Anak Sekolah Usia 12-18 tahun di Singapura Mulai Divaksin Covid-19

Oleh Septika Shidqiyyah pada 03 Jun 2021, 23:05 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 23:35 WIB
Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Filipina
Perbesar
Seorang petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca di dalam gereja Paroki Hati Kudus Yesus di Quezon City, Filipina, Senin (17/5/2021). Gereja itu digunakan untuk mempercepat proses vaksinasi kepada warga di daerah tersebut. (AP Photo/Aaron Favila)

Liputan6.com, Jakarta Singapura telah memulai vaksinasi COVID-19 nasionalnya untuk lebih dari 400.000 pelajar berusia 12 tahun ke atas pada Kamis (3/6).

The Straits Times yang mengunjungi Bishan Community Club pada Kamis (3/6), melaporkan ada banyak orang tua siswa yang menemani anak mereka untuk divaksinasi.

Dalam program vaksinasi awal ini, prioritas penerima vaksin adalah mereka yang akan mengikuti ujian. Di antara barisan pertama, adalah seorang siswa Anglo-Cina Junior College, bernama Ryan Oh (17).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Di Singapura hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang dapat divaksinasi COVID-19

Ryan, yang mengikuti ujian tahun ini, mengatakan bahwa dia memutuskan untuk divaksinasi untuk melindungi neneknya yang tinggal bersamanya.

Meskipun sebagian besar lansia di Singapura telah divaksinasi, nenek Ryan belum mendapatkan persetujuan dari dokternya untuk mendapat suntikan vaksin karena alergi parah yang dialaminya.

"Varian baru Virus Corona menyebar lebih cepat, dan gelombang baru COVID-19 ini tampaknya lebih mengkhawatirkan daripada tahun lalu. Saya tidak ingin mengambil risiko menularkannya kepadanya," kata Ryan, seperti dilansir The Straits Times, Kamis (3/6/2021).

Salah satu orang tua siswa lainnya, yaitu Liza Ng (46) menemani putrinya, Shyanne (17), untuk divaksinasi.

"Itu salah satu hal yang bisa saya lakukan untuk melindungi putri saya. Bahkan jika dia terkena COVID-19, gejalanya tidak akan terlalu parah,"ujar Liza, yang berprofesi sebagai pegawai negeri.

Liza juga memilih untuk mendatangi pusat vaksinasi COVID-19 untuk siswa pada hari pertama, sehingga Shyanne bisa beristirahat dengan cukup selama liburan sekolah.

"Jadwal vaksin kedua Shyanne di bulan Juli adalah pada Jumat sore, jadi jika dia memiliki efek samping, dia bisa beristirahat selama akhir pekan. Dia juga akan memiliki tiga hingga empat pekan untuk beristirahat sebelum mengikuti ujian sekolah pada bulan Agustus," terang Liza.

Untuk saat ini, di Singapura hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas pada 1 Juni yang dapat divaksinasi COVID-19. Dilaporkan anak berusia 12-17 tahun di Singapura hanya diizinkan disuntik vaksin produksi Pfizer-BioNtech. Sementara, anak berusia 18 tahun ke atas dapat memilih Pfizer atau Moderna.

Sebelumnya, pihak penyelenggara menyebar 52 ribu undangan vaksinasi ini melalui SMS kepada orang tua siswa.

Lanjutkan Membaca ↓