3 Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari dan Cara Melihat yang Aman

Oleh Fakhriyan Ardyanto pada 15 Jun 2020, 14:55 WIB
Diperbarui 15 Jun 2020, 14:55 WIB
Banner Infografis Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019
Perbesar
Banner Infografis Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Penyebab terjadinya gerhana matahari yang merupakan fenomena alam ini mungkin masih belum diketahui oleh beberapa orang. Sebenarnya penyebab terjadinya gerhana matahari ini dikarenakan adanya posisi Bumi, Bulan, dan Matahari yang membentuk satu garis lurus.

Dan penyebab terjadinya gerhana matahari ini sebabkan ketika posisi bumi, bulan, dan matahari tersebut membentuk garis lurus, maka Bulan akan menutupi matahari. Posisi Bulan yang menutupi Matahari ini akan menyebabkan terhalangnya pandangan manusia terhadap Matahari.

Meskipun ukuran Matahari sebenarnya sangat besar, bahkan berukuran Matahari sekitar 1,2 juta kali dari besar Bumi. Namun, Matahari dan Bumi dipisahkan jarak sekitar 150 juta kilometer, dan karena jarak yang sangat jauh inilah Matahari terlihat kecil jika dilihat dari Bumi.

Sedangkan Bulan memiliki jarak yang lebih dekat dari Bumi. Itulah mengapa, manusia akan melihat Bulan ukurannya lebih besar dari Matahari. Dan wajar saja, ketika bulan berada di posisi tengah-tengah dari Bumi dan Matahari, maka akan menjadi penyebab terjadinya gerhana matahari

Mungkin Anda masih cukup bingung mengenai bagaimana lebih detailnya yang menjadi penyebab terjadinya gerhana matahari tersebut. Berikut ini Liputan6.com telah merangkum penyebab terjadinya gerhana matahari tersebut, serta cara melihat gerhana matahari yang aman, Senin (15/6/2020).

2 dari 5 halaman

1. Posisi Matahari, Bulan, dan Bumi satu garis lurus

Menyambut Gerhana Matahari Cincin September 2016
Perbesar
Menyambut Gerhana Matahari Cincin September 2016

Penyebab terjadinya gerhana matahari ini memang sempat dijelaskan di awal tadi, ketika posisi Bumi, Bulan, dan Matahari membentuk satu garis lurus, maka dapat menyebabkan gerhana Matahari. Meski ukuran dari Bulan jutaan kali lebih kecil dari Matahari, namun akibat posisi Bulan yang jaraknya lebih dekat ke Bumi, menyebabkan ilusi optik yang menyebabkan ukuran bulan akan telihat lebih besar dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Jadi wajar saja, ketika posisi Bula nada di tengah-tengah antara Bumi dan Matahari, maka akan menyebabkan Bulan layaknya sedang menutupi bentuk dari Matahari, dan akhirnya muncul fenomena alam yang disebut sebagai gerhana Matahari.

3 dari 5 halaman

2. Revolusi Bumi Mengelilingi Matahari

Bumi dan Matahari
Perbesar
Bumi dan Matahari

Sudah sewajarnya jika Bumi melakukan gerakan revolusi untuk mengitari Matahari. Di sisi lain, Bulan yang merupakan satelit bagi Bumi, juga ikut bergerak untuk mengitari Bumi setiap harinya. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi disebut sebagai revolusi Bulan. Dan, karena sama- sama berputar mengelilingi masing-masing targetnya, maka wajar saja jika ada kalanya posisi Bumi, Bulan, dan Matahari akan sejajar. Gerhana matahari yang terjadi juga tidak hanya terjadi di satu tempat dan sangat mungkin akan berganti-ganti.

4 dari 5 halaman

3. Jarak Bumi dengan Matahari dan Bulan dengan Bumi

Tak Banyak yang Tahu, Bulan Ternyata Mencuri Oksigen Bumi
Perbesar
Tak disangka, selama ini ternyata Bulan mencuri oksigen dari Bumi. Berbahayakah?

Sebenarnya gerhana Matahari dibagi menjadi beberapa jenis. Hal tersebut memang mengacu pada proses terjadinya gerhana Matahari tersebut. Lalu faktor lain yang juga menjadi penyebab terjadinya gerhana Matahari tergantung dari jarak dari Matahari dengan Bumi, serta jarak Bulan dengan Bumi, yang bisa berubah sewaktu-waktu. Umumnya, gerhana matahari dibedakan menjadi empat jenis, yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian, Gerhana Matahari Cicin, dan Gerhana Matahari Hibrida.

5 dari 5 halaman

Cara Melihat Gerhana Matahari yang Aman

Ramai-Ramai Sambut Datangnya Gerhana Matahari Total di Chile
Perbesar
Dua orang pria mencoba kaca mata khusus untuk melihat gerhana matahari total di sebuah kamp astronomi di komune Vallenar di gurun Atacama, Santiago, Chile (1/7/2019). Gerhana matahari total akan terlihat dari Chile dan Argentina pada 2-3 Juli. (AFP Photo/Martin Bernetti)

Melihat gerhana Matahari secara langsung dengan mata telanjang dapat menyebabkan mata menjadi terganggu. Hal ini disebabkan sinar radiasi dari Matahari akan mudah sampai ke mata kita yang ada di Bumi. Dan apabila nekat untuk dilakukan untuk secara langsung melihat area fotosfer Matahari atau bagian cincin terang ketika gerhana Matahari, maka akan membahayakan dan dapat berakibat pada kerusakan permanen retina mata. Dan jika dilakukan terus menerus, maka akan menyebabkan kebutaan.

Oleh karena itu, di bawah ini ada beberapa cara aman untuk menikmati gerhana Matahari yang sedang terjadi, yaitu:

1. Menggunakan Kacamata Anti Radiasi

Cara ini terbilang cukup banyak dilakukan masyarakat ketika sedang terjadinya gerhana Matahari. Selain itu, untuk menemukan jenis kacamata anti radiasi ini juga sangat mudah dan murah.

2. Menggunakan Teleskop

Teleskop biasanya digunakan untuk melihat bintang di langit. Namun, teleskop ini juga terkadang digunakan untuk melihat gerhana Matahari. Akan tetapi diperlukan cara khusus agar tidak berbahaya bagi mata. Cara tersebut adalah dengan memantulkan cahaya dari teleskop ke sebuah bidang rata yang memiliki warna putih, contohnya seperti kertas atau papan tulis berwarna putih.

3. Melalui Siaran Media

Mungkin terdengar bercanda, namun sebenarnya ini adalah cara paling aman dan justru paling memberi gambaran jelas mengenai bentuk dari gerhana Matahari tersebut. Anda bisa menikmati gerhana Matahari tersebut melalui siaran televisi atau saat ini juga bisa memanfaatkan fitur ‘Live’ di YouTube yang mungkin saja sedang menayangkan fenomena alam ini.

Itulah tadi beberapa penyebab terjadinya gerhana Matahari, serta bagaimana cara yang aman untuk menikmati fenomena tersebut, mengingat gerhana Matahari memang jarang terjadi, dan jika Anda sempat melihatnya dan menikmati tiap momennya, maka akan menjadi pengalaman yang berkesan seumur hidup.

Lanjutkan Membaca ↓