Novel adalah Karya Sastra Berbentuk Prosa, Kenali Unsur dan Ciri-cirinya

Oleh Husnul Abdi pada 23 Feb 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 15:55 WIB
Novel adalah
Perbesar
Novel adalah (Photo by Victor from Pexels)

Liputan6.com, Jakarta Novel adalah bentuk karya yang termasuk dalam kategori sastra. Bagi kamu penyuka buku, tentunya mngoleksi novel menjadi salah satu kegemaran yang menarik. Membaca novel bisa membuat kamu pergi ke dunia yang berbeda.

Konten novel biasanya lebih panjang dan lebih kompleks dibandingkan cerita lainnya. Ceritanya biasanya mengisahkan tentang kehidupan dan interaksi manusia dengan manusia, juga interaksi manusia dengan lingkungannya. 

Novel adalah karya fiksi yaitu cerita rekaan atau tidak berdasarkan kenyataan. Biasanya, karya fiksi naratif ini diterbitkan dalam bentuk buku. Siapa yang tak kenal dengan penulis novel terkenal seperti Andrea Hirata ataupun Tere Liye yang telah menulis banyak karya novel.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (23/2/2021) tentang novel. 

2 dari 4 halaman

Pengertian Novel

Pengertian Novel
Perbesar
Pengertian Novel (Photo by Stas Knop from Pexels)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, novel adalah karangan prosa panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Secara Etimologi kata novel berasal dari bahasa Latin novellus. Kata novellus dibentuk dari kata novus yang berarti baru.

Novel adalah salah satu jenis prosa yang paling sering ditemukan. Prosa sendiri merupakan karya yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu cerita, ide, atau fakta. Novel adalah karya fiksi naratif yang dan biasanya diterbitkan dalam bentuk buku. Novel dikatakan sebagai karya baru karena merupakan bentuk karya sastra yang lahir setelah karya satra lama seperti puisi atau hikayat.

Dikutip Liputan6.com dari Zenius, adapun ciri-ciri novel adalah sebagai berikut:

- Cerita novel mendeskripsikan tokoh cerita secara detail, juga latar yang kompleks.

- Cerita novel dibuat dengan menceritakan beberapa kejadian atau peristiwa.

- Cerita novel kebanyakan dibuat berdasarkan kisah dalam kehidupan sehari-hari.

- Cerita novel ditulis menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.

3 dari 4 halaman

Unsur Intrinsik Novel

Novel
Perbesar
Ilustrasi Membaca Novel. Credit: pexels.com/Enzo

Unsur intrinsik adalah bahan penyusun karya sastra yang bersumber dari karya itu sendiri. Unsur intrinsik harus ada dalam sebuah karya. Jika salah satu unsur tidak dicantumkan, maka tulisan tersebut tidak bisa disebut karya sastra.

Unsur intrinsik novel adalah elemen utama yang membentuk karya itu sendiri. Unsur intrinsik novel secara umum terdiri dari tema, alur, tokoh, penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.

Unsur intrinsik novel adalah sebagai berikut:

Tema. Tema adalah unsur intrinsik novel yang menjadi dasar cerita. Tema sering disamakan dengan ide atau tujuan utama cerita. Tema merupakan sebuah ruh atau nyawa yang ada di dalam karya prosa seperti novel. Tema bisa disebut ide utama dalam membuat cerita, karena tema adalah penentu latar belakang dari cerita tersebut.

Alur. Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah alur atau plot. Alur dalam novel adalah jalan cerita. Novel harus memiliki jalan cerita yang jelas. Alur dalam novel biasanya memiliki beberapa tahapan mulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian. Alur yang digunakan oleh penulis ada 2 macam, yaitu alur maju dan mundur.

Tokoh. Tokoh merupakan unsur intrinsik novel yang sangat penting dalam novel. Tokoh adalah orang atau karakter yang ditampilkan dalam novel. Oleh pembaca, tokoh ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan yang diceritakan.

Penokohan. Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan. Penokohan dalam unsur intrinsik novel mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.

Latar. Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah latar. Unsur ini mengacu pada latur waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar ini bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan. Latar atau setting disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwayang diceritakan.

Sudut pandang. Unsur intrinsik novel yang tak kalah penting adalah sudut pandang. Sudut pandang adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita. Sudut pandang menjadi cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca. Sudut pandang memiliki beberapa macam jenis seperti sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita.

Gaya bahasa. Gaya bahasa dalam unsur intrinsik novel menjadi ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya. Ada penulis yang menggunakan bahasa bakuada juga yang menggunakan bahasa santai.

Amanat. Amanat adalah pesan moral yang ditulis oleh penulis cerita. Amanat bisa dipetik oleh pembacanya, setelah membaca karya tersebut. Amanat atau pesan moral, biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat.

4 dari 4 halaman

Unsur Ekstrinsik Novel

Novel
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: unsplash.com/Jeje

Unsur ekstrinsik adalah kebalikan dari unsur intrinsik novel. Unsur ekstrinsik novel adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi struktur karya sastra.

Unsur ekstrinsik sebuah karya sastra bergantung pada pengarang menceritakan karya itu. Unsur ekstrinsik contohnya adalah nilai-nilai yang terkandung, latar belakang, dan situasi sosial.

Nilai-nilai dalam Novel. Nilai-nilai yang terkandung dalam novel biasanya adalah nilai budaya, nilai moral, sosial, hingga nilai agama.

Latar Belakang Pengarang. Latar belakang pengarang ini merupakan semua hal yang terkait dengan pamahaman dan motivasi penulis.

Situasi Sosial. Situasi sosial ini dikenal juga dengan latar belakang masyarakat, yaitu segala hal di masyarakat yang memengaruhi alur cerita novel.

Lanjutkan Membaca ↓