8 Tips Tetap Sehat Konsumsi Daging, Perhatikan Porsi dan Pengolahan

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 31 Jul 2020, 11:35 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 11:35 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi daging sapi. (dok. pixabay.com/PDPhotos)

Liputan6.com, Jakarta Idul Adha selalu dirayakan dengan perjamuan beragam hidangan daging, baik itu kambing atau sapi. Kedua jenis daging ini banyak diolah menjadi makanan seperti rendang, sate, atau gulai.

Daging sapi dan kambing memang sumber protein, zat besi dan mineral penting lainnya. Namun, daging juga mengandung lemak jenuh yang bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Ini membuat konsumsi daging tak boleh sembarangan.

Tak perlu menghindari konsumsi daging sepenuhnya. Dengan beberapa tips sederhana, daging masih bisa menjadi bagian dari makanan sehat yang lezat. Cara konsumsi daging agar tetap sehat ini meliputi cara memasak, mengonsumsi, hingga mengimbanginya dengan pola hidup sehat lainnya.

Dengan tips ini Anda bisa menikmati hidangan daging Idul Adha dengan aman dan tetap sehat. Berikut cara konsumsi daging agar tetap sehat, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(31/7/2020).

2 dari 9 halaman

Perhatikan porsi

Meningkatkan Tekstur Makanan
Perbesar
Ilustrasi Daging Credit: pexels.com/Fabio

Membatasi porsi daging bisa membantu mengurangi jumlah lemak dan kolesterol yang dikonsumsi. Menurut Mayo Clinic, usahakan untuk mengonsumsi daging tidak lebih dari 85 gram per makan.

Konsumsi daging dianggap aman asal tidak melebihi 100 gram per hari. Konsumsi daging juga disarankan tidak lebih dari tiga kali seminggu.

3 dari 9 halaman

Cara memasak

Memasak Makanan Favorit
Perbesar
Ilustrasi Memasak Credit: freepik.com

Pilih metode memasak yang sehat. Hindari menggoreng daging karena dapat meningkatkan kandungan lemak jenuhnya. Metode memasak rendah lemak termasuk memanggang, membakar, dan menumis.

Proses memasak daging akan mencairkan banyak lemak dalam daging. Jadi saat memasak daging di panggangan atau oven, pastikan untuk meletakkannya di rak di atas loyang sehingga lemak bisa menetes.

Hindari juga mengolah daging dengan santan. Ini bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh. Terlebih jika hidangan akan sering dipanaskan kembali.

Memasak daging dalam cairan juga bisa jadi pilihan. Ini seperti menjadikannya sup atau semur. Setelah hidangan ini mendingin, lemak mengeras di bagian atas dan Anda dapat dengan mudah menghilangkannya.

4 dari 9 halaman

Hindari konsumsi daging setengah matang dan terlalu matang

Daging Mentah atau Tidak Dimasak Sampai Matang
Perbesar
Ilustrasi Daging Mentah Credit: pexels.com/pixabay

Saat memasak hindari mengolahnya menjadi setengah matang. Daging setengah matang berpotensi masih mengandung bakteri berbahaya. Bakteri yang biasa terdapat pada daging seperti E.coli, Salmonella, dan Listeria. Bakteri berbahaya ini akan mati jika daging dimasak hingga matang.

Selain menghindari daging setengan matang, hindari juga daging yang terlalu matang. Daging yang terlalu matang bisa menghilangkan protein yang dimilikinya.

Memasak daging pada suhu tinggi juga bisa berbahaya bagi kesehatan. Memanggang daging hingga hangus bisa menghasilkan zat karsinogenik pada daging.

Metode memasak dengan panas tinggi dapat membentuk senyawa yang tidak sehat seperti heterosiklik amina (HA), advanced glycation end products (AGEs) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

5 dari 9 halaman

Gunakan minyak sehat

Minyak Kemiri
Perbesar
Ilustrasi Minyak Credit: freepik.com

Saat mengolah daging, sebaiknya gunakan minyak yang sehat. Minyak canola, minyak zaitun, minyak alpukat, minyak wijen, dan minyak biji bunya matahari bisa jadi pilihan.

Minyak-minyak ini memiliki titik asap yang tinggi. Hindari menggunakan minyak bekas atau minyak jelantah, Hindari juga memanaskan minyak terlalu tinggi.

6 dari 9 halaman

Konsumsi bagian tanpa lemak

Daging Sapi Mentah
Perbesar
Ilustrasi Foto Daging Sapi (iStockphoto)

Untuk menghindari konsumsi lemak jenuh, hindari bagian daging yang banyak lemak. Pilih bagian daging yang rendah lemak seperti sirloin dan tenderloin.

Memisahkan daging dengan lemaknya juga bisa dilakukan. Potong lemak padat yang terlihat dari daging sebelum dimasak. Melakukan hal ini dapat memangkas asupan lemak sebanyak setengahnya.

Setelah memasak daging, tiriskan lemak dari wajan dan bilas daging dengan air panas. Anda juga bisa meniriskan daging dengan tisu untuk menghilangkan sisa lemak dan air.

7 dari 9 halaman

Marinasi daging

Daging sapi
Perbesar
Ilustrasi Daging Sapi Credit: freepik.com

Memarinasi atau membumbui daging sebelum dimasak bisa melembutkan daging saat dimasak. Marinasi juga bisa meningkatkan rasa yang mungkin hilang saat lemak dipangkas.

Marinasi biasanya menggunakan zat asam seperti lemon atau cuka dengan berbagai rempah-rempah lainnya. Memarinasi daging juga bisa membantu mengurangi senyawa karsinogenik dari memanggang atau membakar daging.

Membumbui daging akan mengurangi jumlah amina heterosiklik karsinogenik (HCA) yang dihasilkan ketika daging dimasak pada suhu tinggi.

8 dari 9 halaman

Seimbangkan dengan buah dan sayur

Ilustrasi sayur dan buah
Perbesar
Seimbangkan dengan buah dan sayur. (iStock)

Ketika mengonsumsi daging, seimbangkan juga dengan makanan sehat lainnya seperti buah dan sayur. Buah dan sayur bisa memenuhi asupan serat yang juga dibutuhkan tubuh.

Saat menyantap daging, Anda bisa memadukannya dengan sayuran kaya serat seperti wortel, buncis atau kentang. Serat juga sangat penting saat mengonsumsi daging. Ini karena daging tidak mengandung serat. Kekurangan serat bisa menimbulkan masalah pencernaan.

9 dari 9 halaman

Olahraga

[Fimela] olahraga
Perbesar
ilustrasi olahraga | pexels.com/@tirachard-kumtanom-112571

Selain memerhatikan pengolahan dan cara makan, penting juga mengimbanginya dengan olahraga. Dengan berolahraga, protein yang didapat dari daging bisa dengan mudah diubah menjadi otot.

Olahraga juga bisa mencegah penumpukan lemak di tubuh. Olahraga rutin bisa menjaga berat badan ideal. Olahraga sangat penting untuk mendukung metabolisme yang cepat dan membakar lebih banyak kalori per hari.

Selain itu, karena konsumsi daging kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, olahraga dapat menurunkan risiko penyakit ini.

Lanjutkan Membaca ↓