14 Penyebab Kram Perut yang Sering Terjadi, Kenali Gejalanya

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 29 Mei 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 29 Mei 2020, 11:30 WIB
Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Anda Bermasalah (Monthira/Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kram perut bisa disebabkan berbagai hal. Kram perut merupakan sensasi kejang otot tiba-tiba yang menimbulkan rasa nyeri di perut. Penyebab kram otot bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan terkadang menyakitkan.

Tingkat keparahan penyebab kram perut bisa ringan hingga berat. Penyebab kram perut yang paling umum adalah masalah pencernaan dan ketegangan otot. Sebagain besar kasus kram perut tidak serius dan bisa dengan mudah disembuhkan. Namun, jika kram perut disertai gejala lain dan tak kunjung hilang dalam hitungan hari, patut untuk mewaspadainya.

Mengetahui penyebab kram perut dapat menentukan penanganan yang tepat. Jika penyebab kram perut menimbulkan gejala yang parah, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter.

Berikut penyebab kram perut yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (29/5/2020).

2 dari 8 halaman

Penyebab kram perut

4 Penyebab Sakit Perut pada Anak (Roman Yanushevsky/Shutterstock)
Penyebab kram perut (Roman Yanushevsky/Shutterstock)

Gas

Penumpukan gas di perut bisa menyebabkan kejang otot usus ketika tubuh mencoba melepaskan gas. Peningkatan tekanan gas di usus dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam. Kram perut yang disebabkan oleh gas biasanya diiringi oleh gejala kembung, sakit perut yang tajam, sesak di perut, dan dorongan untuk terus bersendawa.

Dehidrasi

Penyebab kram perut selanjutnya adalah dehidrasi. Kekurangan cairan tubuh yang disebabkan oleh keringat berlebih, muntah, dan diare dapat menyebabkan kejang otot termasuk pada otot perut.

Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit seperti kalsium, kalium, dan magnesium untuk bekerja dengan baik. Gejala dehidrasi lainnya seperti haus ekstrem, sakit kepala, pusing, dan urin berwarna gelap.

3 dari 8 halaman

Penyebab kram perut

Amarah Tak Tersalurkan, Pencernaan Jadi Korban
Penyebab kram perut

Gastritis dan gastroenteritis

Gastritis dan gastroenteritis merupakan peradangan pada lambung. Pada gastroenteritis, usus juga mengalami peradangan.

Peradangan ini biasanya disebabkan oleh virus seperti Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus. Gejala gastritis dan gastroenteritis lainnya termasuk mual, muntah, diare (hanya pada gastroenteritis), dan kembung.

Masalah hati dan kantong empedu

Nyeri di perut kanan atas yang datang dan pergi bisa menandakan masalah dengan kantong empedu, seperti batu empedu. Batu empedu dapat menyumbat saluran kandung empedu dan menghambat proses pencernaan. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit sesaat setelah makan, terutama setelah makanan yang sangat berlemak.

4 dari 8 halaman

Penyebab kram perut

Nyeri Perut, akibat Radang Usus Buntu atau Sakit Mag? (Syida Productions/shutterstock)
Penyebab kram perut (Syida Productions/shutterstock)

Kelainan pencernaan

Berbagai gangguan pencernaan dapat menjadi kram perut jika kambuh. Kelainan pencernaan ini seperti penyakit celiac, intoleransi makanan, dan kolitis. Gangguan pencernaan ini bisa sangat menyakitkan, tetapi biasanya bukan merupakan keadaan darurat medis.

Tukak

Tukak biasa muncul di lambung dan usus. Tukak bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan, infeksi Helicobacter pylori, hingga pertumbuhan perut non-kanker.

Tukak biasanya menimbulkan sensasi nyeri yang tajam dan membakar di perut. Rasa terbakar bisa menjalar ke dada dan ke mulut atau tenggorokan, menyebabkan mulas atau gangguan pencernaan.

5 dari 8 halaman

Penyebab kram perut

Obat Keracunan Makanan
Sakit Perut Akibat Keracunan Makanan / Sumber: iStockphoto.com

Keracunan makanan

Keracunan makanan juga bisa menjadi penyebab kram perut. Keracunan makanan terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman, bakteri, atau virus. Keracunan makanan juga bisa menimbulkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan demam.

Refluks asam lambung

Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung bergerak naik ke tenggorokan yang menyebabkan sensasi terbakar dan rasa sakit yang menyertainya. Refluks asam yang parah bisa menyebabkan penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Asam lambung juga menyebabkan gejala perut, seperti kembung atau kram.

6 dari 8 halaman

Penyebab kram perut

Mengatasi Sembelit
Mengatasi Sembelit (sumber: iStock)

Sembelit

Ketika limbah banyak terkumpul di usus, kondisi ini kanan meningkatkan tekanan pada usus besar. Perut menjadi kembung dan kram bisa terjadi. Sembelit bisa disebabkan oleh terlalu sedikit serat atau cairan dalam makanan.

Infeksi saluran kemih

Terkadang infeksi saluran kemih bisa menyebabkan kram di perut. Gejalanya meliputi rasa sakit, tekanan, dan kembung di daerah perut bagian bawah. Sebagian besar infeksi juga menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan dan urin yang keruh dan berbau. Infeksi saluran kemih paling sering disebabkan oleh bakteri, terutama spesies E.coli.

7 dari 8 halaman

Penyebab kram perut pada wanita

Sakit perut asam lambung
Penyebab kram perut pada wanita (Foto: TORWAISTUDIO/ shutterstock)

Kram menstruasi

Penyebab kram perut yang paling sering terjadi pada wanita adalah kram menstruasi. Kram ini bisa memengaruhi hanya satu area perut atau menyebar ke punggung dan kaki. Kram menstruasi dapat terjadi selama atau tepat sebelum menstruasi.

Kista ovarium

Salah satu penyebab kram perut pada wanita yang perlu diwaspadai adalah kista ovarium. Kadang-kadang, kista ovarium dapat menyebabkan nyeri di perut. Rasa sakit dari kista ovarium seringkali rendah di perut dan hanya pada satu sisi.

8 dari 8 halaman

Penyebab kram perut pada wanita

ilustrasi perut sakit/freepik
ilustrasi perut sakit/freepik

Ovulasi

Selama ovulasi, sel telur pecah dari folikelnya di ovarium dan memasuki saluran tuba. Kondisi ini terkadang bisa menyebabkan kram perut. Nyeri ovulasi tidak berbahaya dan bahkan bisa menjadi petunjuk kesuburan.

Kontraksi kehamilan

Pada wanita hamil, nyeri perut yang tajam dapat mengindikasikan waktu persalinan atau bahkan kontraksi palsu. Kontraksi palsu sering terjadi pada trimester terakhir kehamilan. Sementara kontraksi nyata yang menandakan persalinan biasanya diikuti dengan kontraksi yang semakin berdekatan, perdarahan atau keputihan dari vagina, dan rasa sakit yang dimulai di bagian atas rahim.

Lanjutkan Membaca ↓