Faktor Penyebab Stress, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat

Oleh Husnul Abdi pada 20 Mei 2020, 16:20 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 16:20 WIB
Faktor Penyebab Stress

Liputan6.com, Jakarta Faktor penyebab stress adalah berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan. Stress kerap kali dipicu oleh tekanan batin, seperti masalah keluarga, hubungan sosial, patah hati, cinta tak berbalas, atau masalah keuangan. Selain itu, stress juga bisa dipicu oleh penyakit yang diderita. 

Stress adalah sebuah tekanan psikologis dan fisik yang bereaksi ketika menghadapi situasi yang dianggap berbahaya. Dengan kata lain, stress merupakan cara tubuh kamu menanggapi jenis tuntutan, ancaman, atau tekanan apa pun.

Faktor penyebab stress perlu diketahui agar bisa segera ditangani. Apalagi, stress memang cukup sulit dihindari. Bila tidak segera diatasi dan berlangsung lama, stress dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (20/5/2020) tentang faktor penyebab stress

2 dari 5 halaman

Pengertian Stress

Pengertian Stress
ilustrasi perempuan stres/Photo by Engin Akyurt from Pexels

Sebelum mengenali berbagai faktor penyebab stress, kamu tentunya perlu memahami apa itu stress terlebih dahulu. Stress adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stress juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.

Situasi ini memicu respon tubuh secara fisik ataupun mental. Respon tubuh terhadap stress dapat berupa napas dan detak jantung menjadi cepat, otot menjadi kaku, hingga tekanan darah meningkat.

Walaupun begitu, kondisi ini tidak selalu membawa efek buruk dan umumnya hanya bersifat sementara. Stress akan berakhir saat kondisi yang menyebabkan tekanan tersebut dilewati.

Namun, stress yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, stress juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan gangguan tidur.

Setiap orang, termasuk anak-anak, bisa mengalami stress. Selain itu, memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami stress, juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stress.

3 dari 5 halaman

Faktor Penyebab Stress

stres
Ilustrasi stres (iStockphoto/hobo_018)

Faktor penyebab stress pada setiap orang tentunya berbeda-beda. Saat seseorang menghadapi daktor penyebab stress, tubuh akan bereaksi secara alami dengan melepas hormon yang dinamakan kortisol dan adrenalin.

Reaksi ini sebenarnya baik untuk membantu seseorang menghadapi situasi yang berbahaya atau mengancam, sehingga bisa keluar dari situasi tersebut. Berikut beberapa faktor penyebab stress yang perlu diketahui:

- Faktor penyebab stress karena masalah kesehatan, seperti menderita suatu penyakit yang berat atau sulit disembuhkan.

- Faktor penyebab stress karena masalah keluarga, seperti bertengkar dengan pasangan, tak kunjung hamil saat sudah cukup lama menikah, akan menikah atau bercerai, khawatir tidak mampu merawat anak, diusir dari rumah.

- Faktor penyebab stress karena pekerjaan, seperti beban di tempat kerja, hubungan yang tidak baik dengan atasan, bahkan saat akan menjalani wawancara pekerjaan atau karena tidak memiliki pekerjaan.

- Faktor penyebab stress karena masalah kehidupan sosial, seperti menjadi korban pelecehan, menjalani proses peradilan.

Dengan mengetahui berbagai faktor penyebab stress tersebut, kamu seharusnya segera mengambil tindakan atau penanganan yang tepat. Jika dibiarkan berlarut-larut, stress dapat memengaruhi kesehatan.

4 dari 5 halaman

Gejala Stress

ilustrasi stres/pexels
ilustrasi stres/pexels

Gejala stress tentunya juga perlu dikenali selain mengetahui faktor penyebab stress ini. Apalagi gejala stress bergantung pada penyebab dan cara seseorang menyikapinya. Berikut beberapa pembagian gejala stress:

Gejala fisik. Misalnya lemas, pusing, migrain, sakit kepala tegang, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan. Stress pada wanita juga dapat menimbulkan gangguan menstruasi.

Gejala emosi. Misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati mudah berubah atau moody, sulit menenangkan pikiran, rendah diri, merasa kesepian, merasa tidak berguna, bingung dan hilang kendali, menghindari orang lain, dan depresi.

Gejala perilaku. Contohnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Gejala kognitif. Contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.

5 dari 5 halaman

Penanganan Stress di Rumah

Ilustrasi bahagia - stres (iStockphoto)
Ilustrasi bahagia - stres (iStockphoto)

Setelah mengetahui faktor penyebab stress, kamu harus segera melakukan tindakan penanganan. Metode penanganan stres mencakup perubahan gaya hidup, teknik relaksasi, serta psikoterapi.Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang kamu lakukan saat mengalami stress:

- Konsumsi makanan sehat. Diet dapat memainkan peran penting dalam meredakan stress. Makanlah diet seimbang dan hindarilah makanan yang dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.

- Olahraga. Olahraga membantu melepaskan penumpukan tekanan dan meningkatkan kebugaran. Olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, diskusikanlah dengan dokter sebelum memulai program latihan.

- Relaksasi. Relaksasi adalah cara efektif untuk membantu mengurangi tekanan otot yang berkaitan dengan stress. Ada banyak teknik relaksasi, layaknya yoga, meditasi, dan pijat.

- Tidurlah yang cukup. Tubuh kamu kemungkinan dapat pulih dari kondisi ini sehari setelah tidur.

- Ambilah kelas manajemen stress untuk mendapatkan strategi mengatasi kehidupan dan stress dengan lebih efektif.

- Dapatkan dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas kamu. Memiliki dukungan dalam hidup dapat membuat kamu tetap sehat.

Lanjutkan Membaca ↓