6 Penyebab Sakit Kepala saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Oleh Husnul Abdi pada 29 Mei 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 29 Mei 2020, 15:00 WIB
Penyebab Sakit Kepala saat Bangun Tidur

Liputan6.com, Jakarta Penyebab sakit kepala saat bangun tidur dipengaruhi berbagai kondisi saat tidur. Meskipun kondisi ini tidak selalu bebrahaya, sakit kepala saat bangun tidur tentu dapat mengganggu aktivitas harianmu. Sakit kepala ini biasanya dapat langsung terasa setelah bangun tidur. 

Sakit kepala saat bangun tidur ini bisa muncul secara perlahan atau tiba-tiba. Ada gejala sakit kepala yang berlangsung singkat dan mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit. Namun, ada juga yang berlangsung hingga beberapa jam sehingga mengganggu sulit berkativitas.

Penyebab sakit kepala saat bangun tidur harus dikenali untuk mengatasinya. Sakit kepala lebih umum terjadi pada pukul 4-8 pagi, karena pada saat itu tubuh memproduksi lebih sedikit hormon yang membantu meredakan nyeri secara alami.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (17/5/2020) tentang penyebab sakit kepala saat bangun tidur

2 dari 5 halaman

Sleep Apnea dan Dehidrasi

Sleep Apnea (Ollyy/Shutterstock)
Sleep Apnea (Ollyy/Shutterstock)

Sleep Apnea

Penyebab sakit kepala saat bangun tidur yang pertama adalah kesulitan bernapas saat tidur. Kesulitan bernapas saat tidur atau sleep apnea merupakan gangguan yang menyebabkan pernapasan penderitanya terhalang atau terimpit selama beberapa detik ketika tidur.

Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen dalam otak berkurang, sehingga memicu seseorang sakit kepala saat bangun tidur. Beberapa gejala sleep apnea yang bisa kamu kenali adalah mendengkur keras, sesak napas saat tidur, sering terbangun dari tidur, berkeringat saat tidur, dan kelelahan saat bangun tidur.

Dehidrasi

Salah satu penyebab sakit kepala saat bangun tidur yang sering terjadi adalah dehidrasi. Ketika mengalami dehidrasi, tubuh akan terasa lemas, pusing, dan kehausan.

Dehidrasi yang membuat kepala terasa sakit saat bangun tidur bisa disebabkan oleh tidur di tempat yang bersuhu panas (hipertermia), kurang minum air putih, atau terlalu banyak minum kopi, teh, dan minuman beralkohol sebelum tidur. Selain itu, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh muntah-muntah dan diare.

3 dari 5 halaman

Insomnia dan Migrain

migrain
Migrain./Copyright shutterstock.com/g/leungchopan

Insomnia

Kurang tidur karena insomnia juga bisa menjadi penyebab sakit kepala saat bangun tidur. Kurang tidur akan meningkatkan hormon stres (kortisol dan adrenalin) yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. 

Kurang tidur juga meningkatkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gangguan aliran darah yang keluar dari jantung. Hal ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Pada akhirnya, semua respon berantai ini bisa menyebabkan sakit kepala di pagi hari.

Migrain

Penyebab sakit kepala saat bangun tidur berikutnya adalah migrain. Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya dimulai pada satu sisi kepala, tetapi dapat menjalar memengaruhi kedua belah sisi. Sakit kepala karena migrain ini biasanya bisa semakin terasa pada pukul 4-8 pagi.

Rasa sakit migrain sering digambarkan sebagai nyeri berdenyut parah yang bisa bertambah buruk ketika terpapar cahaya terang, misalnya lampu kamar atau sinar matahari pagi. Perubahan cuaca yang ekstrim dari dingin ke panas, atau sebaliknya, juga dapat memicu gejala migrain kambuh Migrain juga bisa dipicu oleh kondisi lain, seperti hidung yang tersumbat karena pilek atau flu.

4 dari 5 halaman

Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi dan Stres

Kondisi Stres
Ilustrasi Stres. Credit: pexels.com/VictoriaB

Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi

Kebiasaan menggemeretakkan gigi atau bruxism saat tidur bisa menjadi penyebab sakit kepala saat bangun tidur. Hal ini dikarenakan kebiasaan tersebut akan membuat kualitas tidur menjadi berkurang. Hal ini bisa semakin memperburuk keluhan sakit kepala saaat bangun pagi.

Stres

Penyebab sakit kepala saat bangun tidur selanjutnya adalah stres. Saat stres, beberapa orang memilih untuk mengalihkan perhatian dengan cara tidur. Namun, tidak selamanya tidur bisa menjadi pelarianmu dari masalah yang sedang dihadapi. Stres bahkan dapat menurunkan kualitas tidurmu, sehingga kamu akan bangun dengan sakit kepala.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Bangun Tidur

Tidur
Tidur / Sumber: iStockphoto

Mengetahui penyebab sakit kepala saat bangun tidur sangat penting untuk memilih cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa cara mengatasi sakit kepala saat bangun tidur:

Menjaga Kulitas Tidur. Menjaga kualitas tidur sangat penting dilakukan sebagai cara mencegah sakit kepala saat bangun tidur. Kamu bisa menjaga kualitas tidur dengan menciptakan suasana tidur yang kondusif, minum air putih sebelum tidur, mematikan gadget, dan menggunakan humidifier.

Bagi kamu yang menderita sleep apnea, tidur dengan posisi miring bisa bermanfaat untuk menjaga kualitas tidurmu dan mengurangi sesak napas. Selain itu, penting bagi kamu untuk mencukupi waktu tidur, sekitar 7-9 jam per hari.

Relaks Sebelum Tidur. Relaks sebelum tidur juga sangat penting dalam hal ini. Melakukan teknik relaksasi sebelum tidur bermanfaat untuk membuat tidurmu lebih nyenyak dan menghindarkanmu dari sakit kepala saat bangun tidur. Teknik relaksasi yang bisa kamu lakukan adalah meditasi dan yoga.

Hindari Kafein Berlebihan. Mengonsumsi terlalu banyak kafein sebelum tidur menyebabkan kamu menjadi sulit tidur, serta menyebabkan tidurmu jadi tidak nyenyak. Kafein bisa kamu dapatkan dari kopi, teh, atau cokelat. Selain itu, kamu juga sebaiknya menghindari makan berat sebelum tidur.

Mengurangi Stres. Mengurangi stres juga dapat mengatasi sakit kepala saat bangun tidur. Cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi stres adalah rutin olahraga, melakukan meditasi, dan bercerita kepada orang terdekat. Jika stres yang kamu rasakan sudah semakin parah dan mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

Jika sakit kepala yang kamu alami tidak kunjung mereda atau disertai gejala lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan tepat.

Lanjutkan Membaca ↓