6 Kabupaten di Jateng Tutup Total Lokasi Wisata saat Tahun Baru 2021, Ini Daftarnya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 29 Des 2020, 21:45 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 17:12 WIB
Ilustrasi kata-kata caption, tahun baru 2021
Perbesar
Tahun baru 2021. (Photo by Moritz Knöringer on Unsplash)

Liputan6.com, Semarang Sebanyak enam kabupaten di wilayah Jawa Tengah memutuskan menutup semua lokasi wisatanya saat libur tahun baru 2021. Penutupan ini sesuai dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah untuk mencegah terjadinya klaster baru saat libur tahun baru tiba.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang sudah melarang perayaan tahun baru 2021. Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah mengimbau seluruh warganya untuk tidak membuat acara keramaian dan tetap di rumah untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ada enam kabupaten yang menutup semua destinasi wisata yakni, Rembang, Purworejo, Wonogiri, Kudus, Jepara dan Demak.

Berdasarkan keterangan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N Rachmadi, penutupan ini dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster baru di Jawa Tengah.

“Ada delapan daerah yang menutup total dan menutup sebagian destinasi wisatanya selama libur tahun baru. Kami mengapresiasi langkah itu karena ini untuk menjaga timbulnya klaster baru penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata,” kata Sinoeng, Senin (28/12/2020).

2 dari 2 halaman

6 Daerah Tutup Total, 2 Daerah Tutup Sebagian

Berikut rincian kabupaten di Jawa Tengah yang menutup semua tempat wisatanya selama libur tahun baru 2021:

1. Kabupaten Demak - 2 objek wisata.

2. Kabupaten Jepara - 9 objek wisata.

3. Kabupaten Kudus - 17 objek wisata.

4. Kabupaten Purworejo - 27 objek wisata.

5. Kabupaten Rembang - 10 objek wisata.

6. Kabupaten Wonogiri - 17 objek wisata.

Selain keenam daerah tersebut, ada dua daerah yang menutup sebagian objek wisatanya. Daerah tersebut adalah Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Klaten.

"Total ada 86 dari 690 daya tarik wisata di Jateng yang ditutup,” jelas Sinoeng.

Penutupan tersebut dilakukan di destinasi wisata yang dikelola pemerintah. Sementara untuk destinasi lain yang tidak ditutup termasuk destinasi yang dikelola swasta, Sinoeng meminta semuanya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

Lanjutkan Membaca ↓