4 Puasa yang Bisa Dilakukan Setelah Ramadhan, Sempurnakan Amal Ibadah

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 19 Mei 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 18:00 WIB
Jadwal Imsak Hari Ini
Perbesar
Ilustrasi puasa / Sumber: iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta Jenis puasa yang bisa dilakukan setelah Ramadhan sangat bermanfaat dijalankan. Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat dimuliakan. Setelah Idulfitri tiba, runtinitas di bulan Ramadhan seperti puasa dan sahur mungkin akan dirindukan.

Terlepas dari kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, puasa sebenarnya bisa menjadi kebiasaan baik yang dilakukan setiap saat. Setelah Ramadhan kamu masih bisa melaksanakan puasa. Jenis puasa yang bisa dilakukan setelah bilan Ramadhan ini memiliki hukum sunah dan bahkan ada satu yang diwajibkan.

Jenis puasa yang bisa dilakukan setelah Ramadhan ini bahkan menjadi salah satu anjuran Rasulullah pada umatnya. Dengan berpuasa, seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Terlebih, puasa memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

Berpuasa setelah Ramadhan bisa menjadi penyempurna amal. Jenis puasa yang bisa dilakukan setelah bilan Ramadhan bisa menjadi estafet amal bulan Ramadhan ke bulan-bulan lainnya. Berikut 4 jenis puasa yang bisa dilakukan setelah bulan Ramadhan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (19/5/2020).

2 dari 5 halaman

Puasa Qadha

Jadwal Imsak Hari Ini
Perbesar
Puasa qadha/ Sumber: iStockphoto

Jenis puasa yang bisa dilakukan setelah Ramadhan yang pertama adalah puasa qadha. Puasa qadha merupakan puasa yang dilakukan untuk mengganti utang puasa yang ditinggalkan saat Ramadhan. Mengganti utang puasa Ramadhan wajib hukumnya bahkan diutamakan segera dilaksanakan.

Puasa Qadha wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang telah ditinggalkan saat Ramadhan. Ketentuan membayar hutang puasa Ramadhan dapat dilihat jelas dalam firman Allah pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Puasa Qadha bisa dilakukan kapan saja (kecuali pada hari dilarang berpuasa). Namun, karena bersifat wajib, puasa ini dianjurkan untuk segera dilakukan setelah Ramadhan usai.

Niat membayar puasa qadha

Adapun berikut ini adalah lafal niat membayar hutang puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

3 dari 5 halaman

Puasa Syawal

Tata Cara Puasa Syawal
Perbesar
Puasa Syawal / Sumber: iStockphoto

Puasa Syawal dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri atau mulai tanggal 2 Syawal, sampai akhir bulan Syawal. Bulan Syawal memiliki makna 'peningkatan'. Maksudnya, setiap Muslim diharapkan dapat meningkatkan ibadah dan amal baiknya usai Ramadan. Puasa sunnah ini dilakukan di tanggal yang tidak ditentukan, boleh urut maupun acak, asal masih dalam bulan Syawal.

Abu Ayub mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“ Siapapun yang berpuasa Ramadan dan mengikutinya enam hari di bulan Syawal, seolah-olah ia puasa seumur hidup,” H.R. Muslim.

Pahala puasa Syawal selama enam hari diyakini sama dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Pahala puasa Syawal ini menjadi penyempurna puasa Ramadan. Pahala ini didapatkan bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadan sebulan penuh dan telah mengqadha puasa Ramadhan jika ada yang ditinggalkan.

Maka bagi yang mempunyai utang puasa Ramadan diharuskan membayar utang puasanya dulu. Namun, siapa saja yang berpuasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadannya, puasanya masih sah. Asalkan setelahnya tetap membayar utang tersebut.

Niat Puasa Syawal 6 Hari

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

4 dari 5 halaman

Puasa Senin-Kamis

Ilustrasi buka puasa dengan kurma
Perbesar
Ilustrasi puasa (sumber: iStock)

Salah satu puasa sunnah yang paling dikenal dan dapat dilaksanakan di bulan apa saja adalah puasa senin kamis. Sunnah dari puasa senin-kamis ini tertuang seperti yang diriwayatkan Aisyah, “ Rasulullah biasanya berpuasa pada hari Senin dan Kamis,” [H.R. Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah].

Puasa ini dipercaya oleh umat muslim, bisa mendatangkan keberkahan dan ketenangan dalam menjalani hidup. Selain itu, berpuasa 2 hari dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis, bisa menjadi rutinitas yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh setelah Ramadan.

Niat puasa sunnah di hari Senin

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TA'ALA

Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta'ala.

Niat puasa sunnah di hari Kamis

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta'ala.

5 dari 5 halaman

Puasa Daud

tradisi ramadan
Perbesar
Ilustrasi/copyrightshutterstock/TabitaZn

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan selang-seling, yakni sehari puasa dan sehari berikutnya tidak, begitu seterusnya. Puasa Nabi Daud juga mengajarkan kita untuk istiqamah atau konsisten dalam menjalankan sesuatu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

Niat puasa Daud

Berikut niat puasa Nabi Daud:

NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAHI TA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala"

Lanjutkan Membaca ↓