9 Penyebab Penuaan Dini yang Jarang Disadari, Stres hingga Salah Perawatan Wajah

Oleh Laudia Tysara pada 26 Jan 2021, 09:45 WIB
Diperbarui 26 Jan 2021, 09:45 WIB
Penuaan Dini
Perbesar
Ilustrasi penuaan dini | Pexels

Liputan6.com, Jakarta Faktor utama yang menjadi penyebab penuaan dini adalah usia. Ada hormon tertentu yang hanya diproduksi sampai usia 30-an. Tentu saja hal ini dapat membuat masalah penuaan sulit dikendalikan.

Penyebab penuaan dini bisa diamati dari kondisi kulit dan keadaan fisik seseorang. Ketika mengalami skin aging, masalah kerutan dan bintik hitam akan muncul. Pada kondisi fisik, penuaan dini akan menyebabkannya lebih kendur atau tidak lagi kencang.

Penyebab penuaan dini sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh usia dan hormon. Ada berbagai macam faktor yang dapat memperparah penuaan dini. Penyebab penuaan dini yang dimaksud berkaitan dengan stres, pola makan, pola tidur, dan perawatan wajah sehari-hari.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab penuaan dini yang jarang disadari dari berbagai sumber, Selasa (26/1/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dipengaruhi Stres dan Hormon

Stres
Perbesar
Ilustrasi stres | Sumber: Freepik

Pengaruh Stres

Terus mengalami stres dapat menjadi salah satu penyebab penuaan dini. Ketika pikiran mengalami tekanan, biasanya tubuh akan merespon dengan penyakit dan gangguan kesehatan lain. Hal ini yang menjadikan penting menjaga pikiran dalam keadaan tenang dan bahagia.

Kekhawatiran dan kecemasan dalam pikiran dapat memberikan efek negatif bagi kulit sebagai penyebab penuaan dini. Dikutip dari laman health.howstuffworks.com, stress yang dirasakan dapat memicu produksinya hormon kortisol yang berlebihan. Hormon ini akan meningkatkan produksi minyak di dalam tubuh.

Secara alami, kondisi stres dapat membuat kulit menjadi dehidrasi. Ketika dehidrasi terjadi, risikonya adalah kulit tidak bisa memperbaiki kerusakan sel yang dialami dengan sendirinya. Dapat dikatakan bahwa, kekebalan sel-sel kulit menurun.

Pengaruh Hormon

Melatonin mengatur ritme harian dengan memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk istirahat. Semua proses pembaruan sel terjadi selama tidur dan jika terganggu, hal ini dapat menjadi penyebab penuaan dini.

Seseorang yang kekurangan melatonin menyebabkan munculnya kerutan, rambut rontok, dan pembentukan bintik pigmen. Selain melatonin, kadar hormon stres kortisol yang tinggi juga berisiko menjadi penyebab penuaan dini. 

Hal ini sangat bergantung pada jenis kulitnya. Efek negatif kortisol dengan berbagai macam cara, yakni dari warna wajah abu-abu, kulit kering, mengelupas, keriput dalam, sifat berminyak, dan jerawat. Hormon ini memecah serat kolagen dan membuat kulit lembek.

Insulin akan bekerja dengan meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Penyebab penuaan dini selanjutnya adalah ketika kadar hormon insulin tidak terkendali. Kadar gula yang tinggi menyebabkan munculnya keriput dan kulit kendor.

Peningkatan glukosa yang berjalan lebih cepat pada usia tertentu, berujung pada rusaknya kolagen dan elastin. Kulit yang elastis kemudian menjadi rapuh dan dehidrasi. Penyebab penuaan dini karena hormon ini patut diwaspadai.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kurang Makan Buah dan Sayur

Buah dan sayur
Perbesar
Ilustrasi buah dan sayur | Photo by S'well on Unsplash

Makanan dan minuman yang konsumsi dapat menjadi salah satu penyebab penuaan dini. Bagi yang terlalu sering mengonsumsi junk food, berbagai masalah kulit sangat berisiko mengintai.

Hal ini disebabkan oleh kadar nutrisi yang rendah pada junk food, serta penggunaan pengawet, pewarna, atau perasa yang kurang baik untuk tubuh dan kulit. Jadi mulai kurangi dan lebih baik dihindari.

Sebaliknya, mengonsumsi sayur dan buah yang kaya nutrisi akan memberikan nutrisi ke kulit. Kandungan vitamin dan anti-oksidan pada sayur dan buah bisa membantu memperkuat perlindungan kulit terhadap faktor lingkungan, lho!

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Salah Mengonsumsi Makanan dan Minuman

Kafein
Perbesar
Ilustrasi kafein | Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Sering Makan Kalap

Makanan yang mengandung banyak minyak seperti gorengan atau bahkan kentang goreng bisa menjadi penyebab penuaan dini. Hal ini bisa terjadi karena makanan tersebut mengandung minyak tak jenuh.

Penyebab penuaan dini ini membuat radikal bebas berbahaya mudah menyerang. Begitu juga dapat meningkatkan peradangan pada kulit. Paparan radikal bebas bisa mempercepat proses penuaan karena adanya tautan silang dengan memengaruhi molekul DNA dan melemahkan elastisitas kulit.

Garam dan gula merupakan bumbu alami yang biasa digunakan untuk memberikan cita rasa pada masakan. Namun sayangnya terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan kulit mengeluarkan air, sehingga menyebabkan dehidrasi. Inilah yang membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap kerutan.

Kebiasaan Minum Salah

Kafein seperti diuretik bisa membuat seseorang mengeluarkan cairan berlebihan dan menguras tubuh dari kelembapan, termasuk kulit. Dehidrasi apapun dapat mengeringkan kulit, sehingga membuat kulit terlihat kusam dan tua. Hal ini yang membuat konsumsi kafein harus dibatasi, berisiko menjadi penyebab penuaan dini.

Selain kafein, penyebab penuaan dini selanjutnya adalah minuman manis. Minuman ini biasanya mengandung asam fosfat yang dapat mempercepat erosi pada email gigi. Kondisi gigi yang buruk hanya akan membuat tampilan terlihat lebih tua. Untuk itu, penting menghindari minuman soda, bubuk, atau manis yang mengandung asam fostat.

Minuman beralkohol juga bisa menjadi penyebab penuaan dini dengan memicu wabah rosacea. Ketika alkohol membuat seseorang mengalami dehidrasi dan memperburuk kualitas tidur, memengaruhi penuaan. Kurang tidur bisa menyebabkan keriput, pigmentasi tidak merata, dan mengurangi elastisitas kulit.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dipengaruhi Lingkungan

Merokok
Perbesar
Ilustrasi Merokok | Credit: unsplash.com/Fotografiere

Penyebab penuaan dini sangat dipengaruhi lingkungan, salah satunya polusi udara. Rokok dapat menimbulkan radikal bebas yang menjadi penyebab kerusakan sel, dan mengurangi kemampuan adaptasi sel. Kerusakan atau kematian sel memicu timbulnya keriput dan flek atau noda hitam.

Rokok telah terbukti secara ilmiah dapat menjadi penyebab penuaan dini. Nikotin yang terkandung di dalam rokok mampu menghambat aliran darah di tubuh, termasuk kulit. Hal itu mengakibatkan kulit kekurangan oksigen dan nutrisi. Kulit akan terlihat kusam, berkerut, dan menua.

Selain polusi ada sinar matahari, udara kotor, dan pendingin udara yang akan memberi pengaruh buruk bagi kulit. Penyebab penuaan dini lain yang turut berperan adalah gravitasi, pergerakan otot wajah, obesitas, dan posisi tidur.   

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dipengaruhi Sinar Matahari dan Usia

Sinar matahari
Perbesar
Ilustrasi sinar matahari | (Photo by Kaitlin Duffey on Unsplash)

Paparan Sinar Matahari

Teriknya sinar matahari pada siang hari merupakan salah satu penyebab penuaan dini. Sinar ultraviolet matahari mampu menembus lapisan kulit hingga ke lapisan epidermis dan merusak protein penyusun serat kolagen dan elastin.

Kerusakan serat kolagen dan elastin menyebabkan kulit kendur dan meregang. Kulit menjadi kehilangan fleksibilitasnya untuk kembali seperti semula. Kulit menjadi lebih mudah lebam atau terluka, akan memakan waktu lebih lama untuk sembuh.   

Mulailah melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan kanker kulit. Pastikan selalu memakai tabir surya dengan kandungan SPF tinggi dan mengenakan pakaian atau aksesoris penutup agar kulit tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Pertambahan Usia

Faktor pertambahan usia adalah penyebab penuaan dini yang umum terjadi. Estrogen menyebabkan sel fibroblast menghasilkan kolagen dan elastin. Saat kadar hormon ini menurun, muncul kerutan, wajah lonjong menjadi tidak rata, dan payudara menjadi kendor.

Penyebab penuaan dini selanjutnya adalah hormon pertumbuhan atau somatotropin. Ketika kadar somatotropin berkurang, otot akan menurun, lemak dan kerutan mulai muncul dalam jumlah berlebihan. Terkadang suasana hati akan memburuk dan daya tahan tubuh menurun.

Selanjutnya ada hormon penyebab penuaan dini seperti DHEA (Dehydroepiandrosterone). Hormon ini memiliki efek menenangkan dan anti penuaan. Namun sayangnya, tubuh hanya memproduksinya sampai usia 30 tahun. Hal ini yang terkadang membuat penuaan dini sulit dikendalikan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perawatan Wajah Kurang

Mencuci Wajah
Perbesar
Ilustrasi Mencuci Wajah | Credit: pexels.com/David

Merawat kulit wajah dengan baik dan teratur adalah kunci kesehatan yang alami. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita. Salah dalam merawat wajah  sangat berisiko menjadi penyebab penuaan dini. 

Kulit yang kotor dan kering akan menghambat penyerapan produk skin care pada kulit, sehingga kulit tidak mendapat khasiat maksimal walau sudah menggunakan banyak produk. Paling tidak lakukan pembersihan wajah dengan facial wash, eksofoliasi, atau gunakan cleanser.

Begitu juga saat kulit berada dalam kondisi kering, lapisan pelindung kulit sulit bekerja dengan sempurna. Alhasil, faktor lingkungan seperti sinar UV atau polusi pun lebih rentan menyerang kulit. Para pakar kecantikan setuju, menggunakan sunscreen sangatlah penting.

Sinar UV dari paparan sinar matahari dapat berdampak buruk kondisi kulit. Terutama mempercepat munculnya photoaging. Muncul garis-garis halus, kerutan, sampai bintik-bintik hitam. Penyebab penuaan dini ini perlu sekali terus diperhatikan.

Lanjutkan Membaca ↓