Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal

Oleh Dyah Mulyaningtyas pada 17 Jun 2020, 12:05 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 12:05 WIB
Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal
Perbesar
Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal (Sumber: Daily Mail)

Liputan6.com, Jakarta Merayakan ulang tahun pernikahan memang sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak pasangan suami istri. Peringatan hari bahagia itu menjadi momen yang sering dinantikan. Ulang tahun pernikahan tidak selalu dirayakan dengan pesta berbiaya mahal, namun ada juga yang merayakannya secara sederhana.

Bahkan terkadang perayaan ulang tahun pernikahan tidak dapat dihadiri langsung oleh kedua orang dari pasangan. Hal itu terjadi karena ada berbagai penyebab, seperti karena salah satunya sedang sakit, karena pekerjaan hingga karena salah satunya sudah meninggal dunia. Seperti yang dialami oleh seorang wanita dari Filipina ini.

Ia tidak bisa merayakan hari ulang tahun pernikahan bersama pasangannya karena sang suami telah meninggal dunia. Namun ada sebuah cerita mengharukan di balik hari ulang tahun pernikahannya tersebut, yakni ia mendapat sebuah pesta perayaan yang direncanakan oleh almarhum suaminya ketika masih hidup.

Anak dari pasangan tersebut yang bernama Alyssa Mendoza menceritakan bagaimana ayahnya, Bing merencanakan pesta sebelum meninggal karena penyakit ginjal kronis pada tahun 2019 lalu. Sang suami bahkan memesan pengiriman bunga setahun sebelumnya. Berawal dari ketika putrinya menerima email dari ayahnya pada Mei 2020, sepuluh bulan setelah kematiannya.

2 dari 3 halaman

Sebelum Meninggal, Sang Suami Mengirim Email pada Anaknya

Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal
Perbesar
Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal (Sumber: Daily Mail)

Dalam email tersebut almarhum merinci bagaimana perayaan ulang tahun pernikahan yang ia inginkan. Alyssa menjelaskan seperti apa ayahnya membayar seorang penjual bunga untuk mengirimi ibunya bunga setiap tahun pada hari ulang tahunnya 19 Agustus, Hari Valentine, dan ulang tahun pernikahannya pada 10 Juni.

Email tersebut ia jadwalkan sebelum kematiannya untuk dikirim beberapa minggu sebelum tanggal penting itu. Ayahnya meminta Alyssa untuk mengikuti instruksi pada surat itu sehingga ibunya akan mendapatkan ulang tahun pernikahan impiannya. 

"Awalnya, saya takut membukanya karena, siapa yang tidak takut untuk mendapatkan dan membuka email dari seseorang yang meninggal 10 bulan lalu?" kata Alyssa seperti dikutip oleh iputan6.com dari Daily Mail, Rabu (17/6/2020).

“Dua hari setelah saya melihat pemberitahuan, saya memutuskan untuk membuka email dan tidak percaya dengan apa yang saya baca. Cinta ayahku untuk ibuku jelas tak terukur," lanjut Alyssa.

Dia bahkan menghubungi dan membayar seorang penjual bunga untuk mengirimkan bunga kepada istrinya untuk beberapa tahun mendatang pada setiap hari khusus, seperti ulang tahun, Hari Valentine, dan ulang tahun pernikahan mereka. Alyssa tidak mengetahui berapa lama bunga akan terus dikirim, karena penjual bunga itu 'disumpah untuk menjaga kerahasiaan' yang dibuat ayahnya. 

“E-mail itu juga berisi surat yang dia tulis untuk ibuku yang memiliki semua kata yang perlu dia dengar darinya agar baik-baik saja," kata Alyssa.

Sang suami tersebut benar-benar memikirkan segalanya untuk membuat istrinya biasa merasakan semua cintanya. Pasangan ini seharusnya merayakan ulang tahun pernikahan ke 25 bersama-sama, tetapi Tuhan punya rencana lain.

3 dari 3 halaman

Anaknya Melakukan Semua yang Diinginkan Sang Ayah

Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal
Perbesar
Kisah Haru Istri Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Sudah Meninggal (Sumber: Daily Mail)

Alyssa adalah anak perempuan yang berdedikasi, ia bekerja sepanjang malam untuk memastikan semua instruksi ayahnya dilaksanakan. Seperti meminta ia untuk membawa ibunya ke sebuah restoran pilihan, atau meminta apa pun yang ingin ia makan diantarkan ke rumah.

"Saya mengikuti semua instruksi ayah saya. Pembantu kami dan saya mulai menyiapkan kejutan untuk ibu pada jam 11 malam dan selesai pada jam 5:30 tepat pada waktunya untuk alarm harian ibu," tutur Alyss. 

"Meskipun aku kurang tidur, kegembiraan yang kulihat di wajah ibuku membuat semuanya sepadan," tambahnya.

Ibu Alyssa menangis haru menerima semua wasiat dari almarhum yang dilaksanakan oleh putrinya. Sebuah pesta penuh makna dan cinta yang direncanakan oleh suaminya ketika ia berjuang melawan penyakit ginjal.

"Tentu saja ibuku menangis karena dia merindukan cinta dalam hidupnya, tetapi aku bisa melihat betapa bahagianya dia, itu karena dia tahu bahwa semuanya sudah direncanakan oleh ayahku," ungkap Alyssa.

Lanjutkan Membaca ↓