Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya

Oleh Loudia Mahartika pada 22 Mei 2020, 12:10 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 12:10 WIB
Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Publik baru-baru ini dibuah heboh dengan aksi seorang pria yang diketahui sebagai pemenang lelang motor Jokowi. Namun bukan kabar baik lantaran menang motor bertanda tangan orang nomor satu Republik Indonesia, melainkan pria tersebut dituduh sebagai penipu.

Kasusnya berawal dari sebuah program televisi swasta yang menayangkan konser amal bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020) malam lalu. Di acar atersebut motor listrik Presiden Joko Widodo dilelang untuk penggalangan dana.

Diketahui jika motor tersebut merupakan motor listrik nasional Gesits buatan Institut Teknologi Surabaya yang diproduksi oleh Garansindo. Motor yang awalnya ditaksir memiliki harga sekitar Rp 24 juta, menjadi berlipat ganda lantaran terdapat tanda tangan Presiden Joko Widodo.

Acara lelang motor tersebut pun akhirnya menjatuhkan pemenang kepada pria bernama M Nuh asal Jambi dengan harga Rp 2,5 miliar, sebagai penawar tertinggi. Rencananya hasil dari lelang tersebut akan disumbangkan. Namun setelah ditunggu hingga tenggat waktu, pria bernama M Nuh tersebut tak kunjung mengirimkan uangnya.

Ramai diperbincangkan hingga trending di media sosial, berikut ini 4 fakta pemenang lelang motor Jokowi dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Jumat (22/5/2020).

2 dari 5 halaman

1. Berurusan dengan Polisi

Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya
Ilustrasi Pencurian Motor Sumsel (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Kapolda Jambi mengamankan M Nuh, warga Kota Jambi yang mengaku sebagai pengusaha dan memenangkan lelang motor listrik Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar. Ia diamankan dengan tuduhan penipuan lelang.

M Nuh diamankan di Mapolreta Jambi pada Kamis (20/5/2020) dini hari. Warga Sungai Asam Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu diamankan dengan tuduhan penipuan dan sampai saat ini belum membayar lelang motor listrik.

3 dari 5 halaman

2. Pemenang Kira Dapat Hadiah

Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya
Pemenang lelang motor listrik Jokowi ramai diperbincangkan. (Sumber: Merdeka)

Menurut informasi yang santer di Jambi, sosok M Nuh ternyata bukan pengusaha. Setelah lelang selesai, ternyata M Nuh tidak membayar uang lelang itu, hingga akhirnya ia diamankan polisi.

Berdasarkan keterangan Nuh, dirinya mengaku tidak mengetahui jika acara tersebut adalah acara lelang yang ditayangkan secara langsung di televisi dalam konser 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' pada Minggu (17/5/2020) lalu.

"Yang bersangkutan setelah diwawancara, yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah," ujar Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi, dikutip dari Merdeka (21/5/2020).

4 dari 5 halaman

3. Kapolda Bantah Tangkap Pemenang

Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya
Motor listrik Gesits berhasil terjual Rp2.55 miliar dalam konser amal virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo'. (Doc MPR RI)

Setelah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Nuh hanya dimintai keterangan soal pelelangan motor tersebut. Pria itu diketahui hanya seorang buruh harian.

Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, tidak ada penahanan terhadap Muhammad Nuh seperti informasi yang beredar.

"Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Irjen Firman.

5 dari 5 halaman

4. Minta Perlindungan Polisi

Ramai Kabar Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap Polisi, Ini 4 Faktanya
(Ilustrasi)

Tak tahu jika acara tersebut adalah lelang dan mengira dapat hadiah, pria tersebut pun meminta perlindungan dari pihak kepolisian. Pasalnya dirinya takut jika diminta tagihan soal lelang motor tersebut.

"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓