Penyebab Gempa Susulan di Malang, Terkait dengan Lempeng Indo-Australia

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 11 Apr 2021, 17:05 WIB
Diperbarui 11 Apr 2021, 17:05 WIB
Ilustrasi Gempa
Perbesar
Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Malang Selatan, Sabtu (10/4/2021). Gempa yang berpusat di baratdaya Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 25 km ini terasa di seluruh Jawa Timur. Gempa juga terasa hingga sebagian Jawa Tengah, DIY, Bali, dan Sumbawa.

Hingga pukul 21.00 WIB Sabtu (10/4/2021), ada delapan korban jiwa meninggal dunia, lima orang dari Lumajang dan tiga orang dari Kabupaten Malang. Selain itu, jumlah kerugian material yang tercatat meliputi 344 rumah rusak, 1 pondok pesantren rusak, 11 sarana pendidikan rusak, 6 sarana ibadah rusak, 7 kantor pemerintahan rusak dan 1 rumah sakit rusak.

Meski dinyatakan tak berpotensi tsunami, gempa Malang tetap perlu diwaspadai karena bisa memunculkan gempa susulan. Hingga Minggu (11/4/2021) gempa susulan terjadi hingga 8 kali dengan magnitudo berkisar 3,1 hingga 5,3.

Lantas, apa yang membuat gempa susulan terjadi di Malang? Apa penyebab gempa yang terjadi di Malang kemarin? Penyebab gempa Malang ini dikaitkan dengan Lempeng Indo-Australia.

Simak penjelasan tentang penyebab gempa Malang dan susulannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (11/4/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa Malang

Kondisi MAN 2 Malang yang Rusak Berat Diguncang Gempa
Perbesar
Kondisi atap di Lorong MAN 2 Malang yang ambruk akibat gempa di Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Menurut Kepala Tata Usaha MAN 2 Malang, M Fahtur Ridlo, sebanyak 16 ruangan mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/9). (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Gempa Malang terjadi pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 112,48° BT dan 8,95° LS atau 90 km baratdaya Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 25 km, dengan magnitudo M6,1.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat laman resminya mengatakan, gempa tak berpotensi tsunami. Namun, patut diwaspadai adanya potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyebab gempa Malang

Kondisi MAN 2 Malang yang Rusak Berat Diguncang Gempa
Perbesar
Sejumlah petugas berada di depan MAN 2 Malang yang rusak akibat gempa di Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Kejadian ini juga membuat 36 laptop, 25 PC, 20 set meja bahasa rusak. Sementara, seorang staf sekolah mengalami luka ringan setelah tertimpa genteng. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Menurut Kepala Bidang Mitigasi gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, episentrum gempa bumi Selatan Malang itu berdekatan dengan pusat gempa bumi merusak Jawa Timur pada masa lalu, yakni pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972. Zona gempa bumi Selatan Malang tersebut memang merupakan kawasan aktif yang sering terjadi dan dirasakan.

"Zona Gempa Selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan,” ujar Daryono melalui keterangan tertulis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merilis hasil analisis penyebab gempa bumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).

"Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, sumber gempa bumi berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi yang terjadi disebut juga gempa bumi intraslab," tulis Kepala PVMBG Andiani dalam siaran persnya, Sabtu (10/4/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Akibat Lempeng Indo-Australia

Gempa di Malang, 1 warga Meninggal dan 251 Rumah Rusak
Perbesar
Tim PMI Kabupaten Malang mendata korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 6.1 SR di Malang pada Sabtu, 10 April 2021 (PMI Kabupaten Malang)

Andiani menjelaskan kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa Malang berdasarkan tatanan tektoniknya. Pulau Jawa dipengaruhi oleh zona penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah selatan, yang juga memberikan kontribusi tektonik berupa keberadaan sesar-sesar aktif di daratan.

Adapun pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan wilayah Jawa Timur. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu bagian selatan Jawa Timur yang tersusun atas batuan berumur Tersier terdiri dari batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan vulkanik, serta batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa susulan di Malang

6 Potret Dampak Gempa Malang,
Perbesar
Potret Dampak Gempa Malang. (Sumber: Twitter/@KrisyantoOni)

Kabupaten Malang, Jawa Timur kembali diguncang gempa pada Minggu pagi (11/4/2021) pukul 06:54:58 WIB. Gempa susulan tersebut berkekuatan lebih kecil yakni magnitudo 5.5. Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, lindu tersebut merupakan gempa susulan (aftershock) ke-8 yang terjadi dari gempa utama (mainshock) berkekuatan M 6,1 pada Sabtu kemarin, 10 April 2021.

Episenter gempa terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang dengan kedalaman 102 km.

"Hingga hari Minggu pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 8 kali, dengan magnitudo berkisar 3,1 hingga 5,3," kata Daryono dikutip dari akun Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyebab gempa susulan

Kondisi MAN 2 Malang yang Rusak Berat Diguncang Gempa
Perbesar
Petugas Babinsa TNI AD membersihkan reruntuhan atap yang ambruk akibat gempa di salah satu ruang kelas di MAN 2 Malang, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/9) siang menyebabkan kerusakan berat di MAN 2 Malang. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Menurut Daryono, gempa susulan yang terjadi di Malang terjadi akibat deformasi Lempeng Indo-Australia.

"Gempa susulan Jatim pagi ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Pulau Jawa. Mekanisme sumber gempa menunjukkan terjadinya pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono dikutip dari cuitan Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu.

Karena hiposenternya cukup dalam, kata Daryono, maka guncangan gempa susulan pagi ini dirasakan pada wilayah luas yakni beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dengan skala MMI yang beragam.

Daryono menyebut, gempa susulan pagi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” jelas Daryono.

 

Lanjutkan Membaca ↓