5 Bangunan Bersejarah yang Runtuh Akibat Perang, Puingnya Tetap Tampak Megah

Oleh Mardella Savitri Murtisari pada 27 Mei 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 04:00 WIB
Arch de Triumph
Perbesar
Arch de Triumph sebelum dan sesudah hancur karena Perang Suriah. (Foto dari express.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta Di daerah Timur Tengah pada era sebelum Masehi, sesuai dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya, didirikan bangunan berupa kuil besar untuk menghormati Dewa. Hal ini juga menunjukkan betapa jayanya era Mesopotamia kuno dulu.

Namun, bangunan bersejarah tersebut kini pun telah luluh lantah akibat adanya perang. Padahal beberapa situs tersebut bahkan terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Mulai dari kota kuno Cyrene, Palmyra hingga Masjid Al-Askari, kini hanya tersisa puing-puing yang berserakan. Padahal bangunan bersejarah tersebut merupakan harta karun bagi dunia arkeologi.

Fakta tersebut pun sempat menjadi perhatian dunia. Berikut bangunan bersejarah yang runtuh akibat perang seperti dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (27/5/2020).

2 dari 6 halaman

1. Kota Kuno Palmyra, Suriah

Palmyra, Suriah
Perbesar
Palmyra, Suriah. © Getty Image - AFP/Yusuf Eid

Sempat disebut sebagai oasis di tengah gurun Suriah, kini Kota kuno Palmyra pun luluhlantah dengan tanah. Situs peninggalan bangsa Aramic ini padahal menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Namun akibat kota ini jatuh ke tangan ISIS di tahun 2015, kota ini nyaris kehilangan seluruh sisa kejayaannya. Sebagian besar dari artefak, bangunan kuno, dan sejumlah manuskrip kini hanya berbentuk puing-puing.

3 dari 6 halaman

2. Buddha Bamiyan, Afghanistan

Patung Buddha Lembah Bamiyan, Afghanistan
Perbesar
Patung Buddha Lembah Bamiyan, Afghanistan. © Getty Image - Nbcnews.com

Di Lembah Bamiyan, Pegunungan Hindu Kush, Afghanistan awalnya terdapat dua patung Buddha berukuran raksasa yang menjadi penghias ceruk tebing. Patung yang dipahat pada tahun 507 tersebut merupakan bukti kemegahan peradaban jaman kuno.

Namun, kini semuanya hanya tinggal cerita. Akibat adanya perang Taliban, segala peninggalan sejarah non-Islam diluluhlantahkan dengan tanah. 

Pada bulan Maret 2001, pasukan Taliban menghancurkan kedua patung dengan bom. Mereka mengebor lubang di struktur patung, menanamkan dinamit dan meledakkannya.

4 dari 6 halaman

3. Masjid Al-Askari, Irak

Masjid Al-Askari
Perbesar
Masjid Al-Askari. © Wikimedia Commons/Toushiro - BBC

Masjid yang berada di kota tua Samarra ini merupakan salah satu bangunan yang penting bagi kaum Syiah di Irak. Masjid ini juga merupakan salah satu masjid terbesar di dunia.

Pada tahun 2006-2007 masijd ini sempat diserang dan hampir luluhlantah dengan tanah. Namun akhirnya masjid ini bisa kembali direstorasi pada tahun 2009. Kemudian, pada tahun 2014, ISIS melancarkan serangan bom ke masjid tersebut. 

Meski memakan banyak korban jiwa, namun bangunan masjid masih dapat berdiri kokoh.

5 dari 6 halaman

4. Kota Kuno Cyrene, Libya

Cyrene, Libya
Perbesar
Cyrene, Libya. © Wikimedia Commons/Toushiro - BBC

Di masa Yunani kuno, Cyrene sempat menjadi salah satu kota yang penting. Kota yang dibangun sejak tahun 630 SM tersebut menyimpan beragam bangunan tua dengan arsitektur yang mengagumkan.

Seperti halnya Palmyra, kota ini juga dihancurkan oleh ISIS pada tahun 2015. Padahal terdapat sejumlah kuil penting seperti kuil Apollo, Zeus, dan Demeter. Kota ini juga sudah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1982.

6 dari 6 halaman

5. Arch de Triumph, Palmyra

Arch de Triumph
Perbesar
Arch de Triumph sebelum dan sesudah hancur karena Perang Suriah. (Foto dari express.co.uk)

Arch de Triumph merupakan monumen seni berbentuk lengkungan yang menggabungkan karya seni budaya Romawi, Persia, dan bangsa timur. Berada di kawasan Palmyra, situs yang memiliki julukan Bride of the Dessert ini dihancurkan oleh ISIS pada tahun 2015 silam.

Lanjutkan Membaca ↓