Evaporasi adalah Proses Perubahan Benda Cair Menjadi Gas, Ketahui Penyebabnya

Oleh Laudia Tysara pada 17 Des 2020, 16:15 WIB
Diperbarui 17 Des 2020, 16:15 WIB
(Foto: Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi hujan | (Foto: Unsplash/Max)

Liputan6.com, Jakarta Evaporasi adalah fenomena alam yang kerap terjadi, tetapi tidak pernah dipahami. Evaporasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siklus hujan, berkeringat, badan kering setelah mandi, dan masih banyak lagi.

Istilah populer evaporasi adalah penguapan. Dari sini bisa dikatakan bahwa evaporasi adalah proses perubahan benda cair menjadi gas. Persis perubahan air menjadi uap air, es menjadi uap air, dan lain-lain.

Evaporasi tidak terjadi begitu saja. Pengaruh fenomena evaporasi adalah suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan sinar matahari. Pengaruh yang tidak langsung ada ketinggian, garis lintang, dan waktu.

Berikut Liputan6.com ulas evaporasi adalah proses perubahan benda cair menjadi gas dari berbagai sumber, Kamis (17/12/2020).

2 dari 6 halaman

Evaporasi Menurut Para Ahli

ilustrasi hujan.
Perbesar
ilustrasi hujan | (Pixabay)

Menurut Lakitan (1994)

Pengertian Evaporasi adalah suatu proses penguapan air yang berawal dari permukaan bentangan air atau juga dari bahan padat yang mengandung air.

Menurut Manan dan Suhardianto  (1999)

Pengertian evaporasi (penguapan) adalah perubahan air menjadi uap air.

Menurut Robert B. Long (1995)

Pengertian evaporasi adalah proses penguapan daripada liquid (cairan) yakni dengan penambahan panas.

Menurut Warren L. Mc Cabe (1999)

Pengertian evaporasi (penguapan) adalah perpindahan kalor ke dalam zat cair yang dapat atau bisa mendidih. Panas tersebut dapat atau bisa disuplai dengan segala amcam cara, baik secara alami serta juga penambahan steam.

3 dari 6 halaman

Evaporasi

Ilustrasi tsunami
Perbesar
Gelombang tinggi di laut Gunung Kidul Yogyakarta. (Liputan6.com/Sunariyah)

Evaporasi adalah fenomena alam yang lebih populer dengan istilah penguapan. Menurut para ahli, evaporasi berhubungan dengan zat cair atau dalam hal ini bisa diartikan air. Penguapan terjadi ketika air berubah menjadi uap air.

Inilah yang disebut sebagai proses evaporasi. Evaporasi adalah proses perubahan benda cair menjadi gas. Evaporasi terjadi karena ada perubahan molekul yang spontan berubah menjadi gas. Spontanitas ini sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan sinar matahari.

Evaporasi adalah salah satu komponen dalam siklus hidrologi. Tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer. Siklus inilah yang selama ini membuat jumlah air di bumi relatif sama atau seimbang.

Menurut para ahli, jumlah total air di bumi mencapai 1.38 miliar km3. Jumlah volume yang besar ini selalu sama, tetapi mengalami pergerakan yang cukup dinamis dengan siklus hidrogologi yang dimulai dengan evaporasi. Lalu jatuh menjadi hujan, salju, hujan es, kabut, dan lain-lain.

4 dari 6 halaman

Faktor-Faktor Penyebab Evaporasi

Ilustrasi Kincir Angin | Pexels.com
Perbesar
Ilustrasi Kincir Angin | Pexels.com

Radiasi Matahari

Peristiwa perubahan wujud zat sangat memerlukan panas laten (latent heat), terutama panas dari sinar matahari dan tanah. Radiasi matahari dikenal sebagai sumber utama panas yang dapat mempengaruhi jumlah penguapan di atas permukaan bumi.

Temperatur

Suhu udara atau temperatur sangat mempengaruhi laju penguapan atau evaporasi. Semakin tinggi suhu udara, semakin baik pula udara dapat menyerap uap air.

Semakin tinggi suhu udara, maka semakin tinggi pula energi kinetik molekul air. Tingginya energi ini akan membuat lebih banyak molekul air bergerak dalam bentuk uap ke lapisan udara di atasnya.

Kelembaban Udara

Evaporasi terjadi ketika ada tekanan di lapisan udara, tepatnya berada di atas permukaan air lebih rendah dibanding tekanan udara di permukaan air.

Perbedaan tekanan udara ini penyebab evaporasi terjadi. Uap air akan bergabung dengan udara di atas permukaan air. Peristiwa ini membuat udara memiliki kandungan uap air.

Kecepatan Angin

Saat evaporasi terjadi, biasanya udara di atas permukaan air menjadi lebih lembap. Lalu membuat udara menjadi jenuh terhadap uap air dan proses evaporasi menjadi terhenti.

Agar proses penguapan bisa terus berlanjut, lapisan udara jenuh harus digantikan dengan kualitas udara yang kering. Peristiwa pertukaran ini terjadi jika ada angin yang mencukupi.

5 dari 6 halaman

Contoh Evaporasi dalam Bentuk Hujan

Ilustrasi – Penampakan awan (diduga) Comulonimbus di Cingebul Kecamatan Lumbir, sebelum hujan lebat disertai angin kencang. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Penampakan awan (diduga) Comulonimbus di Cingebul Kecamatan Lumbir, sebelum hujan lebat disertai angin kencang. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Proses terjadinya hujan yang pertama ialah proses penguapan atau evaporasi. Hal ini terjadi karena matahari yang selalu menyinari bumi memiliki efek panas, sehingga energi panas tersebut membuat air yang berada di danau, sungai, laut dan sumber di permukaan bumi lainnya mengalami proses penguapan.

Proses ini merupakan perubahan air yang berwujud cair menjadi gas, sehingga air berubah menjadi uap air dan memungkinkannya untuk naik ke atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari maka jumlah air yang menjadi uap air yang naik ke atmosfer juga akan semakin membesar.

Proses terjadinya hujan berikutnya ialah kondensasi atau pengembunan. Proses ini terjadi saat uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Hal ini dipengaruhi karena suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut.

6 dari 6 halaman

Contoh Evaporasi dalam Bentuk Hujan

ilustrasi percikan hujan.
Perbesar
ilustrasi percikan hujan | (Pixabay)

Kemudian partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu dengan yang lain, sehingga dapat membentuk awan. Apabila banyak partikel yang bergabung, maka awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam. Proses bergabungnya es atau tetes-tetes air menjadi awan ini sering disebut sebagai koalensi.

Selanjutnya proses presipitasi. Proses ini terjadi saat awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi mencair. Pada proses inilah hujan terjadi dan membentuk butiran-butiran air jatuh membasahi bumi.

Di samping itu, awan-awan yang terbentuk akan tertiup oleh angin, sehingga hal ini menyebabkan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses perpindahan ini sering kali disebut sebagai proses adveksi. Proses ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan.

Setelah awan semakin berwarna kelabu hingga menghitam, maka titik-titik air akan semakin berat. Kemudian proses ini akan menghasilkan butiran-butiran air yang akan jatuh ke bumi dan terjadi hujan.

Lanjutkan Membaca ↓