14 Makanan Penambah Berat Badan Bayi 6 Bulan ke Atas, Perhatikan Pola Pemberiannya

Oleh Laudia Tysara pada 28 Jul 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 28 Jul 2020, 20:30 WIB
bayi
Perbesar
ilustrasi bayi/Photo by Pixabay on Pexels

Liputan6.com, Jakarta Bayi yang berusia 6 bulan memang sudah seharusnya mendapat makanan pendamping ASI. Tujuannya agar anak bisa mendapat berat badan ideal dan nutrisi terpenuhi untuk menunjang pertumbuhan. Namun ada saja anak yang kekurangan berat badan padahal sudah diberi asupan nutrisi seimbang. Hal ini menjadikan makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas penting diketahui.

Ketika sedang dihadapkan dengan kondisi bayi yang kekurangan berat badan, jangan asal memberikan makanan. Pastikan bahwa makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas yang diberikan sudah sesuai untuk dikonsumsi. Antisipasi ini dilakukan agar pemberian asupan makanan tidak asal-asalan, karena bisa sebabkan anak obesitas jika diberikan berlebihan.

Makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas ini terdiri dari sayur, buah, dan daging. Lebih amannya jangan terlalu sering memberikan daging. Sayur dan buah jauh lebih direkomendasikan karena selain kaya nutrisi dan padat gizi, keduanya kaya kandungan air. Jadi, memberikannya juga akan membuat bayi secara tidak langsung terlatih tidak bergantung dengan ASI.

Berikut Liputan6.com ulas makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2020).

2 dari 7 halaman

Brokoli, Mentega, dan Pisang

Brokoli
Perbesar
Ilustrasi Brokoli (iStockphoto)

Brokoli

Brokoli termasuk makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas . brokoli juga tidak akan membuat anak kelebihan berat badan karena porsi nutrisinya seimbang. Brokoli ini kaya serat, folat, dan kalsium. 

Jadi tidak heran jika brokoli ini tepat dijadikan makanan pendamping ASI untuk bayi. Sajikan dengan memotongnya kecil-kecil dan kukus hingga lembut. Tujuannya agar bayi dapat mengonsumsinya dengan mudah dan tidak mudah tersedak.

Mentega

Ternyata margarin dan mentega juga cocok dijadikan makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Hal ini disebabkan karena keduanya kaya kandungan lemak baik yang cocok untuk pertumbuhannya.

Margarin dan mentega kaya vitamin A, B1, D, dan protein. Kandungan ini sangat baik untuk menunjang pertumbuhan bayi. Meski begitu, jangan asal memberikan.

Pastikan margarin dan menteganya tidak dipanaskan karena vitaminnya bisa hilang. Tambahkan saja pada makanan si kecil yang masih panas.

Pisang

Pisang termasuk makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Apalagi pisang juga mudah disajikan dan praktis dibawa ke mana-mana. Kandungan karbohidrat dan seratnya juga baik untuk kesehatan bayi.

Jika ingin memberikan pisang pada bayi sebagai MPASI, pilih pisang yang matang dan sajikan dengan cara dihaluskan. Jika anak sudah bisa mengunyah, potong-potong dalam ukuran kecil agar mudah dikonsumsi.

3 dari 7 halaman

Jeruk, Daging, dan Telur

Daging sapi
Perbesar
Ilustrasi Daging Credit: freepik.com

Jeruk

Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C. Kandungan ini dipercaya dapat mendukung pertumbuhan tulang, pembentukan otot, dan jaringan tubuh lain.

Vitamin C ini juga membantu penyerapan zat besi dari makanan, serta menjaga kadar cairan tubuh tetap seimbang. Jadi, wajar saja jika jeruk termasuk makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas.

Daging

Daging juga merupakan makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Daging sapi, ikan, atau ayam merupakan sumber protein, zat besi, zinc, dan omega-3. 

Agar tumbuh kembangnya optimal, bayi perlu memperoleh asupan protein dari daging secara teratur. Pastikan untuk menghaluskan daging sebelum disajikan pada bayi.

Telur

Selain daging, telur juga perlu diberikan untuk menambah asupan protein bayi. Tak hanya protein, sebenarnya masih ada zinc, folat, dan vitamin yang penting untuk pertumbuhan bayi.

Termasuk kuning telurnya mengandung kolin dan omega-3 yang sangat berperan dalam perkembangan otak bayi. Lain halnya jika bayi memiliki riwayat alergi atau berisiko mengalami alergi.

Sebelum mengandalkannya sebagai makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas, konsultasikan dulu dengan dokter.  

4 dari 7 halaman

Apel dan Kentang

Ilustrasi buah apel (iStock)
Perbesar
Ilustrasi buah apel (iStock)

Apel

Apel memiliki rasa yang manis. Selain rasa manisa yang dimiliki, kandungan dalam buah apel juga baik untuk kecerdasan otak bayi. Kandungan quercetin-lah penyebabnya. Kandungan ini yang bisa membantu merangsang aktivitas otak bayi dengan lebih baik.

Menjadikannya sebagai salah satu makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas sepertinya tidak ada salahnya. Apalagi quercetin juga mampu menjadi antioksidan kuat dan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Kentang

Kentang juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Hal ini disebabkan karena kentang kaya karbohidrat.

Karbohidrat yang dimilikinya baik untuk meningkatkan berat badan. Selain karbohidrat, ada pula vitamin C, vitamin B10, fosfor, dan mangan. Pastikan sebelum memberikannya, haluskan terlebih dahulu agar kentang mudah dicerna si kecil.

 

5 dari 7 halaman

Kacang, Ubi, dan ASI

Ilustrasi ASI | pexels.com
Perbesar
Ilustrasi ASI | pexels.com

Kacang

Kacang-kacangan dikenal sebagai makanan yang kaya zat besi dan protein. Jadi memang bayi yang mengonsumsi akan mendapat cukup serat, folat, dan kalsium. Makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas ini juga aman dikonsumsi. Apalagi kandungan seng yang dimiliki bisa menambah kecerdasan otak bayi.

Ubi

Ubi dikenal kaya akan serat jadi bisa menyehatkan sistem pencernaan bayi. Selain itu, ubi juga termasuk makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Manfaat ini berasal dari kandungan yang dimilikinya. Ubi ini kaya vitamin C, beta karoten, serat, kalium, zat besi, dan antioksidan.

Apalagi, rasanya yang manis membuat bayi menggemarinya. Ubi dapat disajikan dengan cara dikukus hingga matang lalu ditumbuk, atau diblender menjadi puree (bubur).

ASI

Air Susu Ibu memang efektif diberikan pada bayi usia 6 bulan ke bawah. Meski begitu ASI juga masih bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas.

Memberikannya pada bayi usia ini hanya bisa dilakukan pada kondisi yang berbeda. Misalnya saja seperti ketika bayi usia 6 bulan ke atas belum bisa menelan makanan biasa seperti bayi lainnya.

Dibanding dengan memberikannya susu formula, bayi yang mengonsumsi ASI justru memiliki berat badan lebih ideal. Hal ini dipengaruhi asupan gula yang dikonsumsi dari ASI lebih murni tanpa tambahan seperti dalam susu formula.

 

6 dari 7 halaman

Alpukat, Keju, dan Wortel

Ilustrasi Alpukat (Foto: iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Alpukat (Foto: iStockphoto)

Alpukat

Alpukat dikenal kaya lemak sehat yang mampu menunjang perkembangan otak, selain juga sebagai sumber kalori. Komposisi lemak dalam alpukat hampir sama dengan komposisi lemak dalam air susu ibu (ASI).

Selain itu, alpukat juga mengandung protein dalam jumlah tinggi, yang baik untuk pertumbuhan bayi. Kedua kandungan inilah yang membuat alpukat cocok dijadikan makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Tetap pastikan pemberian alpukat tidak berlebihan karena buah ini kaya kalori.

Keju

Keju juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Hal ini disebabkan kandungan kalsium, protein, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, selenium dan fosfor di dalamnya.Pemberian keju bisa diberikan pada usia bayi yang sudah 8 bulan. Selain itu, tetap konsultasikan dengan dokter agar porsi dan waktunya lebih tepat.

Wortel

Wortel juga termasuk makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas. Selain memiliki rasa manis dan warna cerah yang menarik ketika disajikan, wortel juga mengandung beta karoten yang baik untuk perkembangan dan penglihatan bayi. Wortel dapat disajikan dengan cara dikukus hingga matang, kemudian dihaluskan, atau dicampur dengan bubur bayi.

7 dari 7 halaman

Tips Beri Bayi Makanan Pendamping ASI

mpasi-kezo
Perbesar
Ilustrasi bayi | unsplash

ASI eksklusif menurut panduan WHO terbaru diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan. Selanjutnya anak akan diperkenalkan terhadap makanan padat secara perlahan-lahan.

Usia 6 Bulan

Pada usia 6- 9 bulan, dimulai makanan tambahan pendamping dari yang cair terlebih dahulu (susu formula) ditambah makanan halus seperti bubur susu, buah, dan sayuran. Makanan ini dihaluskan dan dimasak. ASI masih WAJIB diberikan, dianjurkan diteruskan selama 1 tahun kehidupan. Bahkan jika memungkinkan untuk diteruskan hingga 2 tahun, justru hal ini lebih baik bahkan karena kandungan yang terasupi menjadi lebih lengkap.

Usia 9 Bulan

Pada usia 9-12 bulan, konsistensi makanan menjadi makanan semi-padat atau disaring, istilahnya tim saring. Usia ini kombinasi antara bubur susu, buah, tim saring. Makanan ini diberikan dengan tujuan untuk melatih kemampuan pergerakan rahang atas dan bawah dan melatih kemampuan mengunyah (penggunaan gigi apabila sudah ada).

Usia 12 Bulan

Jika telah menginjak usia lebih dari 12 bulan, dapat diperkenalkan makanan sebagaimana orang dewasa konsumsi, namun penting adanya perkenalan makanan dilakukan satu per satu secara bertahap untuk memantau timbulnya alergi atau tidak, terutama untuk jenis telur, seafood, dan susu sapi. Hindari makanan yang menyebabkan tersedak (memiliki konsistensi keras) seperti kacang, anggur, wortel mentah.

Lanjutkan Membaca ↓