6 Tanda Pria Belum Move On Dari Mantan, Mudah Dideteksi

Oleh Mardella Savitri Murtisari pada 15 Mei 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2021, 15:00 WIB
Berkata Bohong Berkali-kali
Perbesar
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta Berkencan di pertengahan usia 20 tahun, tentu secara tidak langsung Anda harus menerima kenyataan bahwa setiap orang memiliki sejarah sebelum bertemu denganmu. Di usia ini, bahkan sebagian orang sudah pernah menjalani hubungan percintaan jangka panjang dengan mantan kekasih atau bahkan mantan istri.

Ketika menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang baru, tentu Anda mengharapkan bahwa ia secara emosional telah siap untuk menjadi pasangan Anda. Namun, faktanya beberapa orang memulai hubungan baru hanya untuk melupakan bayang-bayang mantan kekasihnya.

Berkencan dengan orang yang masih belum bisa sepenuhnya move on tentu saja berat dan menyebalkan. Maka dari itu, Anda harus dapat mengidentifikasi tanda-tanda seseorang yang belum move on dari mantannya. Sehingga dapat memberikan tanda tegas agar tak melanjutkan hubungan ke tahapan yang lebih serius.

Berikut merupakan tanda-tanda pria belum move on dari mantannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (11/5/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Salah panggil nama

Mudah Emosi Pada Hal Sepele
Perbesar
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/pixabay

Salah satu tanda yang paling mudah diidentifikasi dari seorang pria yang belum move on dari mantan yakni adalah ketia ia salah memanggil nama mantannya untuk memanggil Anda. Jika hanya terjadi satu dua kali mungkin masih bisa dimaafkan, namun apabila hal ini terjadi secara konsisten dan ia terus meminta maaf, maka kenali tanda tersebut sebagai cara untuk mulai mundur dari hubungan ini.

Biasanya, hal ini terjadi ketika seseorang sedang berada di puncak emosi. Entah itu emosi karena stres dan konlik atau emosi puncak saat sedang dalam kondisi romantis yang intim. Di momen tersebut, seringkali alam bawah sadar seseorang mempengaruhi caranya bertindak laku, bahkan saat sedang memanggil nama.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Selalu membicarakan kejelekan mantan

Pria
Perbesar
Ilustrasi Pria Gagal Move On Credit: pexels.com/Mike

Untuk memulai hubungan tentu hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menerima bahwa Anda dan sebagian besar orang lain sudah memiliki sejarah. Setiap hubungan yang berakhir dengan perpisahan tentu memiliki konflik di dalamnya.

Maka dari itu, membicarakan kejelekan mantan di depan pasangan baru bisa menjadi salah satu tanda ia belum sepenuhnya move on. Terlebih lagi ketika membicarakan kejelekan mantan menjadi topik pembicaraan kalian sehari-hari.

Lagipula, jika sudah berakhir, kenapa harus terus di bahas? Toh tidak akan mengubah keadaan dan terlebih lagi, kalian berdua sedang menjalin hubungan. Seharusnya fokus komunikasi berputar dalam topik bagaimana cara menjalin hubungan antara kalian berdua.

Kemudian jangan lupa memposisikan dirimu sebagai mantan kekasihnya. Jika saat ini saja ia terus membicarakan hal buruk tentang mantannya, maka bisa jadi suatu hari nanti ia akan membicarakan hal buruk tentangmu di depan kekasih barunya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Kesulitan untuk membicarakan masa depan

Pria Move On/Mlg
Perbesar
Ilustrasi pria/copyright unsplash.com/@luobulinka

Apabila Anda berkencan dengan seseorang dan masih membutuhkan tanda lainnya untuk memvalidasi bahwa hubungan kalian pantas diperjuangkan, maka ini adalah salah satunya.

Ketika seorang pria pernah berada dalam hubungan jangka panjang dengan mantannya dan belum kunjung move on, maka ia akan kesulitan untuk membicarakan tentang masa depan dengan Anda.

Hal ini tentu saja dikarenakan ia masih belum siap secara mental untuk memulai awal yang baru. Ia masih terpaku dengan masa lalu dimana ia pernah membuat cita-cita bersama mantan kekasihnya tersebut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Masih menyimpan barang kenangan

Lebih Baik Move On
Perbesar
Ilustrasi Move On Credit: pexels.com/VeraArsic

Ketika seseorang berpacaran, tentu saling bertukar barang merupakan hal yang normal. Namun, apabila sudah putus dan barang tersebut masih tersimpan dengan rapi, maka sudah nampak jelas bila pria tersebut belum move on.

Terlebih lagi, ia menunjukkan gestur bahwa ia tidak akan menyingkirkan atau membereskan barang penuh kenangan antara dia dan mantan pacarnya. Maka sudah jelas bahwa ia belum move on dan tak mau merusak memori atau kenangan bersama sang mantan.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Membuat perbadingan dengan mantan

ilustrasi move on gemini/pixabay
Perbesar
ilustrasi move on gemini/pixabay

Ketika putus dari seseorang, kadang kala secara tidak sadar kita mencari pasangan baru yang memiliki kemiripan dengannya. Kemudian, ada masanya ketika seseorang yang belum move on tersebut mulai untuk membandingkan antara mantan dan kekasih barunya.

Meskipun kadang kala hal ini tidak diungkapkan secara eksplisit, namun Anda mungkin dapat peka dalam mencermati setiap kalimat candaan yang ia keluarkan. Hal ini dikarenakan seringkali seorang pria ternyata melontarkan kejujuran dalam sebuah candaan.

Misalkan saja seperti ini, "Mantanku tidak pernah melakukan ini", "Mantanku tidak suka jika aku begini", "Aku bersyukur kamu melakukan ini, soalnya mantanku tidak pernah begini," 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Emosional saat mendengar kabar mantan

move on
Perbesar
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Rawpixel.com

Salah satu tanda terbesar bahwa pria belum move on dari mantannya adalah ia sangat tertarik dengan detail ataupun kabar terbaru dari sang mantan. Selain mereka masih saling follow di sosial media, ia juga masih nampak emosional apabila mendengar kabar baru dari mantannya.

Entah apakah itu sang mantan punya gebetan baru dan ia merasa cemburu, atau bahkan ketika sang mantan pindah kota dan ia benar-benar penasaran kota mana yang dituju oleh mantannya.

Apabila Anda ingin memperjuangkan hubungan ini setelah mantan Anda memiliki keenam tanda di atas, mungkin Anda dan pasangan harus mulai untuk mendapatkan terapi pasangan dari psikolog.

 

Lanjutkan Membaca ↓