Kalimat Persuasif Adalah Ungkapan Ajakan, Begini Penulisannya

Oleh Laudia Tysara pada 16 Okt 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 16 Okt 2020, 13:15 WIB
Zodiak Penulis
Perbesar
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/hannah olinger

Liputan6.com, Jakarta Kalimat persuasif adalah ungkapan ajakan atau imbauan. Kalimat ini cocok dipakai untuk membuat iklan, promosi, kampanye, dakwah, dan lain sebagainya. Pembuatannya pun mudah.

Jika melihat dari sisi tujuan, kalimat persuasif adalah bagian dari upaya memengaruhi khalayak melalui tulisan. Tentu saja agar khalayak ini bisa mengikuti ajakan dan imbauan yang disampaikan penulisnya.

Untuk bisa membuat kalimat persuasif, kenali ciri-cirinya terlebih dahulu. Kemudian pahami bahwa, kalimat persuasif adalah ajakan yang lebih meyakinkan jika disertai dengan bukti.

Berikut Liputan6.com ulas kalimat persuasif adalah ungkapan ajakan dan cara menuliskannya dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2020).

2 dari 6 halaman

Kalimat Menurut Para Ahli

[Fimela] Anak Belajar Membaca
Perbesar
Ilustrasi anak belajar membaca | pexels.com/@olly

Cook, 1971; Elson dan Pickett, 1969

Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi akhir dan terdiri atas klausa.

Bloomfield, 1955

Kalimat adalah suatu bentuk linguistik, yang tidak termasuk ke dalam suatu bentuk yang lebih besar karena merupakan suatu konstruksi gramatikal.

Senada dengan Bloomfield; Hocket, 1985

Kalimat adalah suatu konstitut atau bentuk yang bukan konstituen; suatu bentuk gramatikal yang tidak termasuk ke dalam konstruksi gramatikal lain. 

Lado, 1968

Kalimat adalah satuan kecil dari ekspresi lengkap. Pendapat Lado dipertegas lagi oleh Sutan Takdir Alisyahbana (1978) yang mengatakan bahwa kalimat adalah satuan terkecil dari ekspresi lengkap. 

Ramlan, 1996

Kalimat adalah suatu gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik.

3 dari 6 halaman

Kalimat Persuasif

Terdapat 8-12 Suku Kata
Perbesar
Ilustrasi Menulis | Credit: unsplash.com/Charice

Kalimat persuasif adalah ungkapan bujukan, rayuan, ajakan, dan imbauan. Tujuan dari dibentuknya kalimat persuasif adalah untuk menyadarkan pembaca. Sekaligus mampu membuat pembaca terbujuk oleh kalimat yang dibacanya.

Kalimat persuasif biasanya dipakai dalam iklan. Tentu saja untuk membujuk pelanggan agar mau membeli produk yang dijualnya. Selain iklan, kalimat persuasif kerap diakai untuk peringatan dan nasihat. Hal inilah yang membuat kalimat peruasif adalah kunci bujukan maut penulis kepada pembaca.

Umumnya kalimat persuasif untuk iklan, peringatan, nasihat, dan imbauan hanya singkat. Meski begitu, bukan berarti kalimat persuasif adalah kalimat yang tak bisa dibuat panjang. Kumpulan kalimat persuasif adalah paragraf persuasif.

Paragraf persuasif inilah yang disebut dengan kalimat persuasif versi panjang. Panjang atau pendek, tujuan kalimat persuasif adalah sama-sama membujuk, mengajak, dan memengaruhi pembaca atau pendengar.

4 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Kalimat Persuasif

Ilustrasi membaca | Thought Catalog dari Pexels
Perbesar
Ilustrasi membaca | Thought Catalog dari Pexels

Mengenali ciri-ciri kalimat persuasif adalah bagian penting sebelum mulai membuatnya. Ciri-ciri ini pula yang akan memudahkan penulis menentukan arah kalimat yang hendak dibuatnya.

Berikut ciri-ciri kalimat persuasif:

1. Bersifat mengajak atau membujuk.

2. Penggunaan tanda baca seru (!), terutama jika kalimat persuasifnya memerintah.

3. Berbentuk paragraf jika dibuat untuk pidato, ceramah, berita, dan lain sebagainya.

4. Umumnya digunakan untuk promosi.

5. Menarik perhatian terutama jika diperuntukkan untuk promosi atau iklan.

6. Mengandung kata ajakan, misalnya marilah, cobalah, ayolah, janganlah, dan masih banyak lagi.

7. Menarik dan bisa dipertanggungjawabkan.

8. Paragraf persuasif yang disertai dengan bukti lebih meyakinkan.

9. Lebih menarik lagi jika kalimat persuasif dibuat berima.

10. Mudah dimengerti.

11. Biasanya menggunakan segala upaya yang memungkinkan pembaca terpengaruh.

12. Kadang-kadang menggunakan alasan yang tidak objektif.

13. Dalam iklan, karangan persuasi ini disebut juga persuasif-provokatif

5 dari 6 halaman

Penulisan Paragraf Persuasif

Penulis
Perbesar
Ilustrasi menulis | (sumber: unsplash)

Topik yang diangkat untuk tulisan persuasif adalah topik yang bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Mengajak mereka melakukan sesuatu yang sesuai dengan teks.

Berikut contoh kalimat persuasif:

1. Menggunakan helm standar dapat mengurangi resiko saat terjadi kecelakaan.

2. Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan jantung.

3. Membaca buku untuk meningkatkan wawasan.

4. Berolahraga untuk jaga kesehatan jasmani dan rohani.

5. Berhenti makan sembarangan agar terhindar dari masalah pencernaan.

6. Belajar yang rajin agar kaya pengetahuan.

7. Rajinlah menabung agar kaya.

8. Berhati-hatilah saat berkendara dan patuhi rambu lalu lintas.

9. Jangan bermain air, nanti masuk angin.

10. Rajin bersihkan wajah agar tampak bersih bersinar.

Untuk menulis paragraf persuasi yang baik, lakukanlah riset. Bisa dengan membaca literatur terkait agar bisa mencantumkan bukti atau hasil penelitian.

Tentu saja upaya-upaya ini dilakukan untuk memperkuat argumen dalam setiap kalimat persuasif yang dibuat. Hanya dengan cara inilah pembaca akan lebih mudah meyakini apa yang ditulis atau disampaikan.

6 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Kalimat

Dimulai Dari Niat dan Komitmen
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: freepik.com

Kalimat Langsung

Merupakan kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang lain. Biasanya dituliskan dengan 2 tanda petik ("..."), kalimat langsung tidak hanya berupa kalimat pernyataan tapi juga dapat berupa kalimat perintah dan kalimat tanya.

Kalimat Tak Langsung

Merupakan kalimat yang mengalami perubahan dari kalimat langsung yang awalnya menggunakan tanda petik, menjadi bentuk kalimat yang tidak menggunakan tanda petik.

Kalimat Tunggal

Kalimat tungga merupakan kalimat yang hanya memiliki satu pola atau klausa, yang terdiri dari subjek dan predikat.

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk merupakan kalimat yang mempunyai dua pola (klausa) kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk dan anak kalimat.

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara merupakan penggabungan dua atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat.

Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat majemuk yang merupakan penggabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Minimal pembentukan kalimatnya terdiri dari 3 kalimat.

Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat, atau objek yang sama. Bagian yang sama hanya disebutkan sekali.

Kalimat Inversi

Kalimat Inversi ditandai dengan adanya kata predikat yang mendahului kata subjek. Kalimat inversi biasanya dipakai untuk penekanan atau ketegasan makna.

Kalimat Versi

Kalimat Versi merupakan kalimat yang sesuai dengan susunan pola kalimat dasar Bahasa Indonesia (S-P-O-K).

Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang unsur subjeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.

Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan.

Lanjutkan Membaca ↓