Beda Obesitas dengan Kelebihan Berat Badan, Kenali Bahayanya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 28 Jul 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2020, 10:00 WIB
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi masalah yang banyak ditemui saat ini. Istilah obesitas dan kelebihan berat badan mungkin kerap ditemui dan kadang kerap disamakan. Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas memang merupakan kondisi dimana seseorang memiliki berat badan melebihi batas normal.

Kelebihan berat badan dan obesitas disebabkan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Kedua kondisi ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti peningkatan risiko diabetes tipe 2, kardiovaskular, dan kesehatan mental.

Tahukah kamu bahwa kelebihan berat badan dan obesitas memiliki definisi yang berbeda. Banyak orang mungkin menganggap kelebihan berat badan dan obesitas adalah kondisi yang sama. Namun, jika dipahami lebih lanjut, ada sedikit perbedaan antara kelebihan berat badan dan obesitas.

Berikut perbedaan kelebihan berat badan dan obesitas, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(28/7/2020).

2 dari 6 halaman

Penyebab kelebihan berat badan dan obesitas

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Menurut WHO, penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Hingga kini jumlah orang yang mengalami obesitas terus meningkat.

Ketidakseimbangan energi ini bisa dipicu oleh peningkatan asupan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula, ketidakaktifan fisik, dan perubahan pola hidup.

3 dari 6 halaman

Perbedaan kelebihan berat badan dan obesitas

Ilustrasi obesitas.
Perbesar
Ilustrasi obesitas. (dok. Jarmoluk/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Perbedaan definisi kelebihan berat badan dan obesitas terdapat pada tingkatan Body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT). WHO telah menentukan tingkatan-tingkatan ini. Menurut WHO, BMI memberikan ukuran tingkat kelebihan berat badan dan obesitas yang paling berguna pada populasi. Patokan ini sama untuk kedua jenis kelamin dan untuk semua usia orang dewasa.

Indeks massa tubuh orang dewasa (di atas 19 tahun) yang ideal atau normal ada pada angka 18.5-24.9. Untuk orang yang memiliki indeks massa tubuh di bawah 18.5 dikategorikan sebagai kekurangan berat badan.

Orang dewasa didefinisikan mengalami kelebihan berat badan jika memiliki indeks massa tubuh di angka setara atau lebih dari 25. Sementara obesitas pada orang dewasa didefinisikan dengan indeks massa tubuh setara atau lebih dari 30.

4 dari 6 halaman

Cara menghitung indeks massa tubuh

Menyebabkan Obesitas
Perbesar
Ilustrasi Kenaikan Berat Badan Credit: freepik.com

Indeks massa tubuh (IMT) adalah indeks sederhana yang menggabungkan antara perhitungan berat badan dan tinggi badan. Indeks massa tubuh biasanya digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Cara menghitung indeks massa tubuh adalah dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Ini didefinisikan dengan rumus:

Indeks massa tubuh: berat badan (kg)/ tinggi badan2

Contoh:

Berat badan 70 kg

Tinggi badan 1.6 meter

Indeks massa tubuh: 70 / 1.6 x 1.6 = 27.3

Indeks massa tubuh ini berarti menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami kelebihan berat badan.

5 dari 6 halaman

Bahaya kelebihan berat badan dan obesitas

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Kolesterol tinggi

Makanan tidak sehat dapat meningkatkan berat badan sekaligus kolesterol LDL dan trigliserida. Orang yang kelebihan berat badan cenderung dikaitkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. Kolesterol tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Diabetes tipe 2

Menurut WebMD, sekitar 8 dari 10 orang yang menderita diabetes tipe 2 kelebihan berat badan. Lemak perut terkait dengan resistensi insulin. Lemak bisa menghambat kinerja insulin untuk mengeluarkan glukosa dari darah. Gula darah yang lebih tinggi dari normal yang mengarah pada risiko diabetes tipe 2.

Darah tingi

Saat tubuh kelebihan berat badan, jantung harus memompa lebih kuat untuk mengedarkan darah ke semua sel. Kekuatan ini bisa mendorong dinding arteri dan merusaknya. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penyakit ginjal

Lemak juga bisa memengaruhi kinerja ginjal. Ginjal menyaring darah dan membantu mengontrol tekanan darah. Tetapi mereka tidak dapat melakukan pekerjaan mereka ketika lemak menumpuk di pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan penumpukan limbah berbahaya di tubuh dan menyebabkan masalah ginjal.

Penyakit jantung dan stroke

Obesitas membuat sesorang lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol abnormal. Ini merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

6 dari 6 halaman

Bahaya kelebihan berat badan dan obesitas

Perut Gemuk dan Perut Buncit
Perbesar
Ilustrasi Foto Perut Gemuk (iStockphoto)

Penyakit hati berlemak

Kelebihan berat badan bisa memengaruhi fungsi hati. Ketika lemak menumpuk di hati, ia bisa membuat jaringan parut. Kondisi ini bisa menyebabkan sirosis dan mematikan fungsi hati.

Osteoarthritis

Semakin banyak beban, semakin banyak ketegangan pada persendian dan tulang rawan yang melindungi ujung tulang. Ini bisa menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa sakit dan kaku.

Kanker

Kelebihan berat badan dan obesitas juga meningkatkan risiko sejumlah kanker seperti payudara, kolorektal, endometrium, dan ginjal. Ini diyakini karena sel-sel lemak membuat hormon yang mengubah cara sel tumbuh.

Gangguan pernapasan

Berat badan berlebihan dapat mencegah paru-paru untuk mengembang sepenuhnya. Ini bisa membuat otot-otot pernapasan tidak berfungsi sepenuhnya. Akibatnya risiko peradangan akan meningkat dan kesulitan bernapas akan sering terjadi. Berat badan ekstra juga dapat memperburuk gejala asma dan penyakit paru lainnya.

Sleep apnea

Orang dengan obesitas lebih cenderung mengalami sleep apnea, suatu gangguan yang berpotensi serius di mana pernapasan bisa berhenti selama tidur.

Lanjutkan Membaca ↓