12 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 22 Mei 2020, 03:00 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 03:00 WIB
Ginjal

Liputan6.com, Jakarta Makanan yang perlu dihindari penderita gangguan ginjal penting diketahui. Ginjal bertugas menyaring darah, membuang limbah melalui urin, memproduksi hormon, menyeimbangkan mineral, dan menjaga keseimbangan cairan. Ketika organ ini terganggu, masalah kesehatan bisa muncul.

Gangguan ginjal yang umum muncul di antaranya seperti batu ginjal, infeksi ginjal, hingga gagal ginjal. Ketika muncul gangguan ginjal, pola makan sehari-hari perlu diperhatikan. Ada makanan tertentu yang perlu dihindari atau dikurangi ketika memiliki gangguan ginjal.

Menghindari atau membatasi makanan tertentu dalam pola makan dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Pembatasan makanan bervariasi tergantung pada stadium penyakit ginjal. Diet ramah ginjal, atau diet ginjal, biasanya melibatkan membatasi natrium dan kalium hingga 2.000 mg per hari dan membatasi fosfor hingga 800-1.000 mg per hari.

Berikut 12 makanan yang perlu dihindari penderita gangguan ginjal, dirangkum Liputan6.com dari Healthline, Jumat (22/5/2020).

2 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

makanan kaleng
ilustrasi makanan kaleng/copyright Shutterstock

Makanan kaleng

Makanan kaleng, seperti sup, sayuran, buah, ikan, dan kacang-kacangan biasanya menjadi pilihan praktis untuk makan. Namun, sebagian besar makanan kaleng mengandung sodium dalam jumlah tinggi untuk meningkatkan umur simpannya. Penderita ginjal perlu mengurangi makanan dengan kadar sodium yang tinggi.

Jeruk

Jeruk kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, jeruk memiliki kandungan kalium yang tidak baik untuk penderita gangguan ginjal. Pemiliki gangguan ginjal perlu membatasi konsumsi jeruk atau jus jeruk dalam pola makannya. Anggur, apel, dan cranberry bisa menjadi pengganti vitamin C yang lebih aman.

3 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

Ilustrasi daging olahan
Ilustrasi daging olahan (sumber: iStockphoto)

Daging olahan

Daging olahan adalah daging yang telah diasinkan, dikeringkan, diasap, atau dikalengkan. Beberapa contoh termasuk hot dog, bacon, pepperoni, dendeng, dan sosis. Daging olahan biasanya mengandung banyak garam, sebagian besar untuk meningkatkan rasa dan menjaga rasa. Selain itu, daging olahan mengandung protein tinggi. Semua ini perlu dikurangi atau bahkan dihindari bagi penderita gangguan ginjal.

Kentang

Kentang merupakan umbi dengan kalium yang tinggi. Kentang perlu dihindari atau setidaknya dikurangi bagi penderita gangguan ginjal. Untungnya, beberapa makanan kalium tinggi, termasuk kentang dapat direndam atau dicuci untuk mengurangi kandungan kaliumnya. Memotong kentang menjadi potongan-potongan kecil dan tipis dan merebusnya selama paling sedikit 10 menit dapat mengurangi kandungan potasium sekitar 50%.

4 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

Roti gandum
Roti gandum. (Foto: pexels.com)

Soda

Soda, terutama soda berwarna gelap mengandung zat aditif yang mengandung fosfor yang tak baik bagi ginjal. Tidak seperti fosfor alami, fosfor dalam bentuk aditif tidak terikat dengan protein. Tubuh menyerap fosfor tambahan ini ke tingkat yang lebih besar daripada fosfor alami, hewan, atau nabati.

Roti gandum

Roti gandum mungkin merupakan pilihan yang lebih bergizi, sebagian besar karena kandungan seratnya yang lebih tinggi. Namun, penderita gangguan ginjal sebaiknya menghindari roti jenis ini karena mengandung banyak fosfor dan kalium. Semakin banyak dedak dan biji-bijian utuh dalam roti, semakin tinggi kandungan fosfor dan kalium.

5 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

nasi merah
Nasi merah pulen./Copyright shutterstock.com/g/THaNtHiMa

Nasi merah

Seperti roti gandum, beras merah adalah gandum utuh yang memiliki kandungan kalium dan fosfor yang lebih tinggi daripada beras putih. Penderita gangguan ginjal mungkin masih bisa mengonsumsi nasi merah, namun dalam porsi terkontrol dan seimbang dengan makanan lain.

Pisang

Pisang rendah sodium namun buah ini juga dikenal kandungan kaliumnya yang tinggi. 1 pisang menyediakan 422 mg kalium yang seharusnya dihindari penderita gangguan ginjal. Orang dengan penyakit ginjal kronis perlu menghindari buah ini.

6 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

Air Susu Putih
Ilustrasi Susu Putih (iStockphoto)

Produk susu

Susu dan produk olahannya seperti keju dan yogurt merupakan sumber alami fosfor, kalium dan protein yang baik. Namun, mengonsumsi terlalu banyak susu, bersama dengan makanan kaya fosfor lainnya, dapat merusak kesehatan tulang pada mereka yang menderita penyakit ginjal. Ketika ginjal rusak, terlalu banyak konsumsi fosfor dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam darah, yang dapat menarik kalsium dari tulang. Ini bisa membuat tulang menjadi tipis dan lemah dari waktu ke waktu.

Makanan instan

Makanan instan dapat menjadi sumber utama natrium dalam makanan. Makanan instan ini seperti mi, pizza beku, dan lain sebagainya. Makanan instan yang berat tidak hanya mengandung sejumlah besar natrium tetapi juga umumnya kurang nutrisi.

7 dari 7 halaman

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Gangguan Ginjal

Kismis
Ilustrasi buah kering - kismis (iStockphoto)

Buah kering

Buah kering seperti kismis, kurma, atau prem juga perlu dibatasi konsumsinya. Ketika buah-buahan dikeringkan, semua nutrisi terkonsentrasi, termasuk kalium. 4 kurma bisa menyediakan 668 mg kalium dan 1 cangkir prem memberikan 1.274 mg kalium.

Tomat

Tomat juga merupakan buah yang tinggi akan kalium. Penderita gangguan ginjal sebaiknya menghindari tomat dan olahannya seperti saus tomat. 1 cangkir saus tomat dapat mengandung 900 mg kalium.

Lanjutkan Membaca ↓