4 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling di Era New Normal

Oleh Gilar Ramdhani pada 31 Agu 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 31 Agu 2020, 15:00 WIB
4 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling di Era New Normal
Perbesar
Ilustrasi traveller. ©Shutterstock

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memang sangat memukul bisnis travel. Himbauan physical distancing ketika pertama kali pandemi ini merebak, menjadikan hampir semua orang tidak melakukan kegiatan di rumah. Hal ini menjadi efek domino wisatawan yang tidak bisa berlibur pun memutuskan untuk membatalkan tiket penerbangan mereka. Bukannya untung, beberapa perusahaan maskapai malah merugi. Mereka harus mengembalikan biaya tiket calon penumpang.

Namun, ketika PSBB transisi dicanangkan oleh pemerintah, para pebisnis travel bak merasakan angin segar di tengah padang pasir. Hotel sudah kembali dibuka, perjalanan darat, laut dan udara sudah kembali dibuka, semua ini dijalankan oleh protokol kesehatan tentunya.

Namun, yang perlu diingat adalah masa new normal seperti sekarang, bukan berarti virus atau pandeminya sudah hilang. Di Indonesia, setiap harinya angka pasien positif masih terus ada dan naik. Maka dari itulah, traveling di era ini belum bisa dilakukan “semaunya” seperti sebelum masa pandemi. Ada 4 hal yang perlu dipersiapkan dan dicek, yaitu:

1. Pastikan Wilayah Tujuan Aman

Jika Anda ingin traveling untuk tujuan liburan, dimana ini bukan traveling karena pekerjaan yang sifatnya wajib, Anda perlu mengecek wilayah yang ingin dikunjungi. Jadi, jangan asal pilih destinasi, pastikan tujuan Anda termasuk zona aman dari virus Covid-19.

Dikutip dari situs covid19.go, pada bagian peta zonasi risiko, terdapat 5 kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, yaitu: resiko tinggi, resiko sedang, resiko rendah hingga tidak ada kasus, dan tidak terdampak. Tentu Anda harus menghindari wilayah yang berisiko.

Sebagai contoh, pada situs covid19.go disebutkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota/Kabupaten Sumba berstatus tidak ada kasus. Sementara Provinsi Bali, Kota/Kabupaten Gianyar merupakan salah satu wilayah yang berstatus risiko tinggi.

2. Siapkan Dokumen

Sebelum adanya Covid-19, jika Anda ingin traveling biasanya hanya bermodalkan tiket KTP dan paspor sudah bisa bepergian, tetapi sekarang sudah beda. Pada era new normal, Anda wajib membawa dokumen keterangan sehat bebas Covid-19 yang berdasarkan hasil rapid tes (dinyatakan non reaktif) atau PCR juga wajib disertakan saat ingin melakukan perjalanan dengan transportasi umum. Hal ini sesuai dengan peraturan atau surat edaran dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 dan juga Peraturan Menhub Nomor 41 Tahun 2020.

Namun, beberapa maskapai penerbangan atau OTA juga sudah memudahkan para penumpangnya dengan menyediakan paket pembelian tiket pesawat dengan rapid test. Sebut saja tiket.com, Citilink, hingga Lion Air. Layanan rapid test juga tersedia di beberapa bandara seperti Soekarno-Hatta, Bandara Minangkabau, dan Yogyakarta. Harga rapid tes juga bervariasi dan berkisar mulai dari Rp100.000.

3. Wajib Bawa Starter Pack Protokol Kesehatan

Peralatan ini kudu, wajib dan harus Anda bawa kemana-mana. Sebab, mulai dari waktu keberangkatan, berada di destinasi tujuan, hingga kembali pulang, protokol kesehatan Covid-19 adalah hal yang wajib dilakukan dan tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan starter pack pribadi seperti masker, face shield, tisu basah dan kering, sabun cair, dan hand sanitizer untuk digunakan saat dan sesudah beraktivitas.

4. Patuh Terhadap Peraturan

Inilah yang paling penting. Sebab, mau sesiap apapun Anda membawa semua peralatan protokol kesehatan, menyediakan dokumen untuk persyaratan pergi, Jika Anda tidak patuh terhadap protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker kemana-mana. Anda beresiko menularkan virus hingga membawa virus ini pulang ke rumah.

Sebab, setiap wilayah memiliki peraturan dan protokol yang berbeda-beda, tergantung pada kategori zona, termasuk tempat wisata. Saat ini, tempat wisata yang dibuka juga masih sangat terbatas mengingat kerumunan masih harus dihindari agar tidak terbentuk klaster penularan baru. Pastikan sebelum traveling Anda sudah mengetahui informasi protokol dan peraturan di destinasi tujuan.

Bagaimana? Sudah siap melakukan traveling di era new normal seperti sekarang? Selain badan, pastikan juga keuangan harus sehat ketika ingin menjalani aktivitas menyenangkan ini. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, banyak sekali kebutuhan yang bertambah. Agar memastikan cash flow Anda tetap sehat, lebih baik manfaatkan aplikasi pinjaman uang online seperti Kredivo yang menyediakan layanan kredit online di berbagai macam OTA (Online Travel Agent).

Aplikasi pinjaman uang online Kredivo telah bermitra dengan banyak OTA mulai dari Tiket.com, Pegipegi.com, Blibli Travel, Citilink, dan RedDoorz. Hanya dengan minimum transaksi Rp 1 juta, Anda bisa cicilan atau kredit online tiket pesawat, kereta, hotel, untuk akomodasi travel dengan opsi tenor 3, 6, atau 12 bulan. Suku bunganya hanya 2,6% per bulan tanpa uang muka!

Yuk, download aplikasinya di Play Store atau Apps Store di ponsel Anda!

 

(Adv)