Malaysia Lockdown Nasional sampai Juni, Dihantam Covid-19 Gelombang Ketiga

Oleh Septika Shidqiyyah pada 11 Mei 2021, 22:20 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 22:22 WIB
Akibat Penyebaran COVID-19, Pariwisata di Malaysia Merosot Tajam
Perbesar
Pemandangan sepi kawasan Bukit Bintang, yang biasanya ramai menjadi tujuan wisata, di Kuala Lumpur, Malaysia (7/12/2020). Dewan Promosi Pariwisata Malaysia mengatakan jumlah kedatangan turis ke negara itu selama periode Januari-September tahun ini merosot. (Xinhua/Chong Voon Chung)

Liputan6.com, Jakarta Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Malaysia baru saja menerapkan lockdown nasional hingga tanggal 7 Juni 2021. Keputusan ini diambil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mencegah lonjakan tajam infeksi Covid-19.

Saat ini, kasus Covid-19 di Malaysia sedang meningkat hingga 4.000 kasus sehari. Kasus Covid-19 di Negeri Jiran telah mencapai 444 ribu kasus dan 1.700 meninggal dunia.

Kenaikan kasus mulai terjadi pada April di tengah program vaksinasi.

PM Yassin menerangkan pemerintah perlu mengambil tindakan drastis agar tidak "terjerumus ke dalam malapetaka kesehatan yang lebih parah."

"Sehubungan itu, Sidang Umum Majelis Keselamatan Negara Mengenai COVID-19 yang saya pimpin hari ini telah membuat keputusan untuk melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan di Seluruh Negara," demikian pernyataan PM Yassin pada Senin 10 Mei 2021 dalam keterangan tertulis yang dikutip dari akun Facebook miliknya.

2 dari 3 halaman

Mudik dan silaturahmi Idul Fitri dilarang

Selama lockdown berlangsung hingga awal Juni mendatang, warga Malaysia tidak diizinkan untuk menghadiri berbagai acara yang berpotensi menimbulkan keramaian. Mudik, ziarah, dan silaturahmi Idul Fitri otomatis turut dilarang.

"Melarang semua bentuk himpunan sosial termasuk kenduri-kendara, majlis perkawinan dan pertunangan, majlis doa selamat dan tahlil, majlis makan malam, majlis sambutan hari jadi serta majlis-majlis resmi kerajaan dan swasta," tegas PM Yassin.

Selain itu, kantor juga diminta melaksanakan WFH. Semua institusi pendidikan akan kembali ditutup. Aktivitas rekreasi juga dilarang kecuali olahraga individu di lokasi terbuka seperti jogging, bersepeda, dan senam.

Perjalanan lintas daerah tegas dilarang, kecuali untuk tujuan tertentu, seperti bekerja, vaksinasi, dan pasangan jarak jauh.

3 dari 3 halaman

KBRI imbau WNI di Malaysia taati protokol kesehatan yang berlaku

KBRI Kuala Lumpur menjelaskan lockdown 2021 ini tidaklah seperti awal tahun lalu karena sektor perekonomian masih bisa beroperasi meski ada pembatasan.

"Terdapat pembatasan lintas antar negeri, Restoran tidak bisa dine in, kapasitas penumpang kendaraan dibatasi, pelaksanaan Sholat Ied dibatasi, tidak diperkenankan saling kunjung saat lebaran," jelas Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, kepada Liputan6.com, Selasa (11/5/2021).

KBRI meminta agar WNI di Malaysia menaati protokol kesehatan yang berlaku. Tantangan yang dialami WNI adalah roadblock yang menyulitkan bepergian lintas daerah.

"Sejauh ini umumnya yang dikeluhkan WNI lintas negeri atau adanya roadblock sehingga menyulitkan mereka ke KBRI atau KJRI untuk mengurus keperluan dokumen perjalanan atau dokumen kekonsuleran. Namun untuk keperluan ini terdapat jalan keluar WNI bisa ajukan ijin lintas negeri pada Balai Polis dengan menunjukkan bukti pendaftaran online untuk pengurusan dokumen di KBRI atau KJRI," ucap Yoshi.

Lanjutkan Membaca ↓