

Cara berpikir inovatif pasti memiliki tujuan yang jelas. Hal ini berdasar pada ilmu pengetahuan yang digunakan. Ilmu pengetahuan selalu menitikberatkan pada objek dan subjek dalam pengembangan. Tanpa menentukan objek dan subjek yang jelas, inovasi tidak akan tepat sasaran dan gagal diterapkan.

 

Cara Menghasilkan Inovasi

1. Rinci Ide Kreatif

Tulis secara rinci di buku catatan atau notes di handphone. Dimulai dari poin-poinnya saja dulu, apa yang ingin disampaikan dan inti dari ide-idenya.

2. Jelaskan dengan Kalimat dan Gaya Bahasa Alami

Jelaskan menurut gaya bahasa alami agar lebih mudah dipahami dan terlihat natural.

3. Fokus pada Point Ide

Yakinkan betapa penting ide kreatif yang sedang disampaikan dan buat suasana lebih hidup.

4. Ilustrasikan Ide Kreatif

Pergunakan ilustrasi baik gambar, data, dan infografik ide kreatif yang hendak disampaikan.

5. Tanyakan Feedback

Pelajari semua input yang diberikan untuk menyempurnakan ide inovasi. Ingat, jangan bawa perasaan (baper), ya!

Lanjutkan Membaca ↓