Ciri-Ciri Penyakit Jantung Menurut Jenisnya, Waspadai Sedini Mungkin

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 06 Mei 2021, 15:40 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 15:40 WIB
penyakit jantung
Perbesar
penyakit jantung (sumber: freepik)

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri penyakit jantung tak boleh diabaikan begitu saja. Penyakit jantung termasuk penyakit tidak menular yang menyumbang kasus kematian terbesar di dunia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Meningkatnya penderita penyakit jantung, membuat mengenali ciri-ciri penyakit jantung begitu penting dilakukan. Ciri-ciri penyakit jantung bisa bergantung dengan jenis penyakit jantung yang diderita. Ciri-ciri penyakit jantung yang umum meliputi sesak napas, angina, mudah lelah, dan berkeringat.

Ciri-ciri penyakit jantung bisa jadi tanda awal adanya masalah pada jantung. Mengenali ciri-ciri penyakit jantung bisa meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit ini. Berikut ciri-ciri penyakit jantung menurut jenisnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(6/5/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung aritmia

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Perbesar
Ilustrasi Penyakit Jantung Credit: pexels.com/Jonathan

Aritmia mengacu pada detak jantung yang tidak teratur. Aritmia terjadi ketika impuls listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak menentu.

Aritmia mungkin tidak menimbulkan gejala yang nyata. Dokter bisa mendeteksi aritmia selama pemeriksaan rutin atau dalam tes elektrokardiogram (EKG). Namun, ciri-ciri penyakit jantung aritmia yang umum bisa meliputi:

- merasa seperti jantung berdetak kencang

- perasaan berdebar di leher atau dada

- detak jantung cepat

- detak jantung lambat atau tidak teratur

Gejala yang lebih serius juga bisa meliputi:

- nyeri dada

- sulit bernapas

- kelemahan

- pusing

- pingsan atau hampir pingsan

- kelelahan

- berkeringat

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung koroner

Saturasi Oksigen
Perbesar
Ilustrasi Penyakit Jantung Credit: unsplash.com/Emily

Penyakit arteri koroner, juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner, adalah jenis penyakit jantung yang paling umum. Penyakit ini berkembang ketika arteri yang memasok darah ke jantung tersumbat oleh plak.

Akibatnya, suplai darah berkurang, dan jantung menerima lebih sedikit oksigen dan lebih sedikit nutrisi. Seiring waktu, otot jantung melemah, dan terdapat risiko gagal jantung dan aritmia. Ciri-ciri penyakit jantung koroner yang khas adalah angina. Ini adalah jenis nyeri dada yang terkait dengan penyakit jantung.

Angina dapat menyebabkan tekanan, rasa berat, ketat, terbakar, dan sakit di seluruh dada. Angina juga dapat menyebabkan gejala berikut:

- gangguan pencernaan

- maag

- kelemahan

- berkeringat

- mual

- kram

PJK juga bisa menyebabkan sesak napas. Jika jantung dan organ lain tidak menerima cukup oksigen, segala bentuk pengerahan tenaga bisa menjadi sangat melelahkan, yang dapat menyebabkan seseorang terengah-engah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung kardiomiopati

Penyakit Kardiovaskuler
Perbesar
Ilustrasi Penyakit Jantung Credit: freepik.com

Kardiomiopati menyebabkan otot jantung mengeras atau menjadi lemah. Ini membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jenis utama kardiomiopati meliputi kardiomiopati dilatasi, hipertrofik, dan restriktif.

Gejala semua jenis kardiomiopati cenderung serupa. Dalam semua kasus, jantung tidak dapat memompa darah secara memadai ke jaringan dan organ tubuh. Ciri-ciri penyakit jantung kardiomiopati dapat meliputi:

- kelemahan umum dan kelelahan

- sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berolahraga

- pusing dan pusing

- nyeri dada

- palpitasi jantung

- serangan pingsan

- tekanan darah tinggi

- edema, atau pembengkakan, pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung serangan jantung

Memicu Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Perbesar
Ilustrasi Serangan Jantung Credit: freepik.com

Serangan jantung terjadi ketika ada kehilangan suplai darah ke bagian dari otot jantung. Ini sering terjadi akibat penyumbatan di arteri di dekatnya. Seseorang yang mengalami serangan jantung akan merasakan nyeri di dada dan bagian tubuh lainnya, serta gejala lainnya. Berikut ciri-ciri penyakit jantung serangan jantung yang perlu diwaspadai:

- perasaan tertekan, sesak, nyeri, tertekan, atau nyeri di dada

- nyeri yang menyebar ke lengan, leher, rahang, atau punggung

- perasaan berat di dada

- perasaan yang mirip dengan mulas atau gangguan pencernaan

- mual dan terkadang muntah

- merasa lembap dan berkeringat

- sesak napas

- merasa pusing

- dalam beberapa kasus, kecemasan yang terasa mirip dengan serangan panik

- batuk atau mengi, jika cairan menumpuk di paru-paru

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung bawaan

Gambar Ilustrasi Penyakit Jantung
Perbesar
Sumber: Freepik

Kelainan jantung bawaan adalah kelainan jantung yang terjadi sejak lahir. Kondisi ini dapat memengaruhi dinding jantung, katup jantung, dan pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, gejala kelainan jantung bawaan mungkin baru muncul segera setelah lahir. Bayi baru lahir dengan kelainan jantung mungkin mengalami:

- bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan

- sesak atau kesulitan bernapas

- kesulitan makan

- berat badan lahir rendah

- nyeri dada

- pertumbuhan tertunda

Dalam kasus lain, gejala kelainan jantung bawaan mungkin baru muncul bertahun-tahun setelah lahir. Begitu gejala berkembang, ciri-ciri penyakit jantung bawaan mungkin termasuk:

- irama jantung yang tidak normal

- pusing

- kesulitan bernapas

- pingsan

- pembengkakan

- kelelahan

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ciri-ciri penyakit jantung gagal jantung

Ilustrasi jantung (iStock)
Perbesar
Ilustrasi jantung (iStock)

Gagal jantung disebabkan ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung dapat terjadi akibat penyakit arteri koroner yang tidak diobati, tekanan darah tinggi, aritmia, dan kondisi lainnya. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa dengan baik.

Ciri-ciri penyakit gagal jantung meliputi:

- Sesak napas (dispnea) saat beraktivitas atau saat berbaring

- Kelelahan dan kelemahan

- Pembengkakan (edema) di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki

- Detak jantung cepat atau tidak teratur

- Berkurangnya kemampuan untuk berolahraga

- Batuk terus-menerus atau mengi dengan dahak berwarna putih atau merah muda diwarnai darah

- Meningkatnya kebutuhan buang air kecil di malam hari

- Pembengkakan perut (asites)

- Pertambahan berat badan yang sangat cepat dari retensi cairan

- Kurang nafsu makan dan mual

- Kesulitan berkonsentrasi atau menurunkan kewaspadaan

- Sesak napas parah yang tiba-tiba dan batuk lendir berbusa berwarna merah muda

- Nyeri dada jika gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung.

 

Lanjutkan Membaca ↓