Demi Bantu Yayasan Kanker, Pria Ini Rela Jadi Pengantar Makanan

Oleh Dyah Mulyaningtyas pada 11 Jun 2020, 13:25 WIB
Diperbarui 11 Jun 2020, 13:25 WIB
Demi Bantu Yayasan Kanker, Pria Ini Rela Jadi Pengantar Makanan
Perbesar
Demi Bantu Yayasan Kanker, Pria Ini Rela Jadi Pengantar Makanan (Sumber: Worl of Buzz)

Liputan6.com, Jakarta Membantu sesama merupakan kewajiban bagi manusia. Banyak orang yang mengalami berbagai keterbatasan dan butuh uluran tangan dari sesama untuk meringankan bebannya. Seperti para fakir miskin, penyandang disabilitas, anak yatim-piatu dan lain sebagainya.

Di tengah kemalangan yang dialami oleh orang-orang tersebut, masih ada para pahlawan yang mau menolong dengan tulus dan ikhlas. Para pahlawan itu mengerahkan tenaga dan pemikirannya untuk dapat membantu sesama yang membutuhkan.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ekspatriat Inggris yang tinggal di Singapura bernama Anthony Houlahan. Pria berusia 49 tahun ini bersepeda ke berbagai penjuru negara Singapura untuk bekerja sebagai pengantar makanan. Ia melakukan hal itu demi sebuah tujuan yang sangat mulia, yaitu demi mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak penyandang kanker.

Houlahan bekerja sebagai wakil presiden strategi untuk telekomunikasi pada siang hari, namun ketika malam hari ia beralih profesi menjadi pengantar makanan. Hal itu ia lakukan sejak Circuit Breaker atau separuh lockdown dimulai di Singapura seperti dikutip Liputan6.com dari World of Buzz, Kamis (11/6/2020).

2 dari 2 halaman

Berhasil Mengumpulkan Dana Ratusan Juta

Demi Bantu Yayasan Kanker, Pria Ini Rela Jadi Pengantar Makanan
Perbesar
Demi Bantu Yayasan Kanker, Pria Ini Rela Jadi Pengantar Makanan (Sumber: Worl of Buzz)

Sambil mempertahankan pekerjaan sehari-harinya, Houlahan memulai inisiatifnya sendiri untuk membantu anak-anak yang terserang kanker dengan menyumbangkan semua hasil dari pendapatannya sebagai pengantar makanan ke Children's Cancer Foundation.

“Itu adalah keputusan yang sepenuhnya mendadak. Saya memilih CCF karena saya ingin membantu anak-anak yang membutuhkan. Mereka tidak melakukan apa pun karena penyakit mereka dan mereka berhak memiliki seluruh hidup mereka,” kata Houlahan.

Bekerja di malam hari dan selama akhir pekan, Houlahan mengaku bahwa melakukan pengiriman dengan mengayuh sepeda tidak hanya membuat tubuhnya tetap bugar, tetapi juga membantu memerangi perasaan terisolasi selama periode lockdown. Hanya dalam lima hari, ia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 45 juta termasuk tips dan sumbangan dari masyarakat. 

Kemudian dalam dua minggu, ia mengumpulkan Rp 152 juta, namun setengahnya berasal dari sumbangan pada Giving.sg. Kini Houlahan berharap dapat mengumpulkan Rp 1 miliar dan semuanya akan disumbangkan untuk membantu membiayai anak-anak penderita kanker.

"Beberapa telah memberi saya tips saat melakukan pengiriman, yang kemudian saya sumbangkan untuk mereka," kata Houlahan.

"Interaksi seperti itu, yang mungkin tampak hanya hal kecil, tapi mencerahkan hari saya dan membuat perbedaan bagi kesejahteraan mental saya sendiri," tambah Houlahan.

Lanjutkan Membaca ↓