Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya

Oleh Ayu Rifka Sitoresmi pada 14 Apr 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 19:30 WIB
Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya
Perbesar
Ilustrasi Manajemen KeuanganCredit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta Manajemen keuangan tidak hanya berlaku pada dunia bisnis saja, melainkan juga kehidupan setiap orang mulai dari kehidupan rumah tangga hingga kerja. kata manajemen keuangan ternyata masih tabu dipahami banyak orang. Padahal, manajemen keuangan adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan.

Manajemen keuangan penting dipelajari untuk banyak orang yang hendak menggunakan uangnya se-efektif dan se-efisien mungkin, terlebih bagi mereka yang hendak berbisnis. Secara umum, manajemen keuangan adalah salah satu bidang yang fokus pada penggunaan modal, uang pinjaman, dan dana bisnis lainnya secara efisien dan efektif serta proses pengambilan keputusan yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan dan penambahan nilai suatu entitas.

Supaya mengetahui lebih detail tentang manajemen keuangan, pengertian hingga manfaatnya. Berikut ini penjelasan yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (14/4/2021).

2 dari 5 halaman

Pengertian Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya
Perbesar
Manajemen Keuangan(Foto: Dana)

Manajemen keuangan adalah kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Pengelolaan keuangan harus direncanakan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari.

Keuangan mengacu pada perencanaan strategis, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian usaha keuangan dalam suatu organisasi atau lembaga. Ini juga mencakup penerapan prinsip-prinsip manajemen pada aset keuangan suatu organisasi, sementara juga memainkan peran penting dalam manajemen fiskal.

Manajemen yang tepat dari keuangan organisasi menyediakan bahan bakar berkualitas dan layanan rutin untuk memastikan fungsi yang efisien. Jika keuangan tidak ditangani dengan baik, organisasi akan menghadapi hambatan yang mungkin berdampak parah pada pertumbuhan dan perkembangannya.

Seringkali organisasi memiliki departemen khusus yang menangani masalah keuangan perusahaan. Seorang manajer keuangan ditunjuk untuk menangani keuangan dan mengelola sumber dayanya dalam suatu perusahaan.

Semua keputusan terkait keuangan diambil pada posisi ini. Tergantung pada profil perusahaan, departemen keuangan dapat memiliki beberapa sebutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan.

3 dari 5 halaman

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya
Perbesar
ilustrasi manajemen keuangan | pexels.com/@goumbik

Dalam manajemen keuangan perusahaan, ada beberapa tujuan manajemen keuangan untuk perusahaan yang harus dicapai adalah sebagai berikut.

1.  Memaksimalkan Keuntungan

Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan keuntungan. Memaksimalkan keuntungan berarti semua tindakan dan keputusan finansial yang diambil akan meningkatkan pendapatan keuntungan juga membantu meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu dan tidak diinginkan. Dalam sebuah perusahaan, peran ini dipegang dan menjadi tugas utama dari manajer keuangan dan pengawas keuangan. Mereka harus memilih aset yang tepat, proyek-proyek yang dapat dikerjakan dengan sukses, serta memastikan setiap aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan mendapatkan keuntungan.

2.  Memaksimalkan Nilai Shareholder

Tujuan manajemen keuangan ini dianggap lebih superior dibandingkan hanya memaksimalkan keuntungan perusahaan saja. Memaksimalkan nilai shareholder sama dengan meningkatkan nilai perusahaan. Sama seperti tujuan pertama, hal ini juga menjadi tugas dari manajer keuangan dan pengawas keuangan. Nilai perusahaan sendiri sama dengan total nilai pasar ekuitas dan nilai pasar utang perusahaan.

Pemilik utang memiliki klaim tetap pada perusahaan, sehingga jika nilai perusahaan dimaksimalkan, maka nilai pasar ekuitas juga akan meningkat. Oleh karena itu, memaksimalkan nilai perusahaan akan konsisten dengan memaksimalkan harga saham atau memaksimalkan kekayaan para shareholder.

3.  Menjaga kelancaran arus kas

Tujuan manajemen keuangan selanjutnya adalah menjaga kelancaran arus kas. Sebuah perusahaan harus memiliki arus kas yang sehat untuk bisa memenuhi biaya sehari-hari seperti pembelanjaan bahan baku, membayar gaji pegawai, membayar sewa, membayar tagihan listrik, dan masih banyak lagi.

Dengan arus kas yang sehat, maka perusahaan dapat bertahan lebih lama dan mampu menghadapi krisis dengan baik. Dengan demikian, kesempatan perusahaan untuk meraih kesuksesan juga lebih besar.

4.  Kemampuan perusahaan untuk bertahan

Tujuan manajemen keuangan yang berikutnya adalah perusahaan mampu bertahan. Bisnis adalah dunia yang sangat dinamis dan kompetitif, oleh karena itu lebih dari apapun sebuah perusahaan harus mampu bertahan.

Terutama dalam kondisi yang tidak stabil seperti terjadi krisis secara global maupun regional yang mengganggu kestabilan sistem ekonomi. Manajer keuangan harus sangat teliti dan berhati-hati dalam membuat keputusan keuangan.

5.  Mengumpulkan dana cadangan

Kondisi keuangan bisa dikatakan stabil apabila mereka memiliki dana cadangan. Itulah mengapa mengumpulkan dana cadangan harus menjadi salah satu tujuan manajemen keuangan.

Perusahaan tidak seharusnya membagikan semua keuntungan yang mereka peroleh kepada para pemegang saham hingga habis, namun harus mengambil sebagian dari keuntungan tersebut sebagai cadangan. Di masa depan, dana cadangan bisa digunakan untuk mengembangkan perusahaan dan melakukan ekspansi.

4 dari 5 halaman

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Pribadi

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya
Perbesar
Ilustrasi manajemen keuangan/copyright unsplash.com/@belart84

Manajemen keuangan berlaku untuk semua hal yang menjalankan kegiatan finansial, termasuk orang pribadi. Setiap orang pasti melakukan kegiatan keuangan setiap harinya. Mereka juga memiliki tujuan manajemen keuangan yang berbeda-beda , tergantung dari apa yang ingin dicapai dan kondisi keuangan mereka ketika tujuan tersebut ditetapkan.

Terlepas dari perbedaan kondisi keuangan, ada beberapa hal dasar yang harus dipenuhi oleh seseorang terkait dengan tujuan manajemen keuangan adalah sebagai berikut.

1.  Menabung untuk Pengeluaran Tidak Rutin

Anggaran yang harus disiapkan bukan hanya anggaran bulanan rutin saja, tetapi juga pengeluaran tidak rutin yang hanya dilakukan sekali. Ini berbeda-beda untuk setiap orang dan bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

2.  Dana Darurat

Setiap orang harus memiliki dana darurat, berapapun kecil jumlahnya. Jumlah dana darurat yang ideal tentu saja 3 hingga 6 kali lipat pengeluaran saat ini jika belum menikah. Saat sudah menikah dan memiliki anak, maka dana darurat yang harus dikumpulkan akan lebih banyak lagi jumlahnya.

Dana darurat bisa digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit, kematian kerabat atau keluarga, bencana alam, hingga kehilangan pekerjaan tanpa terduga. Meskipun Anda sudah memiliki asuransi, anggaplah itu sebagai Plan “A”. Dana darurat adalah Plan “B” atau rencana cadangan jika rencana pertama tidak berjalan lancar.

3.  Rencana Pensiun

Rencana pensiun sering dianggap sebagai tujuan terbesar dalam hidup seseorang. Hal ini sangat penting untuk membantu mempersiapkan masa tua ketika Anda sudah tidak bekerja lagi. Bergantung pada anak-anak di hari tua tentu bukan sesuatu yang ideal. Itulah mengapa rencana pensiun selalu menjadi prioritas tertinggi banyak orang.

5 dari 5 halaman

Manfaat Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan untuk Perusahaan dan Pribadi, ketahui Pengertian dan Manfaatnya
Perbesar
Ilustrasi Manajemen keuangan Credit: pexels.com/pixabay

Dalam sebuah perusahaan ataupun kebutuhan pribadi, manajemen keuangan itu penting untuk dibuat. Ada beberapa manfaat manajemen keuangan adalah sebagai berikut.

  1. Membantu organisasi dalam perencanaan keuangan.
  2. Membantu organisasi dalam perencanaan dan perolehan dana.
  3. Membantu organisasi dalam menggunakan dan mengalokasikan dana yang diterima atau diperoleh secara efektif.
  4. Membantu organisasi dalam membuat keputusan keuangan yang penting.
  5. Membantu dalam meningkatkan profitabilitas organisasi.
  6. Meningkatkan nilai keseluruhan perusahaan atau organisasi.
  7. Memberikan stabilitas ekonomi.
  8. Mendorong karyawan untuk menghemat uang, yang membantu mereka dalam perencanaan keuangan pribadi.
Lanjutkan Membaca ↓