10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegah dan Tindakan yang harus Dilakukan

Oleh Ayu Rifka Sitoresmi pada 29 Apr 2021, 15:50 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 15:50 WIB
10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dan Tindakan yang harus Dilakukan
Perbesar
Ilustrasi Banjir.

Liputan6.com, Jakarta Penyebab banjir dapat beragam sesuai dengan kondisi suatu wilayah. Hal ini dapat terjadi karena curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang berturut-turut, adanya penebangan hutan, suatu wilayah yang berada di daratan rendah, atau perilaku membuang sampah secara sembarangan.

Banjir merupakan suatu kondisi di mana terjadi luapan air yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah. Banjir adalah air dalam volume besar yang dapat menggenangi sebuah daerah.

Banjir dapat dikatakan sebagai aliran air yang tidak dapat tertampung lagi oleh sungai, aliran air, dan saluran irigasi yang lainnya. Biasanya air banjir merupakan air yang berasal dari sungai atau hujan lebat yang terus menerus sehingga dapat menyebabkan luapan.

Penyebab banjir perlu dikenali agar dapat dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan. Pasalnya, penyebab terjadinya banjir tidak terlepas juga dari perilaku manusia yang tidak disiplin dalam menjaga lingkungan. Mempersiapkan berbagai tindakan antisipasi juga bisa dilakukan agar banjir tidak terjadi dan merugikan masyarakat.

Berikut ini penyebab banjir yang perlu anda ketahui beserta cara mencegah dan tindakan yang harus dilakukan yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (29/4/2021).

2 dari 5 halaman

Penyebab Banjir

10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dan Tindakan yang harus Dilakukan
Perbesar
Ilustrasi Banjir (iStockphoto)​

1. Penebangan Liar

Penyebab banjir yang pertama adalah penebangan liar. Penebangan hutan secara liar juga merupakan salah satu penyebab banjir yang perlu diperhatikan. Hal ini terkait dengan pohon yang memiliki fungsi dalam meresap air yang jatuh ke tanah. Apabila air hujan tidak dapat diserap dengan sempurna, maka hal ini akan meningkatkan risiko banjir bandang, terutama jika pusat dari banjir tersebut ada di perbukitan.

Selain banjir yang besar, ketika pohon ditebang secara liar, maka akan menimbulkan risiko terjadinya longsor. Hal ini karena salah satu faktor dari longsor adalah tidak mampunya tanah menahan beban dari air yang terus menerus menerpa. Hal ini akan semakin parah jika lokasinya berada di sekitar tebing yang cukup curam.

2. Curah Hujan Tinggi

Penyebab banjir yang berikutnya adalah curah hujan yang tinggi. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap peningkatan debit dan volume air yang ada di daratan. Jika air tersebut tidak dengan cepat diserap oleh tanah atau aliran sungai, hal ini dapat menjadi penyebab banjir bandang.

Jika hujan lebat terjadi telah berlarut-larut dalam waktu yang lama akan sangat berpotensi terjadi banjir. Terutama pada daerah-daerah yang juga memiliki kontur tanah yang rendah. Jika lokasi dari terkumpulnya air tersebut berada di daerah yang lebih tinggi. Tentu akan memberi efek menghancurkan bagi semua kehidupan yang ada di bawahnya. Maka dari itu, pastikan resapan air yang terjaga dengan baik sangat penting perannya.

3. Buang Sampah Sembarangan

Penyebab banjir yang satu ini tentu tidak perlu diragukan lagi, dan berkali-kali diingatkan pada siapa saja. Kebiasaan buruk dalam membuang sampah sembarangan sudah pasti akan memberi dampak buruk bagi lingkungan. Selain tercemarnya lingkungan dan menjadi kotor, jenis sampah seperti sampah plastik akan membuat aliran sungai akan terhambat apabila ada sampah yang tersangkut.

Ketika sampah-sampah tersangkut, maka aliran sungai akan berhenti dan volumenya akan semakin besar. Saat volume semakin besar, maka akan berpotensi dalam menimbulkan efek berupa tekanan yang sangat besar.

4. Kapasitas Sungai Kecil

Kapasitas sungai yang kecil terkadang juga bisa menjadi salah satu penyebab banjir yang tidak terhindari. Semakin tinggi curah hujan, maka semakin banyak volume air yang seharusnya ditampung oleh sungai. Namun karena tidak seimbang, akhirnya air membludak di wilayah sekitar.

Tidak hanya itu, semakin tinggi lokasi air memang memberi dampak merusak bagi lokasi yang ada di bawahnya, dan bayangkan saja ketika lokasi air tersebut ada di atas dan memiliki volume yang sangat besar. Tentunya akan sangat berbahaya bagi orang yang tinggal di dataran rendah atau di bawahnya.

5. Daerah yang Memiliki Dataran Rendah

Penyebab banjir juga dipengaruhi faktor wilayah dataran rendah. Faktor tinggi rendahnya daratan bahkan menjadi faktor yang sangat besar dalam penyebab banjir bandang.

Hal ini mengingat, ketika air turun dari dataran yang lebih tinggi tentunya akan semakin laju ketika menuju ke bawah. Hal ini yang harus diwaspadai, karena kuatnya arus air tersebut bahkan bisa menghancurkan tembok-tembok rumah.

3 dari 5 halaman

Penyebab Banjir yang Lainnya

10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dan Tindakan yang harus Dilakukan
Perbesar
Ilustrasi Banjir Credit: unsplash.com/Chris

5. Pemukiman yang Dibangun di Bantara Kali

Penyebab banjir selanjutnya adalah kurang tertatanya pemukiman penduduk yang berada di daerah bantaran sungai. Hal negatif yang dapat timbul akibat hal tersebut adalah dapat membuat pendangkalan sungai karena kebiasaan buang sampah yang dilakukan para warganya dan dibuang langsung ke sungai.

Selain itu, keadaan tanah di sekitar kiri dan kanan bangunan bisa saja ambles dan menutup sisi-sisi sungai. Hal tersebut menyebabkan penyempitan aliran sungai dan rawan akan terjadinya banjir.

6. Salah Sistem Kelola Tata Ruang

Kesalahan pada sistem tata kelola ruang di daerah perkotaan biasanya seringkali menyebabkan sering terjadinya banjir. Dengan adanya kesalahan tersebut, biasanya air akan sulit menyerap ke dalam tanah dan menyebabkan aliran air menjadi lambat. Sementara pada musim penghujan, air yang datang ke daerah tersebut akan lebih banyak jumlahnya dari biasanya sehingga dapat cepat menyebabkan banjir.

7. Tanah yang Tidak Mampu Menyerap Air

Ketidakmampuan tanah dalam melakukan penyerapan air biasanya disebabkan karena berkurangnya lahan hijau atau lahan terbuka lainnya yang ada di perkotaan. Hal tersebut mengakibatkan air masuk ke dalam saluran, sungai, danau, ataupun selokan. Apabila tempat-tempat tersebut sudah meluap, dapat dipastikan bahwa air yang meluap mengakibatkan banjir.

8. Pemakaian Air Tanah yang Tinggi

Penyebab banjir yang selanjutnya adalah adanya pemakaian air tanah yang tinggi. Potensi banjir di perkotaan biasanya disebabkan oleh mobilitas yang tinggi dan pembangunan yang pesat sehingga menyebabkan kebutuhan air di kota jauh lebih tinggi.

Pada faktanya, penggunaan air tanah yang masih dapat memunculkan problem baru, yakni permukaan tanah menjadi turun. Hal tersebut dikarenakan oleh jumlah air tanah yang berkurang. Permukaan tanah yang mengalami penurunan akan memperbesar risiko terjadinya banjir.

9. Tinggal di daerah resapan Air

Bagi sebuah perkotaan, daerah resapan air merupakan suatu kunci untuk mencegah terjadinya banjir. Namun kebanyakan saat ini daerah resapan air di perkotaan telah beralih fungsi sebagai pemukiman warga. Akibatnya daerah resapan air akan semakin sedikit dan akan memicu potensi banjir lebih tinggi pada saat datangnya musim penghujan.

4 dari 5 halaman

Cara Mencegah Banjir

10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dan Tindakan yang harus Dilakukan
Perbesar
Ilustrasi Banjir | unsplash.com/@jonfordphotos

Banjir merupakan bencana alam yang sangat merugikan masyarakat dan lingkungan. Untuk mencegahnya, ada penanganan banjir yang dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut :

1. Membuat saluran air.

2. Membuang sampah pada tempatnya.

3. Membersihkan saluran air.

4. Membuat bendungan.

5. Menanam pohon.

6. Melestarikan hutan.

7. Membuat lubang biopori.

8. Membuat sumur.

9.  Mengeruk sungai.

10. Membuat paving tone.

5 dari 5 halaman

Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Banjir

10 Penyebab Banjir, Ketahui Cara Mencegahnya dan Tindakan yang harus Dilakukan
Perbesar
Ilustrasi Listrik (sumber: Pixabay)

Ada 4 hal tindakan yang harus dilakukan kita saat banjir itu datang. Berikut tindakannya :

1. Mematikan listrik.

2. Mengungsi ke daerah aman.

3. Jangan berjalan dekat saluran air.

4. Hubungi instansi yang berhubungan dengan penanggulangan bencana.

Lanjutkan Membaca ↓