Apa Itu Insecure? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Benar

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 24 Agu 2020, 13:40 WIB
Diperbarui 23 Des 2020, 22:42 WIB
Ilustrasi insecure
Perbesar
Ilustrasi insecure (sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Apa itu insecure, apa penyebab, dan bagaimana cara mengatasinya sangat penting diketahui. Merasa insecure bisa dilami siapa saja. Apa itu insecure bisa memengaruhi mental jika dibiarkan begitu saja.

Merasa insecure setiap saat bisa memengaruhi setiap aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik dan emosional hingga pekerjaan sehari-hari. Apa itu insecure dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental seperti narsisme, kecemasan, paranoia, dan kepribadian lainnya. 

Mengetahui apa itu insecure bisa membantu menanganinya. Apa itu insecure bisa dipengaruhi oleh dari dalam luar dan diri sendiri. Orang yang mengalami insecure yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari bisa mencoba mengatasinya dengan mengidentifikasi penyebabnya.

Untuk mengatasinya, penting mengetahui apa itu insecure dan apa saja yang jadi penyebabnya. Berikut ulasan mengenai apa itu insecure dan cara mengatasinya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(24/8/2020).

Apa itu insecure?

Mencintai diri sendiri agar terhindar dari stres
Perbesar
Apa itu insecure? (Foto: Gerd Altmann from Pixabay)

Insecure merupakan sebuah perasaan tidak aman dan tidak nyaman terhadap dirinya sendiri. Orang yang insecure akan merasa dirinya kurang dan tidak percaya diri. Insecure bisa membuat seseorang merasa gelisah, malu, takut, dan tidak percaya diri.

Sebagian orang mungkin bisa mengatasi rasa insecurenya sebelum memiliki dampak yang bertahan lama dan berbahaya. Namun, ketika seseorang menghadapi insecure untuk jangka waktu yang lama, perasaan negatif yang dialami mungkin memiliki efek yang signifikan pada kehidupan.

Seseorang dengan tingkat insecure yang tinggi mungkin sering mengalami kurangnya kepercayaan diri terhadap banyak aspek kehidupan. Insecure sering kali menyebabkan pikiran negatif tentang kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan teman sebayanya, mencapai tujuan, atau menemukan penerimaan dan dukungan.

Ini kerap membuat insecure sering menyertai kecemasan. Kecemasan atau anxiety merupakan perasaan takut, khawatir, dan ragu-ragu dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang berulang kali merasa insecure mungkin juga memiliki harga diri yang rendah, mengalami masalah citra tubuh, kurang arah dalam hidup, atau merasa diabaikan oleh orang lain.

Penyebab insecure

Kecemasan
Perbesar
Ilustrasi insecure (Photo: Anthony Tran/ Unsplash)

Tidak ada penyebab tunggal dari insecure. Banyak faktor yang dapat menyebabkan apa itu insecure. Rasa insecure bisa berasal dari peristiwa traumatis, krisis, atau kerugian. Insecure juga bisa terjadi akibat lingkungan seseorang, karena ketidakpastian atau gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Insecure juga cenderung muncul pada orang dewasa yang orang tuanya mendorong mereka secara berlebihan di masa kanak-kanak. Misalnya, insecure bisa terjadi ketika keinginan orang tua akan kesuksesan anak lebih besar daripada keinginan anak sendiri.

Keterikatan, atau hubungan cinta pertama seorang anak juga memainkan peran besar dalam pengembangan insecure. Rasa insecure bisa terjadi jika orang tua tidak menanggapi kebutuhan anak secara memadahi. Seorang bayi mungkin mengembangkan rasa insecure karena pelecehan, isolasi atau kesepian sederhana.

Jenis insecure yang umum

[Fimela] Gangguan Kecemasan
Perbesar
Ilustrasi insecure | unsplash.com/@priscilladupreez

Menurut Psychology Today, ada tiga jenis insecure yang umum dialami:

Insecurity berdasarkan kegagalan atau penolakan

Peristiwa terkini dalam hidup dapat sangat memengaruhi suasana hati dan perasaan tentang diri sendiri. Kegagalan dan penolakan dapat memberikan pukulan ganda pada kepercayaan diri.

Insecurity karena kecemasan sosial

Banyak orang mengalami kurangnya rasa percaya diri dalam situasi sosial seperti pesta, pertemuan keluarga, wawancara, dan kencan. Rasa takut dievaluasi oleh orang lain dapat membuat seseorang merasa cemas dan minder. Akibatnya, seseorang mungkin menghindari situasi sosial, mengalami kecemasan saat mengantisipasi acara sosial, atau merasa tidak nyaman saat proses sosialisasi berlangsung.

Insecurity yang didorong oleh perfeksionisme

Beberapa orang memiliki standar yang sangat tinggi untuk semua yang dilakukan. Kamu mungkin menginginkan nilai tertinggi, pekerjaan terbaik, sosok yang sempurna, apartemen atau rumah dengan dekorasi paling indah, anak-anak yang rapi dan sopan, atau pasangan yang ideal. Sayangnya, hidup tidak selalu berjalan seperti yang diinginkan. Orang yang perfeksionis akan merasa tidak puas atas tidak tercapainya keinginan. Akibatnya ia akan merasa kecewa dan insecure.

Cara mengatasi insecure

Kondisi Stres dan Cemas
Perbesar
Ilustrasi insecure Credit: pexels.com/VictoriaB

Cara mengatasi insecure bisa dilakukan dengan cara membangun nilai diri. Meski tidak secara instan, cara ini bisa mengubah perasaan dan penerimaan terhadap diri sendiri. Berikut cara mengatasi insecure, dilansir dari Healthline:

Tegaskan nilai diri

Cobalah untuk memikirkan seberapa berharganya dirimu. Misalnya, ingat bagaimana kamu membantu teman saat kesusahan, membantu atasan saat pertemuan penting, dan seberapa dicintainya dirimu oleh orang-orang disekitarmu. Perasaan ini akan membuatmu fokus pada nilai dirimu daripada kekuranganmu.

Prioritaskan dirimu terlebih dulu

Jika kamu selalu memperhatikan kebutuhan orang lain dan melupakan kebutuhanmu sendiri, kamu tidak cukup menghargai diri sendiri. Memprioritaskan diri sendiri bukanlah sebuah keegoisan. Kamu perlu mencintai dirimu sendiri terlebih dulu sebelum mencintai orang lain. Cobalah untuk merawat diri, olahraga, memiliki me time, dan mendapatkan istirahat cukup.

Tantang pikiran negatif

Mudah untuk bersikap keras pada diri sendiri setelah terjatuh atau membuat kesalahan. Tetapi menyalahkan diri sendiri atas kegagalan hanya akan membuatmu terjebak dalam siklus negatif rasa malu dan membenci diri sendiri. Cobalah berlatih melawan pikiran negatif dengan memaafkan diri sendiri dan mengambil pengalaman yang ada.

Habiskan waktu dengan orang yang mencintaimu

Mengelilingi diri dengan orang-orang yang penuh kasih dan suportif bisa membangun kepercayaan diri dan membuatmu merasa diterima apa adanya. Buat rencana untuk mengatur lebih banyak berkumpul dengan orang-orang terdekat.

Lakukan hal-hal yang membuat bahagia

Prioritaskan menghabiskan waktu luang dengan melakukan hal-hal yang memberimu kegembiraan dan kebahagiaan. Lebih baik lagi, pertimbangkan untuk mempelajari keterampilan baru atau melakukan hobi yang selalu ingin kamu.

Lanjutkan Membaca ↓